Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    China Hadapi Ancaman Baru saat Bencana Alam Melanda: Video AI Palsu yang Menyesatkan

    28/07/2026

    Trump Klaim Ada Negosiasi dengan Iran di Tengah Jeda Serangan, Teheran Membantah Pembicaraan Langsung

    28/07/2026

    Dua Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia, Klub Lari di Bali Diduga Diskriminatif terhadap Warga Lokal

    28/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Trump Klaim Ada Negosiasi dengan Iran di Tengah Jeda Serangan, Teheran Membantah Pembicaraan Langsung

      28/07/2026

      Dua Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia, Klub Lari di Bali Diduga Diskriminatif terhadap Warga Lokal

      28/07/2026

      Kebakaran Hutan Kian Mendekati Bordeaux, Wali Kota Siapkan Skenario Terburuk

      28/07/2026

      Gelombang Protes Pembangunan Masjid Pertama Picu Perdebatan soal Identitas Jepang

      28/07/2026

      Shein Rugi pada Kuartal Pertama, Penjualan Tertekan akibat Tarif Baru Trump

      27/07/2026
    • TEKNOLOGI

      China Hadapi Ancaman Baru saat Bencana Alam Melanda: Video AI Palsu yang Menyesatkan

      28/07/2026

      Dugaan Peretasan OpenAI, Ancaman Nyata atau Sekadar Aksi Publisitas?

      25/07/2026

      Kongres AS Ajukan RUU “Kill Switch” AI setelah Insiden OpenAI, Pemerintah Diusulkan Bisa Mematikan Sistem Kecerdasan Buatan

      24/07/2026

      Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

      23/07/2026

      Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Anak di Bawah 15 Tahun Menggunakan Media Sosial

      22/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Baru dalam Serangan Besar ke Kyiv, Sedikitnya Empat Tewas
    Lain Lain

    Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Baru dalam Serangan Besar ke Kyiv, Sedikitnya Empat Tewas

    joveBy jove25/05/2026No Comments3 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Rusia menggunakan rudal balistik hipersonik baru dalam salah satu serangan terbesar terhadap wilayah Kyiv sejak perang dimulai. Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang.

    Amerika Serikat mengklasifikasikan rudal Oreshnik — yang mampu membawa beberapa hulu ledak konvensional maupun nuklir — sebagai rudal jarak menengah. Kecepatan dan lintasan rudal tersebut membuatnya hampir mustahil dicegat sistem pertahanan udara yang dimiliki Ukraina saat ini. Ini baru ketiga kalinya Rusia menggunakan rudal tersebut.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan rudal itu jatuh di dekat kota Bila Tserkva, wilayah Ukraina tengah.

    “Mereka benar-benar sudah tidak waras. Sangat penting agar Rusia tidak dibiarkan lolos tanpa hukuman,” kata Zelensky.

    Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan rudal yang ditembakkan membawa hulu ledak tiruan.

    Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut penggunaan rudal Oreshnik — sistem yang dirancang membawa hulu ledak nuklir — sebagai “taktik intimidasi politik dan permainan berbahaya di ambang konflik nuklir” dalam unggahannya di platform X.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengecam serangan Rusia semalam dan mengatakan penggunaan rudal Oreshnik menandai “eskalasi” dalam “perang agresi Rusia”.

    Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut langkah Rusia itu sebagai “eskalasi yang sembrono” dan kembali menegaskan dukungan penuh Jerman untuk Ukraina.

    Secara keseluruhan, Rusia meluncurkan 600 drone dan 90 rudal ke Ukraina dalam semalam, menurut Angkatan Udara Ukraina, yang mengklaim berhasil menembak jatuh 604 senjata tersebut. Sybiha menyebut serangan itu sebagai salah satu yang terbesar terhadap ibu kota Ukraina.

    “Sayangnya, tidak semua rudal balistik berhasil dicegat. Kyiv mengalami serangan paling besar dan memang menjadi target utama serangan Rusia ini,” kata Zelensky.

    Serangan besar terhadap ibu kota Ukraina itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan aksi balasan atas serangan mematikan Ukraina di wilayah pendudukan Rusia di Ukraina.

    Putin menuding Ukraina melakukan aksi “terorisme” setelah drone Ukraina disebut menyerang asrama perguruan tinggi di Starobilsk, kota di wilayah Luhansk timur yang diduduki Rusia, pada Jumat lalu.

    Kantor berita pemerintah Rusia, TASS, melaporkan pada Sabtu bahwa jumlah “anak-anak yang tewas akibat serangan drone Ukraina” meningkat menjadi 18 orang, mengutip data dari Kementerian Situasi Darurat Rusia. Tiga orang lainnya diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.

    Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu mengatakan penggunaan rudal Oreshnik dan rudal balistik lainnya dilakukan “sebagai respons atas serangan teroris Ukraina terhadap target sipil di wilayah Rusia”.

    Militer Ukraina membantah tuduhan Putin dan menegaskan bahwa pihaknya hanya menyerang “infrastruktur militer dan fasilitas yang digunakan untuk kepentingan militer”.

    Militer Ukraina menambahkan bahwa salah satu target yang diserang pada Jumat dini hari adalah “salah satu markas unit Rubicon di wilayah Starobilsk”.

    Pusat Teknologi Nirawak Canggih Rubicon dikenal sebagai unit elite yang mengembangkan teknologi drone dan sistem penargetan Rusia sejak dibentuk pada 2024.

    Di sebuah stasiun metro Kyiv yang dijadikan tempat perlindungan saat serangan Rusia berlangsung pada Minggu dini hari, warga bernama Nataliia Zvarych menggambarkan malam itu sebagai “malam penuh teror”.

    “Kami berjalan di tengah ledakan, kami melihat benda-benda beterbangan di atas sana. Sangat mengerikan dan menakutkan. Kami sudah duduk di sini lebih dari tiga jam sambil terus mendengar ledakan di atas,” kata perempuan 62 tahun itu sambil menyebut serangan Rusia sebagai sesuatu yang “mengerikan”.

    Dalam sindiran keras terhadap Putin, Zelensky mengatakan pada Minggu bahwa “keputusan nyata dibutuhkan dari Amerika Serikat, dari Eropa, dan pihak lain agar lelaki tua keras kepala di Moskow itu mau mengucapkan kata ‘damai’.”

    perang rudal rusia ukraina
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Gadget

    China Hadapi Ancaman Baru saat Bencana Alam Melanda: Video AI Palsu yang Menyesatkan

    28/07/2026
    Lain Lain

    Trump Klaim Ada Negosiasi dengan Iran di Tengah Jeda Serangan, Teheran Membantah Pembicaraan Langsung

    28/07/2026
    Budaya

    Dua Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia, Klub Lari di Bali Diduga Diskriminatif terhadap Warga Lokal

    28/07/2026
    Bencana

    Kebakaran Hutan Kian Mendekati Bordeaux, Wali Kota Siapkan Skenario Terburuk

    28/07/2026
    Bisnis

    Johnson & Johnson Tawarkan Penyelesaian hingga US$5,5 Miliar untuk Akhiri Gugatan Bedak Bayi di AS

    28/07/2026
    Budaya

    Gelombang Protes Pembangunan Masjid Pertama Picu Perdebatan soal Identitas Jepang

    28/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    China Hadapi Ancaman Baru saat Bencana Alam Melanda: Video AI Palsu yang Menyesatkan

    28/07/2026

    Trump Klaim Ada Negosiasi dengan Iran di Tengah Jeda Serangan, Teheran Membantah Pembicaraan Langsung

    28/07/2026

    Dua Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia, Klub Lari di Bali Diduga Diskriminatif terhadap Warga Lokal

    28/07/2026

    Kebakaran Hutan Kian Mendekati Bordeaux, Wali Kota Siapkan Skenario Terburuk

    28/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.