Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Kritik Monarki Thailand dengan Kostum Harry Potter, Pengacara HAM Ini Divonis 34 Tahun Penjara

    31/10/2026

    Polisi Anti-Huru-hara Dikerahkan ke Mahkamah Konstitusi Polandia di Tengah Perebutan Kendali Peradilan

    31/10/2026

    Polisi Skotlandia Selidiki Dugaan Kunjungan Andrew dan Jeffrey Epstein ke Kastil Balmoral

    31/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Kritik Monarki Thailand dengan Kostum Harry Potter, Pengacara HAM Ini Divonis 34 Tahun Penjara

      31/10/2026

      Polisi Anti-Huru-hara Dikerahkan ke Mahkamah Konstitusi Polandia di Tengah Perebutan Kendali Peradilan

      31/10/2026

      Polisi Skotlandia Selidiki Dugaan Kunjungan Andrew dan Jeffrey Epstein ke Kastil Balmoral

      31/10/2026

      AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot ke Ukraina, Pengiriman Diperkirakan Butuh Bertahun-tahun

      31/10/2026

      Pemimpin Hong Kong Minta Maaf atas Kebakaran Gedung yang Tewaskan 168 Orang

      30/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Peretas Elite Korea Utara Jadi Tersangka Utama Peretasan Binance Senilai Rp103 Triliun

      31/10/2026

      Binance Berupaya Selamatkan Dana Rp103 Triliun yang Dicuri dalam Peretasan Diduga Libatkan Korea Utara

      31/10/2026

      Anak Makin Jauh dari Orang Tua, Startup di India Hadirkan Layanan Perawatan Lansia

      30/10/2026

      Binance Bekukan Aset Kripto Senilai Rp50 Triliun di Tengah Dugaan Peretasan

      30/10/2026

      Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

      29/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Bisnis»Peretas Elite Korea Utara Jadi Tersangka Utama Peretasan Binance Senilai Rp103 Triliun
    Bisnis

    Peretas Elite Korea Utara Jadi Tersangka Utama Peretasan Binance Senilai Rp103 Triliun

    joveBy jove31/10/2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dua perusahaan analisis blockchain terkemuka menyatakan memiliki bukti kuat yang mengarah pada kelompok peretas yang didukung pemerintah Korea Utara sebagai pelaku dugaan peretasan senilai US$6,3 miliar (sekitar Rp103 triliun) terhadap Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia.

    Kelompok Lazarus, unit peretas Korea Utara yang juga dikenal dengan nama TraderTraitor, diidentifikasi sebagai pihak yang diduga terlibat dengan tingkat keyakinan tinggi oleh TRM Labs dan Chainalysis.

    Insiden ini menjadi kasus terbaru yang dikaitkan dengan Korea Utara, salah satu negara termiskin di dunia yang akses internetnya sangat dibatasi.

    Para pakar menuduh pemerintah di bawah kepemimpinan Kim Jong Un mengandalkan kejahatan siber untuk membiayai operasional negara. Namun, Pyongyang telah lama membantah tuduhan tersebut.

    Meski tidak berkaitan dengan pencurian uang, salah satu dugaan peretasan paling spektakuler yang melibatkan Korea Utara terjadi pada 2014. Sasarannya adalah Sony Pictures, perusahaan yang memproduksi film Hollywood berjudul The Interview. Film tersebut mengangkat cerita tentang rencana pembunuhan Kim Jong Un.

    Serangan itu mengungkap ribuan email memalukan yang dipertukarkan di antara para petinggi perusahaan tersebut.

    Pada tahun lalu, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian aset senilai US$1,5 miliar (sekitar Rp24,5 triliun) dari bursa kripto Bybit.

    Setelah insiden tersebut, FBI mengungkapkan bahwa kelompok TraderTraitor bergerak cepat untuk mencuci dan menyebarkan aset hasil pencurian. Mereka mengonversi aset tersebut menjadi Bitcoin dan mata uang digital lainnya dengan tujuan mengubahnya menjadi uang tunai.

    Secara lebih luas, FBI menuduh Korea Utara terlibat dalam aktivitas kejahatan siber ilegal dan pencurian aset virtual.

    Menurut sejumlah laporan, Korea Utara secara sistematis mengembangkan operasi sibernya dengan merekrut mahasiswa paling berprestasi dari berbagai universitas, kemudian mengarahkan mereka untuk bergabung dengan kelompok peretas yang berada di bawah pengawasan badan intelijen negara tersebut.

    Sejumlah operasi perang siber Korea Utara bahkan diduga dilakukan dari wilayah China yang berbatasan langsung dengan negara itu, berdasarkan analisis sejumlah kelompok teknologi.

    Sebagian besar aktivitas peretasan yang dilakukan kelompok tersebut berfokus pada keuntungan finansial.

    Peretas Korea Utara juga diduga terlibat dalam pencurian mata uang kripto senilai US$620 juta (sekitar Rp10,1 triliun) pada 2022.

    Dalam aksi pencurian terbaru ini, agen Korea Utara dituduh memanfaatkan otorisasi khusus untuk mengubah sistem dompet panas Binance yang terhubung ke internet, sehingga dana dapat dipindahkan secara otomatis ke pihak penyerang.

    TRM Labs menilai pelaku kemungkinan berhasil memperoleh akses ke sistem penandatanganan transaksi dompet panas Binance sebagai bagian dari skema tersebut.

    Binance belum memberikan tanggapan langsung mengenai kemungkinan keterkaitan insiden ini dengan Korea Utara.

    Perusahaan tersebut awalnya menduga laptop milik seorang teknisi telah disusupi sehingga memungkinkan penarikan dana tanpa izin. Namun, Binance kemudian menyatakan bahwa serangan tersebut memiliki cakupan yang lebih luas.

    “Penyelidikan lanjutan kami menemukan sejumlah titik pelanggaran keamanan lainnya,” kata Co-CEO Binance, Richard Teng.

    Juru bicara Binance mengatakan pada Jumat bahwa sekitar 80 persen aset yang dicuri telah berhasil diamankan. Namun, sisanya masih belum diketahui keberadaannya.

    Jika tuduhan tersebut terbukti benar, pencurian dalam skala rekor ini menunjukkan semakin besarnya kemampuan kelompok peretas yang diduga berasal dari Korea Utara. Hal tersebut sekaligus menjadi indikasi bahwa perangkat dan teknik yang digunakan dalam kejahatan siber semakin canggih.

    Para pakar juga menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah memberikan cara baru bagi para pelaku ancaman siber untuk menjalankan kejahatan, termasuk melalui otomatisasi dan berbagai metode lainnya.

    Dalam kasus ini, penggunaan AI untuk menyusup ke sistem Binance juga dinilai sebagai kemungkinan yang masuk akal.

    Chainalysis menyebut pelaku menggunakan pola pencucian uang yang “belum pernah kami lihat sebelumnya”.

    hacekr internet keuangan korea utara
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Kritik Monarki Thailand dengan Kostum Harry Potter, Pengacara HAM Ini Divonis 34 Tahun Penjara

    31/10/2026
    Hiburan

    Polisi Anti-Huru-hara Dikerahkan ke Mahkamah Konstitusi Polandia di Tengah Perebutan Kendali Peradilan

    31/10/2026
    Hiburan

    Polisi Skotlandia Selidiki Dugaan Kunjungan Andrew dan Jeffrey Epstein ke Kastil Balmoral

    31/10/2026
    Bisnis

    Binance Berupaya Selamatkan Dana Rp103 Triliun yang Dicuri dalam Peretasan Diduga Libatkan Korea Utara

    31/10/2026
    Bisnis

    AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot ke Ukraina, Pengiriman Diperkirakan Butuh Bertahun-tahun

    31/10/2026
    Lain Lain

    Xi Jinping Perketat Disiplin Partai, China Catat Rekor 33 Pejabat Dipecat

    30/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Kritik Monarki Thailand dengan Kostum Harry Potter, Pengacara HAM Ini Divonis 34 Tahun Penjara

    31/10/2026

    Polisi Anti-Huru-hara Dikerahkan ke Mahkamah Konstitusi Polandia di Tengah Perebutan Kendali Peradilan

    31/10/2026

    Polisi Skotlandia Selidiki Dugaan Kunjungan Andrew dan Jeffrey Epstein ke Kastil Balmoral

    31/10/2026

    Peretas Elite Korea Utara Jadi Tersangka Utama Peretasan Binance Senilai Rp103 Triliun

    31/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.