Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Gubernur California Ubah Hukuman Mati 548 Narapidana Menjadi Penjara Seumur Hidup

    06/11/2026

    Trump Tetapkan Ruang Oval sebagai Monumen Nasional untuk Cegah Perubahan oleh Presiden Mendatang

    06/11/2026

    Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Divonis 10 Tahun Penjara

    06/11/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Gubernur California Ubah Hukuman Mati 548 Narapidana Menjadi Penjara Seumur Hidup

      06/11/2026

      Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Divonis 10 Tahun Penjara

      06/11/2026

      Polusi Udara Beracun Kembali Selimuti New Delhi, Seberapa Siap Ibu Kota India Menghadapinya?

      06/11/2026

      Ancaman Bom Palsu Kembali Sasar Maskapai dan Bandara Eropa, Puluhan Penerbangan Terdampak

      06/11/2026

      Mengetahui Risiko Demensia Sejak Dini, Hasil Tes Genetik Mengubah Cara Laura Memandang Hidup

      05/11/2026
    • TEKNOLOGI

      Ancaman Bom Palsu Kembali Sasar Maskapai dan Bandara Eropa, Puluhan Penerbangan Terdampak

      06/11/2026

      Saham Teknologi Dunia Anjlok, Hasil Pemilu AS Picu Kekhawatiran Perlambatan Industri AI

      06/11/2026

      Uji Coba Vaksin Hepatitis B pada Bayi di Guinea-Bissau Dibatalkan Usai Dikecam Tidak Etis

      05/11/2026

      El Niño Picu Badai Ekstrem di Asia Timur, Suhu Samudra Pasifik Capai Rekor Tertinggi

      05/11/2026

      Canva Pangkas Ribuan Pekerja, 22 Persen Karyawan Terdampak dalam Restrukturisasi Besar

      04/11/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Trump Tetapkan Ruang Oval sebagai Monumen Nasional untuk Cegah Perubahan oleh Presiden Mendatang
    Lain Lain

    Trump Tetapkan Ruang Oval sebagai Monumen Nasional untuk Cegah Perubahan oleh Presiden Mendatang

    joveBy jove06/11/2026No Comments3 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang diklaimnya akan mencegah presiden-presiden berikutnya melakukan perubahan tertentu terhadap Ruang Oval di Gedung Putih.

    Trump, mantan taipan properti, telah mengubah ruang kerja resmi presiden tersebut selama masa jabatan keduanya. Salah satu perubahan paling mencolok adalah penambahan berbagai ornamen berwarna emas pada dinding ruangan.

    “Jadi, kami menetapkannya sebagai monumen nasional. Tidak seorang pun boleh menyentuhnya, menghancurkannya, atau merobohkannya hanya karena orang-orang bodoh ingin membangun sesuatu dengan bentuk yang sedikit berbeda,” kata Trump kepada wartawan pada Kamis.

    Presiden Amerika Serikat saat ini memiliki kewenangan untuk melakukan sejumlah perubahan terhadap Gedung Putih. Namun, proyek berskala besar membutuhkan persetujuan Kongres.

    Perintah eksekutif yang ditandatangani pada Kamis menetapkan Ruang Oval sebagai monumen nasional, bersama sejumlah ruangan di sekitarnya.

    Dokumen tersebut juga menyatakan bahwa ketetapan itu tidak “membatasi kewenangan presiden untuk mendekorasi ulang monumen, memilih perabot, atau melakukan perubahan operasional dan keamanan rutin yang tidak secara substansial merusak struktur bersejarah maupun karakter arsitektural monumen tersebut”.

    “Kami menyukai Ruang Oval. Tempat itu merupakan simbol, seperti Gedung Putih itu sendiri. Ini adalah simbol negara kami dan kebesaran negara kami,” ujar Trump.

    – Bagaimana Trump mengubah Gedung Putih sesuai dengan citra dirinya

    Presiden memiliki kewenangan untuk menetapkan monumen nasional, yang statusnya serupa dengan taman nasional.

    Perintah Trump meminta agar Ruang Oval dikelola oleh Dinas Taman Nasional dengan cara yang “melindungi karakter bersejarah, keutuhan arsitektural, serta kaitannya dengan jabatan kepresidenan”.

    Seluruh bangunan Gedung Putih sendiri telah berstatus sebagai Bangunan Bersejarah Nasional (National Historic Landmark). Penetapan ini dimaksudkan untuk mencegah perubahan mendadak terhadap bangunan tersebut.

    Dalam proklamasinya, Trump mengakui adanya perlindungan yang sudah berlaku. Namun, ia menyatakan bahwa “Ruang Oval tetap layak mendapatkan pengakuan khusus dan pengelolaan perlindungan sebagai bangunan bersejarah tersendiri yang memiliki arti penting bagi negara”.

    Kongres telah menetapkan pengecualian terhadap Undang-Undang Pelestarian Sejarah Nasional (National Historic Preservation Act) agar presiden dapat melakukan perubahan yang diperlukan. Ruang Oval yang digunakan saat ini telah berdiri sejak awal 1930-an, setelah dirancang pada masa pemerintahan Presiden Franklin D. Roosevelt.

    Greg Werkheiser dari firma hukum Cultural Heritage Partners, yang mengkhususkan diri dalam pelestarian warisan bersejarah, mengatakan bahwa perubahan sementara seperti “perabot dan dekorasi sepenuhnya menjadi kewenangan presiden”.

    “Selama perubahan tersebut tidak merusak karya seni dan arsitektur permanen, presiden pada umumnya bebas melakukan apa pun yang diinginkan,” katanya.

    Werkheiser menilai pemerintahan Trump telah menunjukkan sikap sangat tidak menghargai sejumlah situs bersejarah lainnya di Washington. Melalui berbagai gugatan hukum, pemerintahan tersebut juga berupaya melemahkan undang-undang yang mewajibkan pelestarian situs-situs tersebut.

    Trump telah menjalankan proyek besar untuk memperindah Washington. Dalam sepekan terakhir, ia menggelar tiga acara untuk memamerkan berbagai proyek pembangunan, meskipun Partai Republik yang dipimpinnya mengalami kekalahan telak dari Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu.

    “Ironisnya, di satu sisi dia berbicara tentang pentingnya melestarikan Ruang Oval, sesuatu yang secara hukum tidak berarti karena dia tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya. Namun, di sisi lain, dia justru menghancurkan undang-undang yang memungkinkan kita melestarikan situs-situs bersejarah lainnya.”

    Werkheiser menyoroti upaya Trump untuk merenovasi Kennedy Center di Washington DC, membangun gerbang kemenangan baru di kota tersebut, serta mengecat bagian luar gedung eksekutif bersejarah yang terbuat dari granit. Firma hukumnya telah mengajukan gugatan untuk menghentikan dua dari proyek tersebut.

    Pada Oktober, Trump menyatakan dalam wawancara dengan majalah Time bahwa Ruang Oval mungkin perlu dirobohkan karena masalah keamanan yang menjadi perhatian Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service).

    “Saya berkata, ‘Persetan, kalian tidak bisa membangun yang baru. Ini tempat istimewa,'” ujar Trump saat itu.

    Selama kampanye pemilihan paruh waktu, Partai Demokrat mengkritik perubahan desain yang dilakukan Trump. Mantan Presiden Barack Obama bahkan mengatakan bahwa sentuhan warna emas yang ditambahkan Trump telah membuat Gedung Putih “terlihat seperti Saddam Hussein membuka restoran Cheesecake Factory”.

    amerika politik trump
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Gubernur California Ubah Hukuman Mati 548 Narapidana Menjadi Penjara Seumur Hidup

    06/11/2026
    Hukum Kriminal

    Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Divonis 10 Tahun Penjara

    06/11/2026
    Bencana

    Polusi Udara Beracun Kembali Selimuti New Delhi, Seberapa Siap Ibu Kota India Menghadapinya?

    06/11/2026
    Hukum Kriminal

    Ancaman Bom Palsu Kembali Sasar Maskapai dan Bandara Eropa, Puluhan Penerbangan Terdampak

    06/11/2026
    Bisnis

    Saham Teknologi Dunia Anjlok, Hasil Pemilu AS Picu Kekhawatiran Perlambatan Industri AI

    06/11/2026
    Bisnis

    Uji Coba Vaksin Hepatitis B pada Bayi di Guinea-Bissau Dibatalkan Usai Dikecam Tidak Etis

    05/11/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Gubernur California Ubah Hukuman Mati 548 Narapidana Menjadi Penjara Seumur Hidup

    06/11/2026

    Trump Tetapkan Ruang Oval sebagai Monumen Nasional untuk Cegah Perubahan oleh Presiden Mendatang

    06/11/2026

    Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Divonis 10 Tahun Penjara

    06/11/2026

    Polusi Udara Beracun Kembali Selimuti New Delhi, Seberapa Siap Ibu Kota India Menghadapinya?

    06/11/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.