Penulis populer asal Australia, Craig Silvey, yang dikenal lewat karya fiksi anak dan remaja, mengaku bersalah atas kepemilikan dan distribusi materi eksploitasi anak.
Silvey (43) ditangkap pada Januari lalu dalam penggerebekan polisi di kediamannya di Perth, Australia Barat, di mana sejumlah perangkat elektronik disita.
Dalam sidang pada Selasa, penulis novel Jasper Jones dan Runt itu mengakui dua dakwaan terkait materi eksploitasi anak yang diproduksi pada Januari. Polisi juga mencabut dua dakwaan tambahan, termasuk satu yang berkaitan dengan materi yang diduga dibuat pada 2022.
Ayah tiga anak tersebut tetap mendapatkan jaminan penangguhan penahanan dan dijadwalkan kembali menjalani sidang pada Juli. Sejak penangkapannya, penerbit, toko buku, dan sekolah telah menarik karya-karyanya dari peredaran.
Di luar ruang sidang, Silvey tidak memberikan komentar kepada media.
Novel Jasper Jones yang terbit pada 2009—sebuah kisah coming-of-age tentang anak laki-laki berusia 13 tahun—meraih sejumlah penghargaan di Australia dan masuk daftar nominasi International Dublin Literary Awards.
Pada 2017, novel tersebut diadaptasi menjadi film layar lebar yang dibintangi Toni Collette dan Hugo Weaving.
Karya lain yang juga mendapat pujian adalah Runt (2022), yang mengisahkan petualangan seorang gadis berusia 11 tahun bersama anjing liar di pedalaman Australia. Novel ini juga diadaptasi menjadi film pada 2024 dengan Celeste Barber sebagai salah satu pemeran.
Sejak penangkapannya pada Januari, sejumlah karya Silvey—termasuk Jasper Jones, Runt, dan Rhubarb—telah dihapus dari daftar bahan ajar di sekolah-sekolah di Australia Barat dan Victoria.
