United States Department of Justice (DOJ) mengirim seorang jaksa federal untuk memantau proses pengolahan surat suara di Los Angeles pada Jumat pagi, menurut keterangan kantor penyelenggara pemilu setempat. Langkah itu dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim awal pekan ini bahwa kantor jaksa federal di wilayah tersebut sedang menyelidiki proses penghitungan suara.
Juru bicara kantor Registrar-Recorder Los Angeles County, Mike Sanchez, mengatakan pihaknya menerima pemberitahuan pada Kamis malam bahwa Kantor Kejaksaan Amerika Serikat akan mengirim seorang Asisten Jaksa AS ke Pusat Pemrosesan Surat Suara untuk mengamati kegiatan pengolahan suara.
“Orang tersebut tiba pagi ini, menerima penjelasan mengenai program pengamatan publik, dan mengikuti tur untuk melihat operasi pemrosesan surat suara,” kata Sanchez dalam surat elektroniknya.
Ia menambahkan bahwa proses pengolahan surat suara di wilayah tersebut memang terbuka untuk pengawasan publik.
Trump Kembali Menuding Tanpa Bukti
Trump berulang kali menuding lambatnya proses penghitungan suara dalam pemilihan pendahuluan yang berlangsung Selasa lalu sebagai indikasi adanya “kecurangan” dari Partai Demokrat.
Namun hingga kini tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Sejumlah persaingan politik penting di California memang belum dapat dipastikan pemenangnya. Negara bagian itu juga telah lama dikenal lambat dalam melaporkan hasil pemilu.
Salah satu penyebabnya adalah banyaknya surat suara melalui pos yang baru diterima atau diserahkan pada hari pemungutan suara.
Menurut California Voter Foundation, organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan proses pemilu, sebagian besar suara tambahan yang dihitung setelah hari pemilihan berasal dari surat suara yang dikirim melalui pos.
DOJ belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait pengiriman jaksa tersebut.
Jaksa Federal Sebut Ada Investigasi Dugaan Kecurangan
Sebelumnya pada Jumat, Wakil Kepala Jaksa Amerika Serikat untuk Los Angeles, Bill Essayli, yang ditunjuk oleh Trump, menyatakan melalui media sosial bahwa kantornya sedang menangani “beberapa penyelidikan terkait kecurangan pemilu”.
Dalam unggahannya, Essayli juga mengkritik sistem pemilu California.
Meski demikian, kantor kejaksaan federal di Los Angeles mengonfirmasi bahwa salah satu pengacaranya memang dikirim untuk mengamati proses penghitungan suara, tetapi tidak menjelaskan apakah langkah tersebut berkaitan dengan investigasi yang disebut Essayli.
Pengawasan Pemilu Sudah Menjadi Praktik Lama
Departemen Kehakiman Amerika Serikat memiliki tradisi panjang mengirim pengawas ke lokasi pemilu, termasuk saat pemilihan pendahuluan.
Tujuannya adalah memastikan kepatuhan terhadap hukum pemilu federal, termasuk aturan mengenai bantuan bahasa bagi pemilih di wilayah tertentu serta pencegahan intimidasi terhadap petugas pemungutan suara.
Sementara itu, kantor Registrar-Recorder Los Angeles County membela integritas proses yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan di media sosial pada Kamis, lembaga tersebut menegaskan bahwa para petugasnya bekerja untuk memastikan setiap suara diproses dan diverifikasi secara akurat sebelum dihitung.
Di sisi lain, kantor Jaksa Wilayah Los Angeles menyatakan bahwa mereka belum menerima laporan apa pun dari pemerintah federal terkait dugaan pelanggaran pidana dalam proses penghitungan suara atau kecurangan pada pemilihan pendahuluan di Los Angeles County.
Dua Pertarungan Politik Besar Jadi Sorotan
California tahun ini menjadi pusat perhatian politik nasional karena menggelar dua kontestasi besar yang melibatkan kandidat Republik terkemuka, yakni pemilihan gubernur dan pemilihan wali kota Los Angeles.
Dua kandidat dengan suara terbanyak dalam masing-masing pemilihan akan melaju ke pemilihan umum pada November mendatang.
Secara historis, posisi kandidat Demokrat biasanya menguat seiring bertambahnya jumlah suara yang dihitung.
Pola yang sama kembali terlihat tahun ini.
Hal tersebut terjadi karena suara yang diberikan secara langsung pada hari pemungutan suara umumnya sudah hampir seluruhnya dilaporkan pada malam pemilu, sedangkan suara yang dihitung belakangan didominasi oleh surat suara melalui pos.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemilih Demokrat cenderung lebih banyak menggunakan surat suara pos, sementara pemilih Republik lebih sering datang langsung ke tempat pemungutan suara.
Otoritas California Minta Publik Bersabar
Menteri Luar Negeri California, Shirley Weber, mengingatkan bahwa undang-undang negara bagian memberikan waktu hingga 30 hari bagi petugas pemilu untuk menyelesaikan proses penghitungan dan sertifikasi hasil pemilu.
“Dalam waktu sesegera mungkin, komitmen kami tetap sama: di California, setiap surat suara dihitung dengan benar dan setiap suara dipertanggungjawabkan,” demikian bunyi pernyataan Weber.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan politik dan tuduhan yang belum terbukti mengenai integritas proses pemilu di negara bagian dengan jumlah pemilih terbesar di Amerika Serikat.
