Kumpulan dokumen yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan dirilis oleh Pentagon terkait UFO mencakup berbagai deskripsi penampakan yang dilaporkan—baik oleh warga sipil di Bumi maupun oleh astronaut yang berada di Bulan.
Dokumen-dokumen tersebut, yang mencakup rentang waktu beberapa dekade, telah dideklasifikasi dan dipublikasikan secara daring pada Jumat atas arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sebelumnya menyatakan akan merilis dokumen tersebut “berdasarkan tingginya minat publik”.
Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat kembali mengalami meningkatnya minat publik terhadap kehidupan luar bumi. Pada 2022, Kongres menggelar sidang pertama terkait UFO dalam 50 tahun, sementara militer berjanji meningkatkan transparansi terkait fenomena tersebut.
Sebanyak 161 file kini dapat diakses melalui situs resmi Departemen Pertahanan AS, dan jumlah tambahan dokumen masih akan dirilis.
Rilis ini juga menyusul meningkatnya perhatian publik setelah mantan Presiden Barack Obama mengatakan dalam wawancara Februari bahwa alien “itu nyata, tetapi saya belum pernah melihatnya”.
Obama kemudian meluruskan pernyataannya, dengan mengatakan bahwa secara statistik kemungkinan kehidupan di luar Bumi memang ada, tetapi ia tidak melihat “bukti apa pun” selama menjabat presiden.
Catatan Misi Apollo: Cahaya Tak Terjelaskan di Bulan
Dokumen yang dirilis mencakup transkrip yang sebelumnya dirahasiakan dari misi pendaratan Bulan Apollo 11, Apollo 12, dan Apollo 17 pada era 1960-an hingga 1970-an.
Buzz Aldrin, astronaut terkenal dari misi Apollo 11, menyebut dalam wawancara tahun 1969 bahwa ia melihat fenomena yang tidak dapat dijelaskan selama perjalanan ke Bulan. Ia mengatakan melihat “sumber cahaya cukup terang” yang awalnya diduga sebagai kemungkinan sinar laser.
Astronaut Apollo 12, Alan Bean, yang mendarat di Bulan pada 1969, melaporkan melihat partikel dan kilatan cahaya “melayang ke luar angkasa”, yang menurutnya tampak seperti “keluar dari Bulan”.
Dua astronaut Apollo 17 pada 1972 juga melaporkan melihat kilatan cahaya saat berada di orbit. Mereka menggambarkannya seperti “kembang api di luar sana”. Namun, mereka juga menyebut kemungkinan bahwa cahaya tersebut adalah pantulan dari pecahan es.
Dalam dokumen lain, rekaman audio misi Gemini 7 tahun 1965 memperdengarkan komunikasi astronaut Frank Borman yang melaporkan objek tak dikenal ke pusat kendali NASA. Ia menyebut melihat “bogey” serta “triliunan partikel kecil” di sisi kiri pesawat.
Laporan Objek Melayang dan Fenomena Tak Teridentifikasi
Dokumen tersebut juga memuat puluhan laporan individu terkait fenomena udara tak dikenal, atau unidentified anomalous phenomena (UAP).
Salah satu file mencatat kesaksian seorang pria kepada FBI pada 1957 yang mengaku melihat kendaraan berbentuk lingkaran besar muncul dari tanah.
Terdapat pula wawancara pada September dan Oktober 2023, di mana warga Amerika Serikat melaporkan objek logam melayang yang muncul dari cahaya terang.
Rekaman Militer di Timur Tengah
Dokumen itu juga menyertakan rekaman video militer AS dari kawasan Timur Tengah pada 2022.
Cuplikan dari Irak, Suriah, dan Uni Emirat Arab menunjukkan apa yang disebut Pentagon sebagai “fenomena anomal tak teridentifikasi yang belum terselesaikan”.
Salah satu video tahun 2022 yang direkam di lokasi yang tidak diungkap menunjukkan objek berbentuk oval melaju cepat dari kiri ke kanan. Laporan pendamping menyebut objek tersebut sebagai “kemungkinan rudal”.
Respons Kongres: Transparansi Diapresiasi, tetapi Belum Cukup
Anggota Kongres AS Tim Burchett dari Partai Republik menyambut baik rilis dokumen tersebut dan menyebutnya sebagai “langkah awal yang bagus” dalam unggahan di X.
Anggota Kongres Anna Paulina Luna juga menilai keterbukaan ini sebagai “langkah besar ke arah yang benar”.
Namun, mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene mengkritik rilis tersebut. Ia menyebutnya sebagai pengalihan perhatian dari isu-isu yang lebih mendesak bagi masyarakat Amerika, seperti biaya hidup dan perang di Iran.
“Saya muak dengan propaganda ‘lihat objek mengilap itu’,” tulisnya di X.
