Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Bocah 8 Tahun Aniaya Siswi 6 Tahun di Sekolah India, Rekaman CCTV Picu Kemarahan Publik

    03/11/2026

    Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

    03/11/2026

    Digusur dari Kawasan Bersejarah Delhi, Ratusan Keluarga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian

    03/11/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Bocah 8 Tahun Aniaya Siswi 6 Tahun di Sekolah India, Rekaman CCTV Picu Kemarahan Publik

      03/11/2026

      Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

      03/11/2026

      Digusur dari Kawasan Bersejarah Delhi, Ratusan Keluarga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian

      03/11/2026

      Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Picu Ketegangan Diplomatik dengan Malaysia dan Singapura

      03/11/2026

      Larangan Media Sosial bagi Anak di Australia Digugat, Mahkamah Agung Mulai Gelar Sidang

      03/11/2026
    • TEKNOLOGI

      Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

      03/11/2026

      Korea Utara Bantah Terlibat dalam Peretasan Binance Senilai Rp100 Triliun

      03/11/2026

      Larangan Media Sosial bagi Anak di Australia Digugat, Mahkamah Agung Mulai Gelar Sidang

      03/11/2026

      Pasca-Peretasan Kripto Terbesar dalam Sejarah, Pengguna Binance Tarik Dana US$3,64 Miliar

      02/11/2026

      Peretas Elite Korea Utara Jadi Tersangka Utama Peretasan Binance Senilai Rp103 Triliun

      31/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Teknologi»Gadget»Larangan Media Sosial bagi Anak di Australia Digugat, Mahkamah Agung Mulai Gelar Sidang
    Gadget

    Larangan Media Sosial bagi Anak di Australia Digugat, Mahkamah Agung Mulai Gelar Sidang

    joveBy jove03/11/2026No Comments3 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sidang selama dua hari terkait gugatan terhadap kebijakan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di Australia akan dimulai pada Selasa di Mahkamah Agung, lembaga peradilan tertinggi negara tersebut.

    Dalam pengujian besar terhadap kebijakan yang menjadi salah satu pelopor di dunia itu, sebuah kelompok pegiat hak digital akan berargumen bahwa larangan bagi anak di bawah usia 16 tahun telah merampas hak mereka untuk berkomunikasi secara bebas. Gugatan terpisah yang diajukan platform Reddit juga akan disidangkan secara bersamaan.

    Kebijakan yang mulai diberlakukan pada Desember tahun lalu itu merupakan bagian penting dari serangkaian perubahan besar yang dipelopori pemerintah Australia dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan keamanan di ruang digital.

    Para pendukung menilai larangan tersebut dapat melindungi anak-anak dari konten berbahaya. Namun, para pengkritik menganggap kebijakan itu terlalu menyeluruh dan menilai upaya pemerintah seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan keamanan anak di internet.

    Gugatan konstitusional di Mahkamah Agung Australia diajukan oleh Digital Freedom Project beberapa pekan sebelum larangan tersebut mulai berlaku pada 10 Desember tahun lalu. Kelompok itu dipimpin oleh anggota parlemen Negara Bagian New South Wales, John Ruddick.

    Dua remaja yang awalnya menjadi penggagas utama gugatan tersebut, Noah Jones dan Macy Neyland, telah menarik diri sebagai penggugat. Meski demikian, Jones diperkirakan tetap menghadiri sidang pada Selasa.

    Dalam wawancara pada November tahun lalu, Jones mengatakan bahwa memang terdapat berbagai hal buruk di internet. Namun, menurutnya, larangan menyeluruh bagi anak di bawah 16 tahun bukanlah solusi yang tepat.

    “Kita seharusnya tidak menggunakan sumber daya dan uang yang dimiliki platform media sosial untuk menghindari denda dari pemerintah,” ujarnya.

    “Mereka seharusnya menggunakan uang dan sumber daya tersebut untuk menyingkirkan para predator serta konten berbahaya yang ada di internet.”

    Reddit juga mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung untuk menentang kebijakan tersebut. Perusahaan itu berpendapat bahwa aturan tersebut memiliki implikasi serius terhadap privasi dan hak-hak politik masyarakat.

    Reddit menyatakan mendukung tujuan Australia untuk melindungi generasi muda di internet, “tetapi ada cara yang lebih baik dan lebih efektif” dibandingkan menerapkan larangan.

    “Sambil menggugat undang-undang ini di pengadilan, kami akan tetap mematuhinya dan mendorong penerapan langkah-langkah perlindungan anak muda yang lebih efektif,” kata Kepala Komunikasi Reddit, Adam Collins.

    Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, tahun lalu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan “terintimidasi oleh ancaman hukum”.

    “Kami tidak akan terintimidasi oleh perusahaan teknologi besar. Atas nama para orang tua di Australia, kami akan tetap teguh pada pendirian kami,” ujarnya pada November tahun lalu.

    Berdasarkan kebijakan tersebut, sepuluh platform, yakni Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, Reddit, Snapchat, X, Kick, Threads, dan Twitch, diwajibkan mengambil “langkah-langkah yang wajar” untuk memastikan pengguna berusia di bawah 16 tahun tidak dapat mengakses layanan mereka.

    Platform yang melakukan pelanggaran serius atau berulang terancam denda hingga 99 juta dolar Australia (sekitar US$70 juta atau setara Rp1,1 triliun). Namun, sejak kebijakan tersebut diberlakukan, belum ada perusahaan yang dijatuhi denda.

    Komisioner eSafety, lembaga yang bertugas menegakkan aturan tersebut, telah meluncurkan sejumlah penyelidikan terhadap dugaan ketidakpatuhan Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, dan YouTube.

    WhatsApp serta sejumlah platform permainan daring seperti Roblox dan Discord tidak termasuk dalam larangan tersebut. Begitu pula platform pendidikan seperti YouTube Kids dan Google Classroom.

    Dalam beberapa hari pertama penerapan kebijakan itu, Meta, perusahaan induk yang memiliki tiga platform yang masuk daftar larangan, mengatakan telah menutup sekitar 500.000 akun.

    Sejumlah anak mengaku kehilangan akses ke akun mereka beberapa hari sebelum dan saat larangan mulai berlaku. Namun, banyak pula yang mengatakan masih dapat dengan mudah mengakali proses verifikasi usia.

    Metode pemeriksaan usia tersebut mencakup pengunggahan informasi kartu kredit, kartu identitas berfoto, atau swafoto.

    australia gadget hp hukum
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Bocah 8 Tahun Aniaya Siswi 6 Tahun di Sekolah India, Rekaman CCTV Picu Kemarahan Publik

    03/11/2026
    Hiburan

    Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

    03/11/2026
    Budaya

    Digusur dari Kawasan Bersejarah Delhi, Ratusan Keluarga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian

    03/11/2026
    Bencana

    Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Picu Ketegangan Diplomatik dengan Malaysia dan Singapura

    03/11/2026
    Bisnis

    Korea Utara Bantah Terlibat dalam Peretasan Binance Senilai Rp100 Triliun

    03/11/2026
    Hukum Kriminal

    Serangan Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang, Termasuk Anak Berusia Empat Tahun

    02/11/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Bocah 8 Tahun Aniaya Siswi 6 Tahun di Sekolah India, Rekaman CCTV Picu Kemarahan Publik

    03/11/2026

    Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

    03/11/2026

    Digusur dari Kawasan Bersejarah Delhi, Ratusan Keluarga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian

    03/11/2026

    Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Picu Ketegangan Diplomatik dengan Malaysia dan Singapura

    03/11/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.