Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

    28/08/2026

    Kekeringan Paksa Prancis Longgarkan Aturan Ketat Produksi Keju Terkenal

    28/08/2026

    Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

    28/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Kekeringan Paksa Prancis Longgarkan Aturan Ketat Produksi Keju Terkenal

      28/08/2026

      Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

      28/08/2026

      Trump Perintahkan Perubahan Nama Danau Ontario Menjadi Danau Amerika

      28/08/2026

      Gelombang Sentimen Anti-Rohingya Kembali Menguat di Malaysia

      28/08/2026

      India Dorong Tarique Rahman Berkunjung ke Delhi, Upaya Pulihkan Hubungan dengan Bangladesh

      28/08/2026
    • TEKNOLOGI

      PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

      28/08/2026

      Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

      28/08/2026

      Operasi Otak Pertama dengan Bantuan AI Secara Langsung Berhasil Angkat Tumor Pasien

      27/08/2026

      Penyelesaian US$18 Miliar Meta Bisa Mempercepat Perubahan Besar soal Keselamatan Anak di Media Sosial

      27/08/2026

      Musik Buatan AI Dilarang Masuk Tangga Lagu Australia, ARIA Tegaskan Karya Harus Dominan Buatan Manusia

      26/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Budaya»Kekeringan Paksa Prancis Longgarkan Aturan Ketat Produksi Keju Terkenal
    Budaya

    Kekeringan Paksa Prancis Longgarkan Aturan Ketat Produksi Keju Terkenal

    joveBy jove28/08/2026No Comments2 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Prancis untuk sementara melonggarkan aturan produksi sejumlah keju terkenalnya setelah kekeringan selama musim panas secara drastis mengurangi ketersediaan rumput untuk pakan ternak penghasil susu.

    Pemerintah menerbitkan dekret pada Rabu yang memberikan dispensasi kepada produsen keju Abondance, Beaufort, dan Comté, yang berasal dari wilayah pegunungan di Prancis bagian timur.

    Sejumlah jenis keju lainnya diperkirakan akan mendapatkan pengecualian serupa, yang memungkinkan peternak memberi makan ternak mereka dengan rumput dan jerami yang didatangkan dari luar zona geografis yang biasanya ditetapkan secara ketat.

    Keju-keju tersebut antara lain Cantal, Bleu d’Auvergne, Fourme d’Ambert, Bleu du Vercors-Sassenage, Reblochon, serta keju kambing Rocamadour.

    Institut Nasional Asal dan Kualitas (INAO), lembaga yang mengatur label asal produk di Prancis, juga telah menyetujui perubahan sementara terhadap aturan untuk produk-produk berlabel perlindungan lainnya akibat dampak panas selama musim panas.

    Produk yang mendapat manfaat dari perubahan tersebut antara lain beberapa jenis Calvados dan cider dari Normandia, anggur bersoda Crémant d’Alsace, domba dari Poitou-Charentes, serta buah plum Reine-Claude.

    Sertifikat asal memungkinkan petani menjual produk dengan harga premium, tetapi sertifikat tersebut disertai aturan ketat mengenai lokasi dan metode produksi.

    Tujuannya adalah mempertahankan identitas unik keju, anggur, dan produk pangan lainnya yang diyakini berkaitan dengan terroir masing-masing, sebuah konsep Prancis yang menghubungkan suatu produk dengan lokasi dan tradisi pembuatannya.

    Karena kekeringan pada 2026, yang kini disebut INAO sebagai kekeringan “bersejarah”, petani diperbolehkan menyimpang dari aturan tersebut untuk jangka waktu terbatas.

    Produsen keju Abondance di Pegunungan Alpen, misalnya, diizinkan mengurangi porsi rumput segar dari padang penggembalaan dalam makanan ternak mereka dari 50% menjadi 15%. Mereka juga diperbolehkan mendatangkan pakan dari luar zona produksi dan menggunakan sejumlah suplemen.

    Produsen keju Comté di Pegunungan Jura dapat mengganti jagung hijau lokal yang biasanya diberikan kepada ternak dengan jagung yang didatangkan dari wilayah lain.

    Pengecualian tersebut diperbolehkan berdasarkan hukum Prancis dan Eropa untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Kebijakan serupa juga diberlakukan setelah musim panas kering pada 2022.

    Akan menarik untuk melihat apakah perubahan tersebut menyebabkan perubahan yang dapat terdeteksi pada rasa atau kualitas keju, maupun pada jumlah produksi dan harga jualnya.

    Dalam jangka panjang, kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keberlangsungan sistem label asal yang berlaku saat ini di Prancis dan negara-negara lainnya.

    Jika perubahan iklim membuat produk pangan tertentu tidak lagi dapat diproduksi di wilayah tradisionalnya, maka konsep terroir akan semakin diuji hingga batasnya.

    australia kebijakan Keju makanan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Internet

    PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

    28/08/2026
    Gadget

    Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

    28/08/2026
    Budaya

    Trump Perintahkan Perubahan Nama Danau Ontario Menjadi Danau Amerika

    28/08/2026
    Lain Lain

    Gelombang Sentimen Anti-Rohingya Kembali Menguat di Malaysia

    28/08/2026
    Lain Lain

    India Dorong Tarique Rahman Berkunjung ke Delhi, Upaya Pulihkan Hubungan dengan Bangladesh

    28/08/2026
    Kesehatan

    Operasi Otak Pertama dengan Bantuan AI Secara Langsung Berhasil Angkat Tumor Pasien

    27/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

    28/08/2026

    Kekeringan Paksa Prancis Longgarkan Aturan Ketat Produksi Keju Terkenal

    28/08/2026

    Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

    28/08/2026

    Trump Perintahkan Perubahan Nama Danau Ontario Menjadi Danau Amerika

    28/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.