Para ahli berhasil memecahkan kode empat huruf untuk membuka sebuah gembok kuno yang ditemukan dari bangkai kapal di lepas pantai Wales. Misteri yang telah berlangsung selama 400 tahun itu akhirnya terungkap berkat teknologi pemindaian modern.
Gembok berbahan kuningan tersebut ditemukan oleh pemburu logam menggunakan detektor logam, Peter Hughes, di pasir dekat Margam, Port Talbot, pada 1999.
Gembok itu merupakan bagian dari harta karun yang ditemukan dari kapal Ann Francis. Kapal tersebut terjebak badai pada 28 Desember 1583 ketika dalam perjalanan pulang dari Spanyol. Muatannya kemudian tertimbun pasir selama berabad-abad.
Para ahli museum menggunakan teknologi pemindaian CT untuk memeriksa mekanisme internal gembok, mengidentifikasi kombinasi huruf yang tepat, dan memecahkan misteri tersebut.
Peter Hughes, yang berasal dari Maesteg, mengatakan gembok itu merupakan salah satu dari ratusan artefak yang ditemukannya setelah puluhan tahun melakukan pencarian di Pantai Morfa.
Gembok tersebut ditemukan di dekat kumpulan koin perak Spanyol dan dua alat penimbang koin. Para ahli menduga gembok itu digunakan untuk melindungi benda-benda tersebut atau mengunci peti berisi barang berharga yang tidak berhasil bertahan hingga sekarang, seperti dokumen atau kain tekstil.
“Awalnya hanya kebetulan, karena saya sedang libur. Saya berjalan menyusuri pantai sambil membawa detektor logam pada hari libur dan menemukan sebuah koin,” kata Hughes yang kini berusia 69 tahun.
“Itulah awal dari perjalanan yang berlangsung selama 21 tahun.”
Ia mengaku sangat gembira setelah tim ahli dari Amgueddfa Cymru dan Cardiff University berhasil memecahkan kode gembok tersebut. Sebelumnya, Hughes telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencoba mengungkap misterinya sendiri.
“Saya mencoba membukanya selama sekitar 20 tahun. Saya mencoba menggerakkan setiap roda angka dan mencari kombinasi yang tepat, tetapi selalu gagal,” ujarnya.
“Namun, dengan bantuan teknologi modern, kami akhirnya berhasil memecahkan sesuatu yang benar-benar seperti kode Da Vinci.”
“Bagi saya, rasanya seperti membuka Tabut Perjanjian. Saya benar-benar gembira dan sangat bersemangat.”
Memecahkan kode seperti menyelesaikan teka-teki
Dr. David Williams, peneliti di Fakultas Teknik Cardiff University, mengaku awalnya merasa skeptis ketika diminta menggunakan perangkat pemindaian untuk mengungkap misteri gembok tersebut.
“Tantangannya cukup besar karena perangkat yang kami miliki sebenarnya tidak dirancang untuk tujuan khusus seperti ini,” katanya.
“Ini merupakan pemindaian mikro-CT, teknologi yang biasanya digunakan di rumah sakit, tetapi untuk memeriksa benda-benda berukuran lebih kecil.”
Williams mengatakan dirinya selalu terbuka terhadap tantangan dan tertarik untuk memecahkan sebuah teka-teki.
“Kami melakukan pemindaian pertama untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa terlihat. Kami cukup terkejut karena ternyata bisa melihat huruf-huruf di dalamnya,” ujarnya.
“Pemindaian kedua berjalan sangat buruk. Namun, pada pemindaian ketiga, kami mencoba pendekatan berbeda dan akhirnya berhasil menemukan kodenya.”
“Saya benar-benar tidak menyangka kami bisa memecahkannya.”
Hughes menyerahkan seluruh koleksi artefak temuannya kepada Amgueddfa Cymru pada 2017. Koleksi tersebut, dengan gembok sebagai salah satu benda utama, kemudian dipamerkan di Swansea Waterfront Museum pada Juli 2026.
Kurator senior museum, Alastair Willis, mengatakan keberhasilan menemukan kode yang membentuk kata ANCE merupakan sesuatu yang “luar biasa”.
“Prosesnya sangat rumit karena ada begitu banyak kemungkinan kombinasi,” katanya.
“Terdapat empat cincin berbeda, dan masing-masing memiliki enam huruf. Artinya, ada 1.296 kemungkinan kombinasi yang harus diperiksa. Selain itu, setiap huruf harus dipastikan sejajar dengan lingkaran pengunci di bagian atas.”
Rekannya di Amgueddfa Cymru, kurator senior Siân Iles, mengatakan gembok tersebut berada dalam kondisi yang “sangat baik” dan memberikan gambaran mengenai kehidupan pada masa itu.
“Ini merupakan contoh luar biasa dari sebuah gembok yang masih berfungsi sebagaimana mestinya ratusan tahun lalu,” ujarnya.
“Karena ditemukan sangat dekat dengan bangkai kapal Ann Francis dan bersama berbagai benda lain dalam koleksi tersebut, gembok ini memberikan konteks sejarah yang sangat kuat. Hal itu memungkinkan kami menentukan perkiraan usianya dengan lebih akurat.”
“Saya pernah melihat gembok serupa, tetapi biasanya sudah mengalami korosi dan terpisah menjadi beberapa bagian. Sementara itu, gembok ini berada dalam kondisi yang sangat baik.”
“Ukurannya kecil, sehingga kemungkinan digunakan untuk mengunci peti atau kotak kecil. Kami tidak mengetahui apa isi di dalamnya. Itulah bagian dari kisah ini, ada beberapa hal yang mungkin tidak akan pernah kita ketahui. Namun, benda tersebut pasti memiliki arti penting bagi orang yang mengetahui kode pembukanya.”
Apa yang harus dilakukan jika menemukan harta karun?
Harta karun memiliki sejumlah definisi hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Harta Karun 1996 (Treasure Act 1996).
Di Wales, siapa pun yang menemukan benda yang berpotensi dikategorikan sebagai harta karun wajib melaporkannya kepada Finds Liaison Officer dalam waktu 14 hari sejak pertama kali ditemukan atau sejak menyadari bahwa benda tersebut mungkin termasuk harta karun, sekalipun benda itu telah disimpan selama bertahun-tahun.
Kewajiban pelaporan hanya berlaku bagi benda-benda yang secara resmi memenuhi definisi hukum sebagai harta karun. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai denda atau hukuman penjara hingga tiga bulan.
Aturan berbeda berlaku di Skotlandia dan Irlandia Utara.
Setelah penemuan dilaporkan, Finds Liaison Officer atau kurator museum akan menghubungi penemu untuk membahas bagaimana dan di mana benda tersebut ditemukan.
Petugas atau kurator museum kemudian akan menyusun laporan mengenai penemuan tersebut, sementara koroner akan mengadakan pemeriksaan resmi untuk menentukan status hukumnya.
Finds Liaison Officer juga akan membantu penemu meminta para ahli menilai koin atau benda yang ditemukan guna memastikan apakah benda tersebut memenuhi definisi hukum sebagai harta karun berdasarkan Undang-Undang Harta Karun 1996.
Jika sebuah museum berminat memperoleh benda tersebut, Komite Penilaian Harta Karun (Treasure Valuation Committee) akan meminta seorang ahli untuk menentukan nilai temuannya.
Komite tersebut kemudian akan merekomendasikan kepada Menteri Negara untuk Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga mengenai nilai harta karun tersebut serta jumlah kompensasi yang layak diberikan kepada pihak-pihak yang berhak menerima bagian dari hadiah penemuan.
