Seorang teman memesan dua koktail. Teman lain “hanya ingin mencoba” arancini truffle seharga £16. Sementara Anda tetap setia memesan air putih.
Lalu saat pelayan meletakkan mesin pembayaran di meja pada akhir makan malam, Anda pun menghadapi situasi sosial yang rumit.
Bahkan jika Anda masih cukup sadar untuk menghitung tagihan masing-masing, sering kali sulit menentang teman yang dengan santai berkata, “Sudah, kita bagi rata saja!”
“Kalau makan di luar, kami memang selalu membagi tagihan sama rata,” kata Ella, seorang staf komunikasi dari Leeds.
Perempuan berusia 23 tahun itu mengaku tidak pernah menyarankan agar setiap orang membayar sesuai pesanannya sendiri karena “rasanya canggung”.
Meski berpenghasilan lebih dari £30.000 per tahun, beberapa temannya memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Karena itu, ia sering kesulitan menolak ketika mereka ingin pergi ke restoran yang sebenarnya berada di luar kemampuannya.
Alih-alih mengeluh, Ella memilih menyesuaikan pesanannya dengan teman-temannya agar tidak merasa dirugikan.
Situasi itu menjadi lebih berat ketika menyangkut pengeluaran besar seperti liburan.
Ketika hal itu terjadi, Ella tidak mengungkapkan perasaannya kepada teman-temannya. Sebaliknya, ia berusaha mencari tambahan uang dari sumber lain.
“Biasanya saya diam-diam menelepon ibu saya untuk meminjam uang tambahan,” ujarnya.
Banyak Orang Sulit Membicarakan Soal Uang
Keengganan Ella untuk berbicara terbuka ternyata mencerminkan fenomena yang lebih luas.
Riset dari Money and Pensions Service (MaPS) pada 2025 menemukan bahwa hanya empat dari sepuluh orang dewasa yang merasa nyaman membicarakan masalah keuangan dengan teman.
Perempuan juga tercatat lebih jarang merasa nyaman membahas uang dibandingkan laki-laki, yakni 39 persen berbanding 50 persen.
Ella mengatakan topik uang hampir tidak pernah dibahas dalam lingkaran pertemanannya.
Mereka bahkan baru saja memesan liburan pantai selama empat malam dengan biaya sekitar £680 per orang untuk tiket pesawat dan akomodasi. Untuk mencatat berbagai pengeluaran selama perjalanan, mereka menggunakan aplikasi pembagi tagihan sebelum menghitung semuanya di akhir.
“Kami tidak pernah benar-benar mempertimbangkan apakah sesuatu itu terjangkau atau tidak,” katanya.
“Kami semua membayar jumlah yang sama, berapa pun gajinya.”
Lebih Baik Bicara dari Awal
Datang ke restoran lalu mengumumkan bahwa Anda tidak ingin ikut membayar minuman beralkohol teman-teman memang bisa membuat Anda terlihat seperti perusak suasana.
Namun para ahli justru menilai keterbukaan sejak awal adalah cara terbaik untuk menghindari masalah.
Laura Pomfret, CEO komunitas keuangan perempuan Financielle, mengatakan banyak orang takut berbicara karena khawatir merusak suasana.
Padahal, menurutnya, teman-teman biasanya memberikan respons positif ketika seseorang jujur mengenai kondisi keuangannya.
“Jika Anda memiliki batas anggaran tertentu, katakan sejak awal daripada duduk sepanjang makan malam sambil berharap ada orang lain yang mengusulkan pembayaran terpisah,” sarannya.
Ia juga memberikan beberapa tips:
- Tentukan sejak awal. Jika suatu acara berada di luar anggaran Anda, tabung terlebih dahulu atau pilih untuk tidak ikut.
- Berikan alasan. Anda tidak harus mengatakan tidak mampu. Anda bisa menjelaskan bahwa sedang menabung untuk liburan, membeli rumah, atau berinvestasi.
- Ingat bahwa cara menggunakan uang bersifat pribadi. Meskipun teman Anda mampu membayar makan malam £100, belum tentu ia ingin menghabiskan uangnya dengan cara itu.
Semakin Terbuka, Semakin Mudah
Chloe, 31 tahun, pendiri perusahaan rintisan teknologi dengan penghasilan sekitar £80.000 per tahun, mengatakan ia dan teman-temannya sangat terbuka mengenai gaji serta kemampuan finansial masing-masing.
Menurutnya, hal itu terjadi karena mereka telah melewati berbagai masa sulit bersama.
“Kami membicarakan uang sepanjang waktu. Kenaikan gaji, investasi, atau apakah kami mampu membeli sesuatu.”
“Kami bisa mengatakan, ‘Saya belum mampu bulan ini, bagaimana kalau bulan depan saja?’ Intinya adalah menghancurkan rasa malu yang tidak perlu.”
Kini setelah penghasilannya lebih tinggi, Chloe bahkan terkadang membantu teman-temannya.
“Saya tinggal di London. Kalau ada teman yang sedang menganggur datang berkunjung, mungkin mereka hanya membayar tiket kereta, lalu saya memastikan sudah menganggarkan biaya makan malam karena saya memang ingin kami pergi bersama,” katanya.
Jangan Lupa Biaya Layanan dan Tip
Namun bahkan kelompok teman yang terbuka soal uang tetap bisa menghadapi masalah.
Mark Fullilove, seorang manajer pemasaran dari Birmingham, mengatakan bahwa ia dan teman-temannya selalu membayar sesuai pesanan masing-masing saat makan di restoran.
Meski begitu, kadang masih muncul kekurangan pembayaran karena ada menu yang terlupa dihitung atau biaya layanan tidak dimasukkan ke dalam perhitungan.
“Saya pernah harus menutupi kekurangannya karena menjadi orang terakhir yang membayar,” kata pria berusia 37 tahun itu.
Saat berlibur bersama, mereka biasanya membagi biaya secara merata. Namun teman-teman yang memiliki pendapatan lebih rendah diperbolehkan membayar bagian mereka ketika sudah mampu, tanpa harus langsung menyediakan uang muka saat itu juga.
Membayar Sesuai Konsumsi Dinilai Paling Adil
Pada akhirnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa membayar sesuai apa yang dikonsumsi merupakan cara yang paling adil bagi semua pihak.
Tidak mengherankan, pembagian tagihan secara merata cenderung membuat orang memesan lebih banyak makanan atau memilih menu yang lebih mahal, seperti kaviar dan lobster, karena biaya akhirnya akan ditanggung bersama.
Akibatnya, total tagihan untuk seluruh kelompok menjadi lebih tinggi.
Untungnya, saat ini tersedia banyak aplikasi yang dapat menghitung tagihan masing-masing orang secara cepat, termasuk pembagian tip atau biaya layanan, tanpa perlu repot melakukan perhitungan rumit setelah beberapa gelas minuman.
Namun jika semua itu masih terasa terlalu canggung, ada alternatif lain yang sering muncul di media sosial.
Caranya sederhana: semua orang meletakkan kartu kredit mereka di tengah meja, lalu pelayan memilih satu kartu secara acak.
Pemilik kartu yang terpilih itulah yang harus membayar seluruh tagihan makan malam.
