Andrew dan Tristan Tate menghadapi upaya ekstradisi dari Amerika Serikat ke Inggris setelah jaksa Inggris mengajukan 38 dakwaan baru terhadap keduanya.
Kedua bersaudara itu ditangkap oleh US Marshals di Miami pada Sabtu setelah Crown Prosecution Service (CPS) mengajukan dakwaan tambahan, termasuk pemerkosaan dan sejumlah tindak pidana yang berkaitan dengan perdagangan manusia untuk eksploitasi seksual.
Andrew Tate, 39 tahun, dan Tristan Tate, 37 tahun, yang dikenal luas melalui media sosial, sebelumnya telah membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Keduanya, yang memiliki kewarganegaraan ganda Inggris dan Amerika Serikat, ditahan dan menjalani sidang awal di pengadilan federal pada Senin waktu setempat. Sidang tersebut menjadi awal proses hukum untuk mengekstradisi mereka ke Inggris.
Siapa Andrew dan Tristan Tate?
Andrew Tate, yang menyebut dirinya sebagai seorang “misoginis”, pertama kali dikenal publik setelah mengikuti acara realitas Big Brother versi Inggris pada 2016. Namun, ia hanya bertahan selama enam hari sebelum dikeluarkan setelah muncul video yang diduga memperlihatkan dirinya melakukan kekerasan terhadap seorang perempuan.
Saat itu, Tate membantah tuduhan tersebut dan mengatakan video itu telah diedit serta merupakan “kebohongan total yang bertujuan membuat saya terlihat buruk”.
Mantan atlet kickboxing itu kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut di platform X, yang sebelumnya bernama Twitter, dan dikenal secara internasional. Ia kerap mengunggah video yang menampilkan gaya hidup mewah dengan mobil sport, jet pribadi, dan kapal pesiar.
Tate sempat dilarang menggunakan media sosial tersebut setelah menyatakan bahwa perempuan seharusnya “ikut bertanggung jawab” jika menjadi korban kekerasan seksual. Namun, akunnya kemudian dipulihkan.
Sementara itu, Tristan merupakan adik kandung Andrew Tate.
Dakwaan Apa yang Dihadapi Keduanya?
CPS pada Minggu mengumumkan bahwa Andrew Tate menghadapi tujuh dakwaan tambahan atas pemerkosaan, tiga dakwaan mengatur atau memfasilitasi perdagangan manusia untuk eksploitasi seksual, tiga dakwaan penganiayaan yang menyebabkan luka fisik, serta 19 dakwaan tambahan terkait kepemilikan gambar tidak senonoh anak dan materi pornografi ekstrem.
Adapun dakwaan baru terhadap Tristan Tate meliputi dua dakwaan pemerkosaan, satu dakwaan kekerasan seksual, dan tiga dakwaan mengatur atau memfasilitasi perdagangan manusia untuk eksploitasi seksual.
Seluruh dugaan tindak pidana tersebut disebut terjadi antara Juli 2010 hingga Agustus 2017.
Dengan tambahan dakwaan tersebut, Andrew kini menghadapi total 42 dakwaan di Inggris, sementara Tristan menghadapi 17 dakwaan. Sebelumnya, CPS juga telah mengajukan sejumlah dakwaan lain terhadap keduanya pada tahun lalu.
Kepala Divisi Kejahatan Khusus CPS, Malcolm McHaffie, mengatakan keputusan untuk mengajukan dakwaan tambahan diambil setelah lembaganya menerima berkas bukti baru dari Kepolisian Bedfordshire.
Ia menambahkan bahwa jumlah korban yang diduga terkait perkara tersebut kini mencapai tujuh orang.
Andrew dan Tristan selama ini menetap di Rumania, tempat mereka juga sedang menjalani proses penyelidikan pidana. Pada 2024, Kepolisian Bedfordshire memperoleh surat perintah penangkapan Eropa agar keduanya dapat diekstradisi dari Rumania setelah proses hukum di negara tersebut selesai.
Kedua bersaudara itu membantah seluruh tuduhan yang diajukan terhadap mereka.
Mereka baru dapat bepergian ke Amerika Serikat setelah pembatasan perjalanan yang dikenakan oleh otoritas Rumania dicabut pada awal 2025.
Apakah Andrew dan Tristan Tate Akan Diekstradisi ke Inggris?
Juru bicara Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan bahwa penangkapan kedua bersaudara tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses ekstradisi.
Inggris dan Amerika Serikat memiliki perjanjian ekstradisi yang memungkinkan seseorang diserahkan apabila diduga melakukan tindak pidana yang di kedua negara diancam hukuman penjara minimal satu tahun.
Dalam perkara yang diajukan Inggris, CPS terlebih dahulu menyusun permohonan ekstradisi yang kemudian disahkan oleh hakim. Permohonan itu selanjutnya dikirim ke Kementerian Dalam Negeri Inggris sebelum diteruskan kepada pemerintah Amerika Serikat melalui jalur diplomatik.
Keputusan awal mengenai penerimaan permohonan tersebut berada di tangan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Setelah itu, perkara akan diperiksa oleh pengadilan AS, dengan keputusan akhir berada di tangan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Saat menjalani sidang di pengadilan federal Miami pada Senin, Andrew dan Tristan mengenakan seragam tahanan berwarna cokelat muda. Tangan mereka diborgol, sementara pinggang dan kaki dirantai.
Keduanya hanya berbicara ketika hakim menanyakan apakah mereka memahami hak-hak mereka. Secara bersamaan, mereka menjawab, “Ya, Yang Mulia.”
Pengacara mereka, Joe McBride, mengatakan kepada wartawan seusai persidangan singkat tersebut bahwa kedua kliennya tidak bersalah.
“Mereka tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. Mereka seharusnya tidak diekstradisi atas kejahatan yang tidak mereka lakukan,” kata McBride.
Ia menyebut seluruh dakwaan terhadap kliennya sebagai “omong kosong” dan “rekayasa”.
McBride juga membandingkan kasus tersebut dengan proses hukum yang pernah dihadapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menurutnya merupakan “perburuan politik” (witch hunt). Ia bahkan menyebut upaya ekstradisi terhadap Andrew dan Tristan sebagai “penculikan bermotif politik”.
Ketika ditanya berapa lama proses ekstradisi akan berlangsung, McBride memperkirakan sebelum sidang dimulai bahwa proses tersebut akan memakan waktu sekitar 60 hari.
Bisakah Permohonan Ekstradisi Ditolak?
Dosen Hukum Universitas Durham, Gemma Davies, menjelaskan bahwa perjanjian ekstradisi antara Inggris dan Amerika Serikat memuat ketentuan yang melarang ekstradisi apabila perkara tersebut tergolong sebagai tindak pidana politik.
Menurutnya, tim kuasa hukum Andrew dan Tristan Tate kemungkinan akan berargumen bahwa tuduhan terhadap klien mereka bermotif politik.
Meski demikian, Davies menegaskan bahwa sangat jarang permohonan ekstradisi antara Inggris dan Amerika Serikat ditolak dengan alasan tersebut karena standar pembuktiannya sangat tinggi.
Ia juga mengatakan bahwa penolakan ekstradisi antara kedua negara relatif jarang terjadi mengingat hubungan kerja sama hukum yang sangat erat.
“Ekstradisi antara kedua negara cukup umum dilakukan karena proses hukumnya sudah mapan dan sistem peradilan pidana Inggris serta Amerika Serikat memiliki banyak kesamaan,” ujarnya.
Namun, Profesor Emeritus Hukum dari Birkbeck College, University of London, Bill Bowring, menilai proses hukum yang masih berlangsung di Rumania menjadi persoalan yang cukup rumit.
Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan yang memuaskan mengenai alasan CPS mengajukan permohonan ekstradisi dari Amerika Serikat, padahal pengadilan Rumania pada 2024 telah memutuskan bahwa Andrew dan Tristan hanya dapat diekstradisi setelah proses hukum mereka di negara tersebut selesai.
Davies menambahkan bahwa sekalipun permohonan CPS dikabulkan, proses ekstradisi masih dapat memakan waktu berbulan-bulan. Apabila diajukan banding, proses tersebut bahkan berpotensi tertunda sekitar satu tahun atau lebih.
