Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Gedung Hunian Runtuh di Delhi, Puluhan Mahasiswa Diduga Masih Terjebak

    07/09/2026

    Sistem Ujian Berisiko Tinggi India Dilanda Krisis Kepercayaan, Kebocoran Soal Terus Berulang

    07/09/2026

    Austria Berlakukan Larangan Jilbab bagi Siswi di Bawah 14 Tahun

    07/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Gedung Hunian Runtuh di Delhi, Puluhan Mahasiswa Diduga Masih Terjebak

      07/09/2026

      Sistem Ujian Berisiko Tinggi India Dilanda Krisis Kepercayaan, Kebocoran Soal Terus Berulang

      07/09/2026

      Austria Berlakukan Larangan Jilbab bagi Siswi di Bawah 14 Tahun

      07/09/2026

      Erupsi Gunung Api Ganggu Penerbangan, 170.000 Penumpang Telantar di Indonesia

      07/09/2026

      Relawan Indonesia Pertaruhkan Nyawa Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut, ‘Bom Karbon’ di Kalimantan

      07/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Toronto Jadi Salah Satu Pusat AI Terpenting Dunia, Bukan Silicon Valley

      05/09/2026

      Nepal Pertaruhkan Listrik pada PLTA, Banjir Dahsyat Ungkap Risiko Ketergantungan

      05/09/2026

      Kamera AI Flock Safety Diklaim Bikin AS Lebih Aman, tetapi Warga Justru Mulai Menentangnya

      05/09/2026

      PBB Setujui Peta Dunia Baru yang Lebih Akurat Menggambarkan Ukuran Afrika

      05/09/2026

      Ginjal Babi Berhasil Berfungsi dalam Tubuh Pria AS Selama Rekor 271 Hari

      04/09/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Gaya Hidup»Austria Berlakukan Larangan Jilbab bagi Siswi di Bawah 14 Tahun
    Gaya Hidup

    Austria Berlakukan Larangan Jilbab bagi Siswi di Bawah 14 Tahun

    joveBy jove07/09/2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Saat tahun ajaran baru dimulai di Austria, undang-undang yang melarang penggunaan jilbab di sekolah bagi anak perempuan berusia di bawah 14 tahun mulai berlaku.

    Undang-undang tersebut melarang penutup kepala “Muslim tradisional”, seperti hijab atau burqa, di sekolah negeri maupun swasta di seluruh Austria.

    Menteri Integrasi Claudia Bauer dari Partai Rakyat konservatif (ÖVP) mengatakan jilbab merupakan “tanda penindasan dan sarana untuk mengendalikan anak perempuan sejak usia dini”.

    Namun, para pengkritik mengatakan undang-undang baru tersebut justru memperkuat sentimen anti-Muslim di Austria dan berpotensi bertentangan dengan konstitusi.

    Undang-undang itu diberlakukan oleh koalisi yang dipimpin kelompok konservatif dan terdiri atas tiga partai berhaluan tengah, yakni ÖVP, Partai Sosial Demokrat (SPÖ), dan partai liberal Neos. Mereka menyebut aturan tersebut sebagai “komitmen yang jelas terhadap kesetaraan gender” dan mengatakan tujuannya adalah melindungi hak-hak anak perempuan.

    Carla Amina Baghajati dari Komunitas Islam resmi Austria (IGGÖ) mengatakan bahwa organisasi tersebut “dengan tegas menentang larangan tersebut”.

    “Kami menilai aturan ini secara tidak beralasan membatasi hak dasar atas kebebasan beragama dan memberikan dampak yang tidak proporsional terhadap anak perempuan Muslim,” katanya.

    “Alih-alih melindungi anak-anak, aturan ini justru menyasar praktik keagamaan tertentu dan berisiko mengucilkan anak-anak yang sebenarnya ingin mereka lindungi.”

    IGGÖ mengatakan akan mendukung upaya hukum yang diajukan oleh anak perempuan dan keluarga mereka “yang meyakini hak-hak dasar mereka telah dilanggar” dan ingin membawa perkara tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

    Mahkamah Konstitusi Austria sebelumnya membatalkan larangan jilbab di sekolah dasar pada 2020 karena menilai aturan tersebut bertentangan dengan prinsip netralitas agama Austria.

    Guru diharapkan menegakkan larangan baru tersebut jika melihat seorang siswa mengenakan jilbab, dengan terlebih dahulu melakukan serangkaian pembicaraan dengan siswa dan wali sahnya.

    Jika pelanggaran terus berulang, layanan perlindungan anak harus diberitahu. Sebagai langkah terakhir, wali siswa dapat dikenai denda hingga €800, sekitar Rp15,4 juta.

    Sejumlah guru menyatakan kekhawatiran karena mereka harus menegakkan aturan tersebut.

    Sigi Maurer dari Partai Hijau menuduh Menteri Pendidikan Christoph Wiederkehr dari partai liberal NEOS “menciptakan konflik baru dan melimpahkannya kepada para guru”.

    Ia mengatakan para guru “sudah berada di bawah tekanan yang sangat besar” dan Wiederkehr ingin “memaksakan peran sebagai polisi kepada mereka” di samping tugas-tugas lainnya.

    Partai oposisi sayap kanan jauh, Partai Kebebasan Austria (FPÖ), menilai larangan yang berlaku saat ini masih belum cukup. Partai tersebut menyerukan larangan umum terhadap jilbab dan penutup wajah di sekolah, baik bagi siswa maupun guru.

    Ricarda Berger dari FPÖ mengatakan “tidak ada tempat bagi Islam politik di Austria, terlebih lagi di sekolah-sekolah kita”.

    Kanselir Austria Christian Stocker, pemimpin ÖVP, baru-baru ini menyerukan larangan konstitusional terhadap Islam politik. Kepada lembaga penyiaran publik Austria ORF, ia mengatakan dirinya tidak “ingin hidup di negara Islam”.

    Di Prancis, larangan mengenakan simbol-simbol keagamaan yang mencolok, termasuk jilbab, turban, dan kippah, di sekolah telah berlaku selama lebih dari 20 tahun.

    Undang-undang Austria berbeda dengan aturan Prancis karena secara khusus menargetkan penutup kepala yang dikenakan oleh perempuan Muslim.

    Austria, seperti sejumlah negara Eropa lainnya termasuk Prancis, Belgia, dan Denmark, melarang penggunaan penutup wajah secara penuh, seperti niqab atau burqa, di ruang publik.

    Baghajati mengatakan IGGÖ khawatir terhadap “tren yang mengkhawatirkan” di Eropa, “di mana persoalan sosial yang kompleks direduksi menjadi langkah-langkah simbolis yang menyasar kelompok minoritas”.

    “Pendekatan semacam itu mungkin menarik perhatian politik, tetapi jarang menyelesaikan persoalan yang mendasarinya,” katanya.

    austria jilbab muslim peraturan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bencana

    Gedung Hunian Runtuh di Delhi, Puluhan Mahasiswa Diduga Masih Terjebak

    07/09/2026
    Budaya

    Sistem Ujian Berisiko Tinggi India Dilanda Krisis Kepercayaan, Kebocoran Soal Terus Berulang

    07/09/2026
    Bencana

    Erupsi Gunung Api Ganggu Penerbangan, 170.000 Penumpang Telantar di Indonesia

    07/09/2026
    Bencana

    Relawan Indonesia Pertaruhkan Nyawa Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut, ‘Bom Karbon’ di Kalimantan

    07/09/2026
    Lain Lain

    AfD Raih Kemenangan Besar di Jerman Timur, Kantongi 44 Persen Suara namun Belum Raih Mayoritas

    07/09/2026
    Bisnis

    Toronto Jadi Salah Satu Pusat AI Terpenting Dunia, Bukan Silicon Valley

    05/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Gedung Hunian Runtuh di Delhi, Puluhan Mahasiswa Diduga Masih Terjebak

    07/09/2026

    Sistem Ujian Berisiko Tinggi India Dilanda Krisis Kepercayaan, Kebocoran Soal Terus Berulang

    07/09/2026

    Austria Berlakukan Larangan Jilbab bagi Siswi di Bawah 14 Tahun

    07/09/2026

    Erupsi Gunung Api Ganggu Penerbangan, 170.000 Penumpang Telantar di Indonesia

    07/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.