Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

    26/10/2026

    Gerakan Mahasiswa Runtuhkan Dominasi Vučić di Serbia setelah 14 Tahun Berkuasa

    26/10/2026

    Tren “Ferritin Face” Viral di Media Sosial, Benarkah Wajah Pucat dan Rambut Rontok Menandakan Kekurangan Zat Besi?

    26/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Gerakan Mahasiswa Runtuhkan Dominasi Vučić di Serbia setelah 14 Tahun Berkuasa

      26/10/2026

      Israel Terbelah Jelang Pemilu Penentu, Netanyahu Hadapi Tantangan dari Oposisi dan Kelompok Sayap Kanan

      26/10/2026

      Kemenangan Gerakan Mahasiswa di Serbia, Aleksandar Vučić Akui Kekalahan dalam Pemilu

      26/10/2026

      Gerakan Mahasiswa Tantang Dominasi Vučić, Pemilu Serbia Diprediksi Berlangsung Ketat

      24/10/2026

      Sekolah Elite Inggris Ekspansi ke India, Memburu Siswa dan Peluang Keuntungan

      24/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

      26/10/2026

      Tren “Ferritin Face” Viral di Media Sosial, Benarkah Wajah Pucat dan Rambut Rontok Menandakan Kekurangan Zat Besi?

      26/10/2026

      Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

      23/10/2026

      YouTuber Ditangkap setelah Influencer Keuangan Populer India Bunuh Diri

      23/10/2026

      Polisi Australia Selidiki Married at First Sight setelah Muncul Dugaan Pelanggaran Privasi Kontestan

      23/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Jaksa Agung ICC Karim Khan Dicopot akibat Dugaan Pelanggaran Seksual
    Hukum Kriminal

    Jaksa Agung ICC Karim Khan Dicopot akibat Dugaan Pelanggaran Seksual

    joveBy jove25/07/2026No Comments4 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Negara-negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC) memutuskan memberhentikan Karim Khan dari jabatannya sebagai kepala jaksa setelah muncul dugaan pelanggaran seksual.

    Khan, yang terpilih sebagai jaksa ketiga ICC pada 2021, sebelumnya telah dinonaktifkan dari jabatannya pada bulan lalu. Keputusan untuk memberhentikannya disetujui dengan 82 suara dari negara-negara anggota.

    Badan pengawas ICC pada Juni lalu menyimpulkan Khan melakukan “pelanggaran serius terhadap tugas dan pelanggaran berat” karena menjalin hubungan seksual yang tidak semestinya dengan seorang staf junior ICC serta diduga berupaya menghalangi perempuan tersebut untuk melanjutkan pengaduannya.

    Khan berulang kali membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

    Melalui kuasa hukumnya, Khan menyatakan akan menggugat “keabsahan dan keadilan keputusan tersebut melalui seluruh mekanisme hukum yang tersedia.”

    Hingga kini belum diketahui secara pasti jalur hukum apa saja yang masih dapat ditempuh oleh mantan kepala jaksa tersebut.

    Dalam pernyataannya setelah pemungutan suara, ICC menyatakan “mencatat” keputusan Sidang Khusus Majelis Negara-Negara Pihak, yakni forum yang terdiri dari 125 negara anggota yang memberikan suara untuk memberhentikan Khan.

    “Pengadilan akan terus memberikan perhatian tertinggi dalam menjaga lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan saling menghormati bagi seluruh personel,” demikian pernyataan ICC.

    Masa Depan ICC Ikut Dipertaruhkan

    Kasus ini dinilai melampaui persoalan seorang jaksa semata dan berpotensi mengubah arah lembaga peradilan permanen dunia yang menangani kejahatan perang tersebut.

    Penyelidikan atas dugaan pelanggaran yang melibatkan Khan telah menempatkan ICC di bawah sorotan tajam, memperdalam perpecahan di dalam lembaga tersebut, serta berlangsung bersamaan dengan kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melemahkan, bahkan membubarkan, ICC.

    Para pendukung pengadilan khawatir ICC akan keluar dari krisis ini dalam kondisi lebih lemah dan semakin sulit menjalankan tugas menghadapi kejahatan internasional paling serius.

    Khan, pengacara ternama asal Inggris, telah mengambil cuti sukarela sejak Mei 2025 untuk menghadapi tuduhan tersebut.

    Ia juga masih dikenai larangan sementara menjalankan praktik hukum di Inggris setelah Bar Standards Board menjatuhkan sanksi sementara sambil melakukan penyelidikannya sendiri.

    Khan tidak dapat menghadiri pemungutan suara yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York karena dilarang memasuki Amerika Serikat.

    Larangan itu merupakan bagian dari sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait penyelidikan ICC terhadap dugaan kejahatan perang yang melibatkan sejumlah pejabat Israel dalam konflik di Gaza.

    Penyelidikan Panjang dan Kontroversial

    Pemberhentian Khan merupakan hasil dari proses yang sangat sensitif dan membuat ICC berada di bawah pengawasan ketat.

    Pada Mei 2024, dugaan bahwa Khan melakukan pelanggaran seksual terhadap seorang staf perempuan pertama kali dilaporkan kepada ICC oleh pihak ketiga.

    Mekanisme Pengawasan Independen (Independent Oversight Mechanism/IOM) kemudian membuka penyelidikan. Namun kasus itu sempat ditutup setelah perempuan yang diduga menjadi korban menolak ikut berpartisipasi dalam proses penyelidikan.

    Sejumlah pihak mengkritik cara penanganan kasus tersebut dan menilai prosesnya telah merusak kepercayaan terhadap IOM.

    Pada akhirnya, para penyelidik menyatakan bukti yang tersedia belum cukup untuk menguatkan tuduhan tersebut.

    Laporan baru kemudian diajukan pada Oktober 2024.

    Kasus itu selanjutnya dialihkan kepada Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB (Office of Internal Oversight Services/OIOS), yang melakukan penyelidikan lebih luas terkait dugaan pelanggaran seksual dan penyalahgunaan wewenang.

    Penyelidikan berlangsung dari November 2024 hingga Desember 2025 dan menghasilkan lebih dari 5.000 halaman dokumen serta kesaksian.

    Temuan OIOS kemudian ditelaah oleh panel yang terdiri atas tiga hakim untuk menentukan apakah tindakan Khan tergolong sebagai pelanggaran berat, pelanggaran ringan, atau tidak termasuk pelanggaran sama sekali.

    Berlangsung di Tengah Tekanan Politik

    Kasus yang menimpa Khan terjadi ketika ICC sedang menghadapi tekanan politik yang sangat besar.

    Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Khan setelah ia mengajukan permohonan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan yang berkaitan dengan perang di Gaza.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sikap Washington terhadap ICC juga semakin keras.

    Awal bulan ini, pemerintah Amerika Serikat meluncurkan kampanye baru yang melibatkan seluruh lembaga pemerintah untuk membongkar ICC “batu demi batu”. Washington menilai pengadilan tersebut merupakan ancaman terhadap kedaulatan Amerika Serikat.

    Pemerintah AS juga mengancam akan menerapkan larangan visa, pembekuan aset, serta meningkatkan tekanan diplomatik terhadap negara-negara sekutunya agar keluar dari ICC atau menolak yurisdiksi pengadilan tersebut terhadap warga negara mereka.

    Amerika Serikat, Rusia, dan Israel bukan merupakan negara anggota ICC.

    Meski demikian, ICC tetap memiliki kewenangan mengadili dugaan kejahatan yang dilakukan warga negara dari ketiga negara tersebut apabila tindak pidana itu terjadi di wilayah negara yang menjadi anggota ICC.

    amerika icc israel kriminal politik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

    26/10/2026
    Hiburan

    Gerakan Mahasiswa Runtuhkan Dominasi Vučić di Serbia setelah 14 Tahun Berkuasa

    26/10/2026
    Gaya Hidup

    Tren “Ferritin Face” Viral di Media Sosial, Benarkah Wajah Pucat dan Rambut Rontok Menandakan Kekurangan Zat Besi?

    26/10/2026
    Lain Lain

    Lula Kembali Menang Pilpres Brasil, tetapi Kongres yang Dikuasai Kanan Jadi Tantangan Besar

    26/10/2026
    Hukum Kriminal

    Israel Terbelah Jelang Pemilu Penentu, Netanyahu Hadapi Tantangan dari Oposisi dan Kelompok Sayap Kanan

    26/10/2026
    Hiburan

    Kemenangan Gerakan Mahasiswa di Serbia, Aleksandar Vučić Akui Kekalahan dalam Pemilu

    26/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

    26/10/2026

    Gerakan Mahasiswa Runtuhkan Dominasi Vučić di Serbia setelah 14 Tahun Berkuasa

    26/10/2026

    Tren “Ferritin Face” Viral di Media Sosial, Benarkah Wajah Pucat dan Rambut Rontok Menandakan Kekurangan Zat Besi?

    26/10/2026

    Lula Kembali Menang Pilpres Brasil, tetapi Kongres yang Dikuasai Kanan Jadi Tantangan Besar

    26/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.