Acara realitas populer Married at First Sight Australia kembali menghadapi kontroversi setelah polisi meluncurkan penyelidikan terhadap program televisi tersebut.
Kepolisian New South Wales mengatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan “menyusul laporan mengenai penyebaran konten yang tidak pantas”.
Channel Nine, stasiun televisi yang menayangkan Married at First Sight Australia, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengetahui adanya penyelidikan polisi yang melibatkan perusahaan produksi acara tersebut.
Kasus ini menjadi pukulan terbaru bagi program tersebut. Awal tahun ini, investigasi terhadap MAFS Australia mengungkap bahwa sejumlah kontestan mengaku tidak diberi tahu bahwa pasangan mereka memiliki riwayat vonis terkait narkoba dan kekerasan.
Temuan tersebut mendorong lembaga pengawas media Australia mengeluarkan peringatan. Lembaga itu menyebut pengungkapan tersebut sebagai sesuatu yang “serius dan mengganggu”.
Versi Inggris dari Married at First Sight, yang dikenal sebagai MAFS UK, juga dilanda krisis pada Mei setelah program investigasi melaporkan dugaan pemerkosaan yang disampaikan oleh dua kontestan perempuan. Kedua pria yang terlibat dalam tuduhan tersebut telah membantahnya.
MAFS UK diproduksi oleh perusahaan yang berbeda dari versi Australia.
Married at First Sight mempertemukan para lajang yang setuju untuk “menikah” dengan orang asing yang baru mereka temui saat upacara pernikahan simulasi.
Pernikahan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum. Namun, pemirsa dapat menyaksikan pasangan-pasangan itu menjalani bulan madu, kemudian tinggal bersama dan menghadapi berbagai dinamika hubungan, sementara aktivitas mereka direkam hampir setiap hari.
Menurut situs berita industri televisi TV Blackbox, seorang kontestan pria dalam musim terbaru MAFS Australia mengajukan pengaduan resmi kepada polisi. Ia diduga mengadukan tindakan produser yang membagikan informasi pribadinya kepada perempuan yang menjadi pasangannya dalam acara tersebut.
Polisi Australia Alihkan Penyelidikan ke Negara Bagian Australia Barat
Juru bicara Kepolisian New South Wales mengatakan “Pada Senin, 24 Agustus 2026, petugas dari Komando Wilayah Kepolisian South Sydney memulai penyelidikan setelah menerima laporan mengenai penyebaran konten yang tidak pantas.”
“Setelah melakukan penyelidikan, perkara ini akan dirujuk kepada Kepolisian Australia Barat.”
Juru bicara Channel Nine mengatakan, “Kami mengetahui adanya penyelidikan polisi yang melibatkan Endemol Shine Australia. Semua pertanyaan mengenai hal ini harus ditujukan kepada perusahaan tersebut.”
Endemol Shine Australia, perusahaan yang memproduksi MAFS Australia, belum menanggapi sejumlah permintaan komentar terkait perkembangan terbaru ini.
Pada Juni, investigasi mewawancarai sembilan mantan kontestan MAFS Australia. Mereka mendesak pihak acara untuk memperbaiki pemeriksaan latar belakang peserta dan berhenti mengikutsertakan individu yang memiliki riwayat vonis atau pernah menghadapi tuduhan pelanggaran.
Seorang perempuan yang mengikuti musim Australia tahun lalu mengatakan bahwa dirinya tidak diberi tahu bahwa pria yang dipasangkan dengannya memiliki riwayat vonis terkait narkoba. Ia baru mengetahui hal tersebut setelah acara berakhir.
“Harus ada persetujuan berdasarkan informasi yang memadai,” ujarnya.
Menanggapi tuduhan tersebut saat itu, Channel Nine dan Endemol Shine Australia menyatakan bahwa mereka memiliki “protokol yang kuat untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan peserta”.
Hasil Peninjauan MAFS UK Disebut Segera Terbit
Selain sangat populer di Australia, acara tersebut juga memiliki banyak penonton di Inggris dan ditayangkan oleh Channel 4.
Channel 4 menghapus seluruh episode MAFS UK dari layanan streamingnya hanya beberapa jam sebelum penayangan investigasi Panorama pada Mei. Namun, MAFS Australia masih tersedia untuk ditonton.
Pada Juli, Terungkap bahwa seorang kontestan MAFS UK telah ditangkap atas dugaan pemerkosaan setelah program Panorama ditayangkan.
Identitas orang tersebut maupun korban yang diduga menjadi sasaran tidak diungkapkan. Berdasarkan hukum, siapa pun yang melaporkan dugaan pemerkosaan berhak atas perlindungan anonimitas.
Regulator media Inggris, Ofcom, juga telah meluncurkan penyelidikan resmi terhadap acara populer Channel 4 tersebut.
Versi Inggris, yang telah berjalan selama 10 musim, merupakan salah satu program terbesar Channel 4. Jumlah penontonnya kerap melampaui tiga juta orang.
Channel 4 telah menugaskan peninjauan terhadap sistem perlindungan kesejahteraan para peserta acara. Namun, stasiun televisi tersebut hanya berencana menerbitkan “ringkasan temuan”, bukan laporan lengkap.
Direktur utama Channel 4 sebelumnya mengatakan bahwa hasil peninjauan itu dijadwalkan terbit pada musim panas. Namun, hingga kini laporan tersebut belum dipublikasikan.
Saat berbicara kepada anggota parlemen pada awal pekan ini, Kepala Ofcom Dame Melanie Dawes mengatakan laporan itu diperkirakan terbit “dalam waktu dekat”.
Sementara itu, pengacara CPL, perusahaan produksi independen yang membuat versi Inggris acara tersebut, sebelumnya menyatakan bahwa sistem perlindungan kesejahteraan mereka memenuhi “standar emas” dan menjadi salah satu yang terdepan di industri.
