Sedikitnya satu orang tewas dan sekitar 20 orang lainnya dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan gedung yang ambruk pada Minggu dini hari di dekat ibu kota Filipina, Manila.
Operasi pencarian sejauh ini berhasil mengevakuasi 24 orang dari lokasi kejadian di kota Angeles serta dua orang dari hotel di dekatnya yang ikut terdampak reruntuhan bangunan.
Gedung sembilan lantai tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan ketika tiba-tiba runtuh sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada Minggu (19.00 GMT Sabtu). Otoritas kini tengah menyelidiki penyebab ambruknya bangunan tersebut.
Sebagian besar korban yang masih terjebak diduga merupakan pekerja konstruksi yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Pada Minggu malam, pejabat setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah seorang pria asal Malaysia berusia 65 tahun yang dilaporkan menginap di hotel tersebut.
Menurut Kepala Pemadam Kebakaran sementara Filipina, Rico Kwan Tiu, korban sempat berkomunikasi dengan tim penyelamat melalui telepon saat terjepit di bawah dinding hotel.
“Ketika kami berhasil mengevakuasinya, dia sudah tidak bernyawa,” ujarnya
Foto-foto dari lokasi menunjukkan tumpukan beton dan perancah bangunan yang hancur berserakan hingga ke jalan, tertutup jaring pengaman berwarna hijau.
Petugas informasi kota Angeles, Jay Pelayo, mengatakan dinding gedung dan struktur perancah di sekelilingnya roboh dan kemungkinan menjebak banyak orang di bawah puing-puing.
“Ada bongkahan beton berukuran besar dan kami membutuhkan alat berat untuk mengangkatnya,” katanya.
“Itulah tantangan terbesar dalam proses penyelamatan saat ini.”
Menurut Reuters, lima orang telah dipastikan terjebak, dua di antaranya masih bisa melakukan kontak dengan tim penyelamat. Namun jumlah korban di bawah reruntuhan diperkirakan bisa lebih banyak.
Seorang saksi mata mengatakan kepada surat kabar Daily Tribune bahwa dirinya mendengar suara gemuruh keras beberapa saat sebelum gedung runtuh.
Ia mengaku sempat kehilangan kesadaran dan saat terbangun melihat puing-puing telah menutupi dua ruas jalan.
Kota Angeles berada sekitar 90 kilometer di barat laut Manila, di Pulau Luzon, pulau terbesar dan terpadat di Filipina.
Penelitian menunjukkan proyek konstruksi di negara Asia Timur tersebut kerap menghadapi masalah perencanaan yang buruk, manajemen proyek yang lemah, hingga kesalahan desain.
Sebelumnya pada Januari lalu, longsornya tempat pembuangan akhir sampah di Cebu menewaskan 11 pekerja, sementara sejumlah korban lain berhasil dievakuasi dari bawah tumpukan sampah.
