Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Bandara Incheon Jadi yang Tersibuk di Dunia untuk Lalu Lintas Penumpang Internasional

    14/08/2026

    Sungai Danube Menyusut akibat Gelombang Panas, Rumania Matikan Satu-satunya PLTN

    14/08/2026

    V BTS Ungkap Perjuangan Mengatasi Gangguan Pendengaran pada Satu Telinga

    14/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Bandara Incheon Jadi yang Tersibuk di Dunia untuk Lalu Lintas Penumpang Internasional

      14/08/2026

      Sungai Danube Menyusut akibat Gelombang Panas, Rumania Matikan Satu-satunya PLTN

      14/08/2026

      V BTS Ungkap Perjuangan Mengatasi Gangguan Pendengaran pada Satu Telinga

      14/08/2026

      Temuan Baru Misi Matahari India Ungkap Petunjuk Penting tentang Misteri Suhu Korona

      14/08/2026

      Kondisi Kapal Induk AS yang Sudah 250 Hari di Laut Picu Kekhawatiran

      14/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Sungai Danube Menyusut akibat Gelombang Panas, Rumania Matikan Satu-satunya PLTN

      14/08/2026

      Temuan Baru Misi Matahari India Ungkap Petunjuk Penting tentang Misteri Suhu Korona

      14/08/2026

      Twitch Diserang Pengguna setelah Amazon Gunakan Konten Siaran untuk Melatih AI

      13/08/2026

      Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

      08/08/2026

      Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

      07/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Warga Palestina Diminta Tinggalkan Rumah Saat Militer Israel Bubarkan Pengepungan Pemukim
    Hukum Kriminal

    Warga Palestina Diminta Tinggalkan Rumah Saat Militer Israel Bubarkan Pengepungan Pemukim

    joveBy jove14/08/2026No Comments6 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sekitar selusin keluarga Palestina di sebuah desa di Tepi Barat yang diduduki diperintahkan meninggalkan rumah mereka dalam operasi militer Israel untuk membubarkan pemukim Israel.

    Para pemukim telah mengepung warga di tiga rumah di kawasan tersebut sejak Minggu, serta memutus aliran listrik dan pasokan air mereka.

    Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengatakan bahwa desanya telah dinyatakan sebagai zona militer tertutup dan pasukan Israel menggunakan sejumlah rumah warga Palestina yang telah dikosongkan sebagai barak. Militer Israel mengatakan operasi tersebut bertujuan “melindungi warga”.

    Seorang juru bicara Israel mengatakan bahwa tindakan para pemukim tersebut “tercela” dan “tidak dapat diterima”, serta pemerintah akan menyelidiki dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

    “Militer Israel bertindak terhadap hal ini, dan kami sedang menyelidikinya. Kami akan menangkap mereka yang bertanggung jawab dan menuntut mereka,” kata David Mencer.

    Para pemukim semakin berani seiring ekspansi permukiman yang berlangsung cepat di bawah pemerintahan Israel saat ini. Kondisi tersebut memicu peningkatan tajam kekerasan oleh pemukim ketika mereka berupaya mengusir warga Palestina dari tanah mereka.

    Seluruh permukiman tersebut ilegal menurut hukum internasional.

    Dari tiga rumah milik keluarga yang dikepung di Qusra, yang dihuni keluarga Abu Ridi dan Hassan, penghuni dua rumah diperintahkan untuk pergi pada Kamis, menurut keterangan mereka. Mereka yang diperintahkan pergi kemudian pindah ke rumah ketiga.

    Di bagian lain desa, penghuni 11 rumah lainnya juga diperintahkan meninggalkan rumah mereka oleh tentara.

    Sebelumnya, video yang dibagikan dari Qusra pada Kamis dini hari menunjukkan sekitar selusin kendaraan keamanan Israel, termasuk sebuah buldoser.

    Dalam rekaman berikutnya yang diambil pada siang hari, terlihat barisan panjang pasukan keamanan Israel di jalan menuju desa Palestina tersebut.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan mereka telah “membongkar dua pos permukiman ilegal”.

    IDF menambahkan bahwa mereka menahan seorang warga Israel dan menyita peralatan di pinggiran wilayah Qusra dan Jalud, dekat Nablus.

    Salah satu warga yang diminta meninggalkan rumahnya adalah Qaher Odeh. Ia mengatakan lebih dari 20 tentara memasuki rumahnya pada Kamis pagi.

    “Saya sedang tidur pada pagi hari bersama saudara laki-laki saya. Mereka masuk dan mendobrak pintu sambil berteriak, ‘Buka, buka pintunya.’ Bahkan sekarang saya masih tidak bisa memahami apa yang saya lihat di depan mata. Ada lebih dari 20 orang, mungkin 30,” katanya.

    “Kami pergi dan terus berjalan menuju bagian bawah lingkungan. Tak lama kemudian, mereka menutup seluruh kawasan.”

    “Ada orang-orang yang dipaksa keluar dari rumah mereka. Banyak sekali orang,” tambah Odeh.

    Setelah sekitar 10 jam, sejumlah keluarga diizinkan kembali ke rumah mereka, tetapi mendapati kondisi rumah telah berantakan. Seorang pria mengatakan bahwa tentara membuang seluruh makanan dari kulkas dan mencuri uang tunai US$1.500, sekitar Rp24,4 juta.

    “Para tentara telah diperintahkan bahwa warga Qusra akan tetap berada di rumah mereka,” kata IDF.

    IDF menambahkan bahwa para tentara tidak akan melakukan operasi di dalam rumah warga Palestina yang menjadi sasaran pengepungan pemukim.

    IDF menegaskan bahwa “petugas penghubung” Israel terus berkomunikasi dengan para pemimpin lokal Qusra dan berupaya mencegah terganggunya kehidupan sehari-hari warga di kawasan tersebut.

    Qusay Abu Ridi, salah satu anggota keluarga Palestina yang terjebak dalam pengepungan, mengatakan bahwa rumah tersebut kembali diserang pada Kamis malam dan beberapa pemukim masih berada di kawasan itu dengan bersembunyi dari tentara.

    Saudaranya, pemilik rumah tersebut, adalah pengusaha Palestina-Amerika yang telah mengadukan masalah itu kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat.

    Duta Besar AS Mike Huckabee, yang telah lama mendukung permukiman Israel, menyebut intimidasi terhadap keluarga di Qusra oleh para pemukim sebagai “tindakan teror yang mengerikan”.

    “Tindakan mereka yang melakukan aksi teror mengerikan ini untuk mengintimidasi dan melecehkan keluarga tersebut sangat menjijikkan. Tidak ada alasan untuk perilaku seperti preman itu,” tulisnya di X.

    Situasi di Qusra pertama kali dimulai pada Minggu ketika para pemukim memblokir jalan menuju gerbang rumah keluarga Palestina dan memutus pasokan listrik serta air mereka. Tentara Israel pertama yang tiba di lokasi kemudian berdoa bersama para pemukim, tindakan yang belakangan dinyatakan oleh militer Israel akan dikenai sanksi disipliner.

    Keluarga Abu Ridi dan Hassan meminta bantuan melalui media sosial setelah pasokan air dan listrik mereka diputus pada Minggu.

    Pada Rabu, upaya pasukan keamanan Israel untuk membubarkan para pemukim memicu bentrokan dengan kelompok pemukim yang lebih besar.

    Rekaman kamera keamanan Palestina yang dibagikan menunjukkan bentrokan antara tentara Israel dan polisi perbatasan dengan kerumunan besar pemukim. Pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan granat kejut.

    Dalam rekaman lain, pasukan Israel terlihat menyita kanopi tempat para pemukim berlindung, sementara peralatan mereka lainnya dibiarkan.

    Belum jelas apa sebenarnya yang diinginkan para pemukim di Qusra. Pada masa lalu, para pemukim telah memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka dan mengambil alih properti mereka.

    Tujuan yang dinyatakan para pemukim adalah mengosongkan kawasan tersebut dari penduduk Palestina.

    Permukiman Israel ilegal menurut hukum internasional, tetapi pemerintah Israel telah mendorong ekspansi permukiman secara cepat dalam beberapa waktu terakhir.

    Kasus ini menjadi kejadian terbaru yang kembali menyoroti impunitas relatif yang dinikmati para pemukim serta kesulitan pasukan Israel dalam menangani meningkatnya kekerasan oleh pemukim.

    Wali Kota Qusra sebelumnya mengatakan bahwa warga setempat melihat “pola penargetan yang jelas dan terus berlangsung terhadap Qusra”. Bulan lalu, sebuah masjid yang baru selesai dibangun dibakar dan grafiti berbahasa Ibrani disemprotkan di dekatnya.

    Serangan pemukim tersebut merupakan salah satu dari banyak aksi yang terjadi setelah insiden di desa Palestina Tal. Setelah pemukim Israel menyerang Tal, terjadi eskalasi yang menewaskan enam orang, yakni empat warga Palestina dan dua tentara Israel. Salah satu tentara tersebut bertugas sebagai koordinator keamanan untuk sebuah permukiman Israel di dekatnya.

    Pada Juli, para pemukim juga mengepung sebuah rumah warga Palestina di desa Jalud, dekat Qusra, selama lebih dari dua pekan. Setelah itu, pemilik rumah melarikan diri dan para pemukim mengambil alih properti tersebut dan masih mendudukinya hingga kini.

    Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 76 warga Palestina, termasuk 18 anak-anak, telah tewas di Tepi Barat tahun ini akibat tindakan pasukan Israel atau pemukim. Pada saat yang sama, tiga warga Israel, termasuk seorang warga sipil, tewas dalam bentrokan dengan warga Palestina dan dalam dugaan serangan tabrak kendaraan oleh seorang warga Palestina di Tepi Barat.

    Sejak Januari 2023, sebanyak 127 komunitas Palestina di Tepi Barat mengalami pengungsian secara keseluruhan atau sebagian, termasuk 47 komunitas yang seluruh penduduknya telah terusir. Kondisi tersebut berdampak terhadap lebih dari 6.390 warga Palestina, menurut PBB.

    PBB mencatat bahwa pada 2026, sekitar 3.800 warga Palestina, hampir setengahnya merupakan anak-anak, telah mengungsi akibat kekerasan oleh pemukim, penghancuran bangunan, dan pengusiran.

    Dalam pertemuan PBB, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menolak anggapan bahwa permukiman merupakan hambatan bagi perdamaian. Ia mengatakan permukiman tersebut akan tetap ada dan terus berkembang karena Israel memiliki hak berdasarkan Alkitab, sejarah, dan hukum atas wilayah tersebut.

    Ia mengatakan Dewan Keamanan PBB “harus memahami satu kebenaran sederhana: kami tidak akan pergi ke mana pun.”

    israel kriminal militer Palestina
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Bandara Incheon Jadi yang Tersibuk di Dunia untuk Lalu Lintas Penumpang Internasional

    14/08/2026
    Bencana

    Sungai Danube Menyusut akibat Gelombang Panas, Rumania Matikan Satu-satunya PLTN

    14/08/2026
    Kesehatan

    V BTS Ungkap Perjuangan Mengatasi Gangguan Pendengaran pada Satu Telinga

    14/08/2026
    Hiburan

    Temuan Baru Misi Matahari India Ungkap Petunjuk Penting tentang Misteri Suhu Korona

    14/08/2026
    Lain Lain

    Kondisi Kapal Induk AS yang Sudah 250 Hari di Laut Picu Kekhawatiran

    14/08/2026
    Hiburan

    Travis Kelce Ungkap Kisah Pernikahannya dengan Taylor Swift: “Malam Terbaik dalam Hidup Saya”

    13/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Bandara Incheon Jadi yang Tersibuk di Dunia untuk Lalu Lintas Penumpang Internasional

    14/08/2026

    Sungai Danube Menyusut akibat Gelombang Panas, Rumania Matikan Satu-satunya PLTN

    14/08/2026

    V BTS Ungkap Perjuangan Mengatasi Gangguan Pendengaran pada Satu Telinga

    14/08/2026

    Temuan Baru Misi Matahari India Ungkap Petunjuk Penting tentang Misteri Suhu Korona

    14/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.