Versi kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya disebut terlalu kuat untuk dilepas ke publik akhirnya resmi dirilis untuk penggunaan umum.
Claude Fable 5 merupakan versi publik dari Claude Mythos, model AI buatan Anthropic yang memicu kekhawatiran besar di kalangan pemimpin teknologi, sektor keuangan, dan pemerintahan ketika pertama kali diperkenalkan secara terbatas pada April lalu untuk keperluan pengujian dan evaluasi.
Sebagian pihak khawatir kemampuan model tersebut sangat tinggi sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan finansial dan infrastruktur digital. Namun, ada pula yang mempertanyakan apakah sebagian besar sorotan terhadap teknologi itu lebih banyak didorong oleh strategi pemasaran dibanding ancaman nyata.
Pada Selasa, Anthropic mengumumkan bahwa Fable akan dirilis dengan berbagai pengaman dan pembatasan penggunaan.
Meski demikian, perusahaan mengakui bahwa keputusan tersebut bukan tanpa risiko.
“Kemampuan Fable melampaui semua model yang pernah kami sediakan secara umum sebelumnya,” kata Anthropic.
Perusahaan menambahkan bahwa “merilis model dengan kemampuan seperti ini memang memiliki risiko tersendiri”.
Awalnya Hanya untuk Kalangan Terbatas
Ketika Mythos pertama kali diberikan kepada sekelompok kecil organisasi untuk diuji, Anthropic menjelaskan bahwa pembatasan tersebut dilakukan karena tingkat kecerdasan model dianggap cukup tinggi hingga berpotensi membahayakan.
Perusahaan menyoroti kemampuan AI itu untuk mengeksploitasi kelemahan sistem komputer atau bahkan melakukan peretasan terhadap infrastruktur digital.
Menteri Keuangan Kanada, François-Philippe Champagne, mengatakan Pada April lalu bahwa perhatian besar terhadap Mythos memang beralasan.
Menurutnya, salah satu kekhawatiran terbesar adalah menghadapi sesuatu yang belum sepenuhnya dipahami.
“Ini adalah sesuatu yang tidak kita ketahui bahwa kita tidak mengetahuinya,” ujarnya.
Di sisi lain, meskipun Anthropic tengah terlibat sengketa hukum dengan United States Department of Defense terkait penggunaan teknologi AI oleh pemerintah, sejumlah lembaga pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tetap melakukan pengujian terhadap Mythos.
Bernilai Hampir US$1 Triliun
Anthropic diperkirakan akan segera menjadi perusahaan terbuka setelah valuasi swastanya mendekati US$1 triliun atau sekitar £747 miliar.
Kemampuan AI yang terus meningkat dianggap menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik perusahaan di mata investor.
Anthropic juga mengumumkan bahwa sekitar 150 organisasi yang sebelumnya memperoleh akses awal ke Mythos kini akan mendapatkan akses ke Claude Mythos 5.
Versi tersebut tidak memiliki pembatasan khusus pada bidang keamanan siber maupun biologi, tergantung pada tujuan penggunaan masing-masing organisasi.
Sejauh ini, kelompok dan perusahaan yang menguji Mythos dilaporkan telah menemukan lebih dari 10.000 celah keamanan kritis dalam sistem mereka berkat bantuan AI tersebut.
Perusahaan menyatakan akses lanjutan saat ini masih dibatasi untuk “sekelompok kecil pembela keamanan siber dan penyedia infrastruktur”, namun cakupannya akan diperluas dalam waktu dekat.
“Kami bermaksud memperluas akses ke Mythos 5 melalui program akses tepercaya yang lebih luas,” kata Anthropic.
Mampu Bekerja Tanpa Pengawasan dalam Waktu Lama
Baik Fable maupun Mythos pada dasarnya menggunakan model AI yang sama. Perbedaannya terletak pada tingkat pengamanan dan akses yang diberikan kepada pengguna.
Anthropic menyebut kedua model tersebut mampu menjalankan tugas yang diberikan manusia secara mandiri tanpa pengawasan langsung selama periode yang lebih lama dibandingkan seluruh model Claude sebelumnya.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan utama munculnya kekhawatiran terhadap dampak teknologi AI generasi terbaru.
Pekan lalu, salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark, mengatakan bahwa perkembangan AI berlangsung begitu cepat sehingga masyarakat perlu memiliki mekanisme untuk memperlambat laju kemajuannya jika diperlukan.
“Anda harus memiliki pilihan untuk mengangkat kaki dari pedal gas dan menginjak pedal rem,” katanya.
“Saat ini, industri AI seolah memiliki pedal gas, tetapi belum memiliki pedal rem.”
