Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Rubio dan Stephen Miller Serukan Perlawanan terhadap “Teror Sayap Kiri”, Minta 67 Negara Perkuat Kerja Sama

    17/07/2026

    Pertemuan Todd Blanche dengan Korban Epstein Berlangsung Tegang, Dukungan Senat untuk Pencalonannya Masih Menggantung

    17/07/2026

    Trump Diduga Promosikan Saham Perusahaan di Truth Social Tak Lama Setelah Membelinya

    17/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Rubio dan Stephen Miller Serukan Perlawanan terhadap “Teror Sayap Kiri”, Minta 67 Negara Perkuat Kerja Sama

      17/07/2026

      Pertemuan Todd Blanche dengan Korban Epstein Berlangsung Tegang, Dukungan Senat untuk Pencalonannya Masih Menggantung

      17/07/2026

      Trump Diduga Promosikan Saham Perusahaan di Truth Social Tak Lama Setelah Membelinya

      17/07/2026

      Pengacara ICC Buka Suara soal Dugaan Pelecehan Seksual oleh Jaksa Agung Karim Khan, Tuduhan Dibantah

      17/07/2026

      Dari Bayi yang Digendong Messi hingga Lawan di Final Piala Dunia, Kisah Lamine Yamal yang Terasa Mustahil

      17/07/2026
    • TEKNOLOGI

      Trump Diduga Promosikan Saham Perusahaan di Truth Social Tak Lama Setelah Membelinya

      17/07/2026

      Gelombang Panas Melanda Eropa, AC Portabel Buatan China Jadi Buruan Warga

      17/07/2026

      Selebritas Dibayar Hingga Rp22 Miliar untuk Promosikan Deodoran di Instagram

      16/07/2026

      AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

      15/07/2026

      Pengadilan Singapura Perintahkan Bloomberg Bayar Ganti Rugi Rp4,5 Miliar kepada Dua Menteri dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

      15/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»FIFA Kaji Dugaan Pelanggaran Usai Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Kepulauan Falkland di Piala Dunia
    Hiburan

    FIFA Kaji Dugaan Pelanggaran Usai Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Kepulauan Falkland di Piala Dunia

    joveBy jove17/07/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    FIFA menyatakan tengah menelaah laporan pertandingan sebelum memutuskan apakah akan menjatuhkan sanksi kepada tim nasional Argentina setelah para pemainnya merayakan kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia dengan membentangkan spanduk yang mendukung klaim negaranya atas Kepulauan Falkland.

    Juara bertahan dunia itu membalikkan keadaan secara dramatis di Atlanta dengan mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk mengalahkan tim asuhan Thomas Tuchel dengan skor 2-1 dan memastikan tiket ke final menghadapi Spanyol pada Minggu.

    Usai peluit panjang berbunyi, para pemain Argentina mengangkat spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas”, yang berarti “Kepulauan Falkland adalah milik Argentina.”

    Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut milik Inggris yang berada di Samudra Atlantik bagian barat daya, hingga kini masih menjadi objek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina.

    Dalam sebuah pernyataan, juru bicara FIFA mengatakan bahwa Komite Disiplin Independen FIFA sedang mempelajari laporan pertandingan serta mempertimbangkan seluruh keadaan yang relevan sebelum menentukan langkah lebih lanjut berdasarkan Kode Disiplin FIFA.

    Pada 2014, Asosiasi Sepak Bola Argentina pernah didenda 20.000 pound sterling (sekitar Rp440 juta) oleh FIFA setelah membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum laga persahabatan melawan Slovenia.

    Saat itu, badan sepak bola dunia tersebut menyatakan aksi tersebut melanggar aturan mengenai aktivitas politik dan perilaku tim.

    Pemerintah Inggris Desak FIFA Bertindak

    Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street mendukung seruan agar FIFA menyelidiki insiden tersebut.

    Juru bicara resmi Perdana Menteri mengatakan:

    “Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah.”

    Presiden Argentina Javier Milei, menurut sejumlah laporan media, menyebut tindakan para pemain itu sebagai sesuatu yang “dapat dipahami” dan “sah.”

    Meski demikian, dalam wawancara dengan Radio El Observador, Milei menegaskan bahwa apa yang terjadi di lapangan sepak bola bukan bagian dari diplomasi.

    “Memang benar Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Kami akan merebutnya kembali, dan kami akan melakukannya melalui jalur diplomatik dengan bertindak secara cerdas,” ujarnya.

    Argentina, yang saat itu dipimpin junta militer di bawah Jenderal Leopoldo Galtieri, menginvasi Kepulauan Falkland yang berjarak sekitar 480 kilometer dari pesisir timur Argentina pada 1982.

    Konflik yang berlangsung selama 74 hari, dari April hingga Juni 1982, menewaskan 649 personel militer Argentina dan 255 personel militer Inggris. Tiga warga sipil Kepulauan Falkland juga menjadi korban jiwa.

    Pada referendum 2013, mayoritas mutlak warga Kepulauan Falkland memilih tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris.

    Dari total 1.517 suara yang masuk dengan tingkat partisipasi lebih dari 90 persen, sebanyak 1.513 pemilih mendukung status tersebut, sementara hanya tiga suara yang menolaknya.

    Sanksi Apa yang Mungkin Dijatuhkan FIFA?

    FIFA umumnya menjatuhkan sanksi atas pelanggaran disiplin oleh pemain maupun suporter beberapa pekan setelah turnamen berakhir.

    Namun, kasus ini dinilai lebih sensitif karena terjadi dalam pertandingan Piala Dunia yang mempertemukan dua negara yang terlibat sengketa wilayah.

    Meski demikian, tidak ada kemungkinan Argentina kehilangan tempatnya di partai final.

    Pemimpin Partai Liberal Demokrat Inggris, Ed Davey, meminta FIFA menjatuhkan skors kepada para pemain Argentina yang terlihat memegang spanduk tersebut sehingga mereka tidak dapat tampil pada final melawan Spanyol.

    Davey merujuk pada keputusan UEFA yang menghukum Álvaro Morata dan Rodri masing-masing satu pertandingan setelah keduanya meneriakkan slogan “Gibraltar adalah milik Spanyol” dalam perayaan keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2024.

    Gibraltar merupakan wilayah di ujung selatan Spanyol yang berada di bawah kekuasaan Inggris sejak abad ke-18, sementara Spanyol telah lama menuntut wilayah itu dikembalikan.

    Preseden serupa juga pernah terjadi pada 2012.

    Setelah pertandingan perebutan medali perunggu Olimpiade London, gelandang Korea Selatan Park Jong-woo mengangkat spanduk bertuliskan “Dokdo adalah wilayah kami.”

    Dokdo, yang juga dikenal sebagai Liancourt Rocks, merupakan gugusan pulau kecil yang saat ini dikelola Korea Selatan tetapi juga diklaim Jepang.

    Park kemudian didakwa oleh FIFA dan beberapa bulan setelahnya dijatuhi hukuman larangan bermain dalam dua pertandingan sehingga harus absen pada dua laga kualifikasi Piala Dunia.

    Reaksi Beragam terhadap Aksi Pemain Argentina

    Pemerintah Kepulauan Falkland menyatakan kecewa atas aksi tersebut dan berharap FIFA memberikan sanksi sesuai dengan peraturannya.

    Mereka juga menegaskan tidak ingin politik dibawa ke dalam olahraga.

    Sementara itu, menurut media Argentina TN, Presiden Milei kembali menegaskan bahwa para pemain memiliki hak untuk menyampaikan pendapat mereka.

    “Sepenuhnya sah dan benar jika para pemain ingin mengekspresikan diri mereka,” katanya.

    Namun, ia mengingatkan agar tindakan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    “Ini adalah pertandingan sepak bola. Begitulah pelatih tim dan para veteran Perang Falkland 1982 di Argentina memahaminya,” ujar Milei.

    Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle mengatakan bahwa memisahkan politik dari Piala Dunia merupakan hal yang “sangat penting” dan meminta FIFA melakukan penyelidikan.

    “Saya sangat bangga terhadap tim kami, atas apa yang mereka capai, profesionalisme yang mereka tunjukkan, dan juga sikap bermartabat mereka,” kata Kyle.

    “Itu sangat kontras dengan apa yang kami lihat dari tim Argentina tadi malam. Mengenai konsekuensi atas tindakan mereka, itu kini menjadi urusan FIFA. Saya benar-benar berharap FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh.”

    Pemimpin Partai Konservatif Inggris, Kemi Badenoch, juga menyuarakan pandangan serupa dengan menegaskan bahwa FIFA “sepenuhnya layak” melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

    argentina bola fifa olahraga pildun sport
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Lain Lain

    Rubio dan Stephen Miller Serukan Perlawanan terhadap “Teror Sayap Kiri”, Minta 67 Negara Perkuat Kerja Sama

    17/07/2026
    Ekonomi & Pasar

    Pertemuan Todd Blanche dengan Korban Epstein Berlangsung Tegang, Dukungan Senat untuk Pencalonannya Masih Menggantung

    17/07/2026
    Bisnis

    Trump Diduga Promosikan Saham Perusahaan di Truth Social Tak Lama Setelah Membelinya

    17/07/2026
    Hukum Kriminal

    Pengacara ICC Buka Suara soal Dugaan Pelecehan Seksual oleh Jaksa Agung Karim Khan, Tuduhan Dibantah

    17/07/2026
    Hiburan

    Dari Bayi yang Digendong Messi hingga Lawan di Final Piala Dunia, Kisah Lamine Yamal yang Terasa Mustahil

    17/07/2026
    Bisnis

    Operator Teleprompter Gedung Putih Diselidiki, Diduga Raup Hampir Rp1,6 Miliar dari Taruhan Pidato Trump

    17/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Rubio dan Stephen Miller Serukan Perlawanan terhadap “Teror Sayap Kiri”, Minta 67 Negara Perkuat Kerja Sama

    17/07/2026

    Pertemuan Todd Blanche dengan Korban Epstein Berlangsung Tegang, Dukungan Senat untuk Pencalonannya Masih Menggantung

    17/07/2026

    Trump Diduga Promosikan Saham Perusahaan di Truth Social Tak Lama Setelah Membelinya

    17/07/2026

    Pengacara ICC Buka Suara soal Dugaan Pelecehan Seksual oleh Jaksa Agung Karim Khan, Tuduhan Dibantah

    17/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.