Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Australia Perketat Aturan Produsen Tabir Surya Usai Skandal Keamanan Produk

    28/10/2026

    IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

    28/10/2026

    Mbappé Minta Maaf Usai Lelucon tentang Mao Zedong Picu Kemarahan di China

    28/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Australia Perketat Aturan Produsen Tabir Surya Usai Skandal Keamanan Produk

      28/10/2026

      IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

      28/10/2026

      Mbappé Minta Maaf Usai Lelucon tentang Mao Zedong Picu Kemarahan di China

      28/10/2026

      China Kini Menanggung Lebih Banyak Lansia daripada Anak-anak, Tekanan Demografi Meningkat

      28/10/2026

      Macklemore Mulai Tur Free Palestine di Dublin Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran

      27/10/2026
    • TEKNOLOGI

      IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

      28/10/2026

      Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

      27/10/2026

      Anthropic Peringatkan Risiko AI yang Bisa Mengancam Umat Manusia Jelang IPO Bernilai Fantastis

      27/10/2026

      Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

      26/10/2026

      Tren “Ferritin Face” Viral di Media Sosial, Benarkah Wajah Pucat dan Rambut Rontok Menandakan Kekurangan Zat Besi?

      26/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Setahun Berlalu, Misteri Jatuhnya Air India yang Tewaskan 250 Orang Masih Belum Terpecahkan
    Lain Lain

    Setahun Berlalu, Misteri Jatuhnya Air India yang Tewaskan 250 Orang Masih Belum Terpecahkan

    joveBy jove13/06/2026No Comments3 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Para penyelidik yang menelusuri penyebab kecelakaan pesawat Air India yang menewaskan 250 orang mengatakan mereka masih belum siap merilis laporan akhir investigasi.

    Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) pada Jumat, bertepatan dengan peringatan satu tahun tragedi tersebut, merilis pembaruan yang menyatakan bahwa telah dicapai “kemajuan signifikan” dalam analisis bukti terkait kecelakaan, namun proses tersebut masih berlangsung.

    AAIB tidak memberikan banyak rincian tambahan, termasuk kapan laporan akhir akan diterbitkan.

    Penyebab pasti jatuhnya pesawat Boeing 787 Dreamliner sesaat setelah lepas landas dari Ahmedabad menuju London pada 12 Juni 2025 telah menjadi bahan spekulasi luas.

    Pesawat itu jatuh sekitar 6 kilometer dari bandara dan menghantam sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal dokter di Byramjee Jeejeebhoy Medical College and Civil Hospital, sehingga memicu ledakan.

    Sebanyak 19 orang tewas di darat, sementara 241 orang di dalam pesawat juga kehilangan nyawa. Dari para penumpang dan awak yang meninggal, 169 merupakan warga negara India dan 53 warga negara Inggris.

    Hanya satu orang yang selamat, yakni Viswashkumar Ramesh, warga Leicester.

    “Selama setahun terakhir, tim investigasi telah melakukan pemeriksaan yang luas dan menyeluruh terhadap seluruh faktor teknis, operasional, organisasi, dan manusia yang terkait dengan kecelakaan ini,” kata AAIB dalam pernyataan terbarunya.

    “Kemajuan signifikan telah dicapai dalam pemeriksaan dan analisis sistem pesawat, data perekam penerbangan, komponen terkait mesin, catatan perawatan dan operasional, serta bukti lain yang relevan dengan investigasi.

    “Bukti yang telah dikumpulkan dan hasil berbagai pemeriksaan saat ini sedang dianalisis secara komprehensif dan terintegrasi.”

    AAIB menambahkan, “Laporan Akhir akan dirilis setelah seluruh kegiatan investigasi dan proses peninjauan serta konsultasi internasional yang diperlukan selesai dilakukan,” seraya menegaskan bahwa “setiap aspek kecelakaan akan diperiksa dengan tingkat kehati-hatian dan ketelitian tertinggi.”

    Pernyataan tersebut, yang juga menyampaikan belasungkawa kepada “keluarga dan orang-orang terkasih” para korban, menekankan bahwa “satu-satunya tujuan investigasi kecelakaan adalah meningkatkan keselamatan penerbangan melalui identifikasi pelajaran yang dapat dipetik dan rekomendasi keselamatan, bukan untuk menentukan kesalahan atau tanggung jawab hukum.”

    AAIB diwajibkan memberikan pembaruan pada peringatan satu tahun kecelakaan sesuai dengan aturan penerbangan internasional.

    Sebelumnya, telah muncul keraguan luas bahwa laporan terbaru ini akan memberikan kesimpulan yang pasti. Pada Mei lalu, Menteri Penerbangan Sipil India memperkeruh situasi ketika mengatakan kepada wartawan bahwa investigasi kecelakaan telah memasuki “tahap akhir” dan laporan final “kemungkinan besar akan terbit dalam waktu sekitar satu bulan”.

    Sorotan terhadap Pilot

    Pada 12 Juli tahun lalu, laporan pendahuluan dipublikasikan. Laporan itu menemukan bahwa hanya beberapa detik setelah lepas landas, sakelar kontrol bahan bakar tiba-tiba berpindah ke posisi “cut-off”, menghentikan pasokan bahan bakar ke mesin dan menyebabkan hilangnya tenaga secara total.

    Rekaman audio dari kokpit menangkap percakapan ketika salah satu pilot bertanya kepada rekannya mengapa ia melakukan hal tersebut, dan pilot lainnya menjawab bahwa dirinya tidak melakukannya. Para penyelidik tidak mengungkapkan pilot mana yang mengucapkan masing-masing pernyataan tersebut.

    Dalam beberapa hari setelah laporan itu dirilis, perhatian publik mulai tertuju kepada para pilot. The Wall Street Journal dan kantor berita Reuters melaporkan bahwa rincian baru dalam investigasi mengarahkan sorotan kepada pilot senior di kokpit, Kapten Sumeet Sabharwal.

    Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber anonim, “rekaman percakapan di kokpit antara dua pilot penerbangan Air India” yang jatuh tahun lalu mendukung pandangan bahwa “kapten memutus aliran bahan bakar ke mesin pesawat”.

    Laporan media tersebut memicu reaksi keras dari asosiasi pilot di India. Mereka mengkritik pemberitaan tersebut dan menolak dugaan bahwa pilot senior menjadi penyebab kecelakaan, sekaligus mengkritik AAIB.

    Pekan ini, ayah Sabharwal mengatakan bahwa dirinya bertekad terus membela reputasi putranya di tengah berbagai tuduhan yang beredar.

    “Setiap kali kecelakaan terjadi, pilot selalu disalahkan. Mengapa? Karena itu cara paling mudah untuk menutup kasus. Putra saya sudah tiada dan tidak bisa membela dirinya sendiri,” kata Pushkar Raj, yang kini berusia lebih dari 90 tahun.

    India kecelakaan pesawat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Gaya Hidup

    Australia Perketat Aturan Produsen Tabir Surya Usai Skandal Keamanan Produk

    28/10/2026
    Bisnis

    IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

    28/10/2026
    Budaya

    Mbappé Minta Maaf Usai Lelucon tentang Mao Zedong Picu Kemarahan di China

    28/10/2026
    Bisnis

    Hubungan India dan China Mulai Membaik, Ketegangan Perbatasan Kembali Mencuat

    28/10/2026
    Budaya

    China Kini Menanggung Lebih Banyak Lansia daripada Anak-anak, Tekanan Demografi Meningkat

    28/10/2026
    Hiburan

    Pemilu Israel Belum Tentukan Pemenang, Netanyahu dan Eisenkot Bersaing Ketat

    28/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Australia Perketat Aturan Produsen Tabir Surya Usai Skandal Keamanan Produk

    28/10/2026

    IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

    28/10/2026

    Mbappé Minta Maaf Usai Lelucon tentang Mao Zedong Picu Kemarahan di China

    28/10/2026

    Hubungan India dan China Mulai Membaik, Ketegangan Perbatasan Kembali Mencuat

    28/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.