Pengadilan Federal Australia menggandakan nilai kompensasi bagi seorang transgender wanita asal Sydney setelah ia dikeluarkan dari aplikasi khusus perempuan, dalam putusan yang dinilai bersejarah terkait diskriminasi identitas gender di negara tersebut.
Kasus ini muncul hampir dua tahun setelah Roxanne Tickle memenangkan gugatan terhadap Sall Grover, pendiri aplikasi Giggle for Girls, karena memblokir akunnya dengan alasan identitas gender.
Grover mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun pada Jumat, Pengadilan Federal menolak banding itu dan sekaligus menyatakan bahwa Tickle mengalami diskriminasi langsung, bukan diskriminasi tidak langsung, oleh Grover.
Tickle — seorang laki-laki biologis yang mengidentifikasi diri sebagai perempuan — juga memperoleh ganti rugi sebesar AU$20.000 atau sekitar US$14.000, dua kali lipat dari jumlah kompensasi sebelumnya.
Sepanjang persidangan awal, tim hukum Giggle berargumen bahwa jenis kelamin merupakan konsep biologis. Mereka secara terbuka mengakui bahwa Tickle memang mengalami diskriminasi, tetapi menurut mereka diskriminasi itu didasarkan pada jenis kelamin biologis, bukan identitas gender.
Kasus yang dikenal sebagai “Tickle vs Giggle” ini menjadi pertama kalinya dugaan diskriminasi identitas gender dibahas di Pengadilan Federal Australia.
Dalam persidangan sebelumnya, pengadilan mendengar bahwa Grover menghapus akun Tickle setelah melihat apa yang ia sebut sebagai “ciri wajah laki-laki” pada foto profil Tickle.
Grover mengatakan kepada pengadilan bahwa setelah melihat foto tersebut, ia memutuskan Tickle bukan perempuan dan langsung menghapus akun itu, seraya menyebut proses tersebut “sama seperti menghapus semua laki-laki”.
“Saya mungkin melihat foto itu dan langsung berpikir, ‘laki-laki’, lalu memblokirnya,” kata Grover dalam sidang awal.
Berdasarkan Undang-Undang Diskriminasi Seks Australia, penyedia barang atau jasa dilarang melakukan diskriminasi terhadap seseorang berdasarkan identitas gender.
Dalam putusan Pengadilan Federal pada Jumat, majelis hakim menyatakan Grover telah melakukan diskriminasi langsung yang melanggar hukum karena memperlakukan Tickle — “yang merupakan seorang perempuan transgender” — secara kurang menguntungkan dibanding seseorang yang ditetapkan sebagai perempuan sejak lahir ketika ingin mengakses aplikasi Giggle.
Tiga hakim juga menyatakan hakim pada persidangan sebelumnya keliru karena tidak menganggap penghapusan akun Tickle berdasarkan “peninjauan visual pertama” terhadap foto profil sebagai bentuk diskriminasi langsung.
Putusan sebelumnya hanya menyimpulkan bahwa Grover melakukan diskriminasi tidak langsung terhadap Tickle.
Tickle mengunduh aplikasi tersebut pada 2021 dan lolos proses registrasi yang mengharuskan pengguna mengunggah swafoto. Ia menggunakan aplikasi itu selama sekitar enam bulan sebelum akhirnya diblokir.
Grover mendirikan aplikasi Giggle for Girls pada 2020 sebagai respons atas pelecehan daring yang ia alami dari laki-laki selama bekerja sebagai penulis naskah di Hollywood.
“Saya ingin menciptakan ruang aman khusus perempuan yang bisa diakses lewat genggaman tangan,” katanya sebelumnya.
Tak lama setelah putusan terbaru diumumkan, Grover menyatakan dirinya berencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Australia.
