Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Manuskrip Langka Raja Arthur yang Tersembunyi 700 Tahun Akan Dilelang, Nilainya Diperkirakan Tembus Rp44 Miliar

    29/05/2026

    BMW Mulai Gunakan Robot Humanoid di Pabrik Mobil Eropa, Disebut Jadi Masa Depan Industri Otomotif

    29/05/2026

    Inggris Akan Gunakan AI Pengenal Wajah untuk Cek Usia Pencari Suaka Mulai Tahun Depan

    29/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Manuskrip Langka Raja Arthur yang Tersembunyi 700 Tahun Akan Dilelang, Nilainya Diperkirakan Tembus Rp44 Miliar

      29/05/2026

      Inggris Akan Gunakan AI Pengenal Wajah untuk Cek Usia Pencari Suaka Mulai Tahun Depan

      29/05/2026

      Portugal Pecahkan Rekor Suhu Terpanas Mei Saat Gelombang Panas Bakar Eropa

      29/05/2026

      Korban Epstein Tak Percaya Polisi Inggris soal Investigasi Andrew Mountbatten-Windsor, Kata Pengacara AS

      29/05/2026

      Pria Austria Divonis 15 Tahun Penjara karena Rencanakan Serangan di Konser Taylor Swift

      29/05/2026
    • TEKNOLOGI

      BMW Mulai Gunakan Robot Humanoid di Pabrik Mobil Eropa, Disebut Jadi Masa Depan Industri Otomotif

      29/05/2026

      Inggris Akan Gunakan AI Pengenal Wajah untuk Cek Usia Pencari Suaka Mulai Tahun Depan

      29/05/2026

      Uni Eropa Denda Temu Rp3,7 Triliun karena Jual Produk Ilegal dan Berbahaya

      29/05/2026

      Belajar dari Perang Ukraina, Hizbullah Kini Gunakan Drone Fiber Optic untuk Serang Israel

      29/05/2026

      Paus Leo XIV Peringatkan Bahaya AI dalam Dokumen Besar Pertamanya: “Teknologi Tak Boleh Dikuasai Segelintir Orang”

      26/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Bisnis»Uni Eropa Denda Temu Rp3,7 Triliun karena Jual Produk Ilegal dan Berbahaya
    Bisnis

    Uni Eropa Denda Temu Rp3,7 Triliun karena Jual Produk Ilegal dan Berbahaya

    joveBy jove29/05/2026No Comments2 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Uni Eropa menjatuhkan denda sebesar 200 juta euro (232 juta dolar AS atau sekitar Rp3,7 triliun) kepada platform belanja online asal China, Temu, karena membiarkan produk ilegal seperti mainan bayi berbahaya dan charger rusak dijual di platform mereka.

    Komisi Eropa menyatakan perusahaan tersebut “gagal secara serius mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai risiko sistemik” dari produk-produk yang dijual serta potensi bahayanya bagi konsumen.

    Temu telah diselidiki sejak Oktober 2024 terkait dugaan pelanggaran kewajibannya sebagai Very Large Online Platform berdasarkan aturan Uni Eropa.

    Pihak Temu mengatakan mereka tidak setuju dengan keputusan tersebut dan menilai besaran denda yang dijatuhkan tidak proporsional. Perusahaan kini sedang mempertimbangkan langkah hukum dan opsi lain yang tersedia.

    Investigasi itu melibatkan operasi pembelian rahasia yang dilakukan organisasi pengujian independen. Hasilnya menemukan persentase tinggi charger yang dibeli melalui Temu gagal memenuhi standar dasar keselamatan listrik.

    Selain itu, banyak mainan bayi yang dinilai membahayakan karena mengandung bahan kimia di atas batas legal atau memiliki komponen kecil yang mudah lepas dan berisiko menyebabkan anak tersedak, menurut laporan Euronews.

    Selain membayar denda, Temu juga diwajibkan menyerahkan rencana aksi untuk memperbaiki pelanggaran tersebut paling lambat 28 Agustus. Setelah itu, Komisi Eropa memiliki waktu dua bulan untuk menentukan apakah perusahaan sudah memenuhi standar kepatuhan.

    Komisioner Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, mengatakan keputusan itu dimaksudkan untuk mengirimkan “pesan yang sangat kuat” kepada Temu.

    Juru bicara Temu dalam sebuah pernyataan mengatakan perusahaan menghormati perlunya aturan yang jelas dan konsisten, namun menegaskan keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi pada 2024 dan tidak mencerminkan sistem mereka saat ini.

    “Kami tidak setuju dengan keputusan Komisi Eropa dan menilai denda ini tidak proporsional,” kata pihak Temu.

    “Kami sedang mempelajari keputusan ini dengan saksama dan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia.”

    Sementara itu, organisasi konsumen Inggris, Which?, memuji keputusan Uni Eropa dan mendesak pemerintah Inggris mengambil langkah serupa.

    “Keputusan Uni Eropa menjatuhkan denda 200 juta euro kepada Temu merupakan contoh tegas tindakan yang dibutuhkan untuk meminta pertanggungjawaban marketplace online atas produk berbahaya di platform mereka,” kata kepala kebijakan perlindungan konsumen Which?, Sue Davies.

    “Pemerintah Inggris harus mengikuti langkah Uni Eropa dan menggunakan kewenangan baru dalam Product Regulation and Metrology Act agar marketplace online bertanggung jawab secara hukum atas produk berbahaya.”

    Denda terhadap Temu menjadi hukuman kedua yang dijatuhkan berdasarkan Digital Services Act Uni Eropa terkait konten dan keamanan platform digital. Sebelumnya, media sosial X milik Elon Musk juga dikenai denda sebesar 120 juta euro pada Desember tahun lalu.

    bisnis china eropa ilegal temu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Manuskrip Langka Raja Arthur yang Tersembunyi 700 Tahun Akan Dilelang, Nilainya Diperkirakan Tembus Rp44 Miliar

    29/05/2026
    Bisnis

    BMW Mulai Gunakan Robot Humanoid di Pabrik Mobil Eropa, Disebut Jadi Masa Depan Industri Otomotif

    29/05/2026
    Bisnis

    Inggris Akan Gunakan AI Pengenal Wajah untuk Cek Usia Pencari Suaka Mulai Tahun Depan

    29/05/2026
    Bencana

    Portugal Pecahkan Rekor Suhu Terpanas Mei Saat Gelombang Panas Bakar Eropa

    29/05/2026
    Hukum Kriminal

    Korban Epstein Tak Percaya Polisi Inggris soal Investigasi Andrew Mountbatten-Windsor, Kata Pengacara AS

    29/05/2026
    Hiburan

    Pria Austria Divonis 15 Tahun Penjara karena Rencanakan Serangan di Konser Taylor Swift

    29/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Manuskrip Langka Raja Arthur yang Tersembunyi 700 Tahun Akan Dilelang, Nilainya Diperkirakan Tembus Rp44 Miliar

    29/05/2026

    BMW Mulai Gunakan Robot Humanoid di Pabrik Mobil Eropa, Disebut Jadi Masa Depan Industri Otomotif

    29/05/2026

    Inggris Akan Gunakan AI Pengenal Wajah untuk Cek Usia Pencari Suaka Mulai Tahun Depan

    29/05/2026

    Portugal Pecahkan Rekor Suhu Terpanas Mei Saat Gelombang Panas Bakar Eropa

    29/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.