Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Prancis Mulai Kenakan Biaya Produk Fast Fashion, Shein dan Temu Jadi Sasaran

    02/09/2026

    Apple Maps Ikuti Perintah Trump, Danau Ontario Diganti Nama Menjadi Danau Amerika

    02/09/2026

    Jaksa Spanyol Sebut Serangan Seksual Terjadi Hampir Setiap Hari di Ceuta

    02/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Apple Maps Ikuti Perintah Trump, Danau Ontario Diganti Nama Menjadi Danau Amerika

      02/09/2026

      Jaksa Spanyol Sebut Serangan Seksual Terjadi Hampir Setiap Hari di Ceuta

      02/09/2026

      Ariana Grande Tutup Tur Dunia dan Mundur dari Sorotan Publik

      02/09/2026

      USS Abraham Lincoln Sandar di Thailand Usai 250 Hari di Laut, Ribuan Awak Kapal Nikmati Rehat di Pattaya

      02/09/2026

      Jerman Tuduh Rusia Dalangi Serangan Drone di Bandara Leipzig

      02/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Berlin Jadi Sasaran Pemerasan Siber, Peretas Curi Data Kota dan Tuntut Tebusan

      29/08/2026

      PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

      28/08/2026

      Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

      28/08/2026

      Operasi Otak Pertama dengan Bantuan AI Secara Langsung Berhasil Angkat Tumor Pasien

      27/08/2026

      Penyelesaian US$18 Miliar Meta Bisa Mempercepat Perubahan Besar soal Keselamatan Anak di Media Sosial

      27/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Bencana»Asap Kebakaran Hutan Selimuti Kota-Kota Besar AS, Lebih dari 100 Juta Orang Terdampak
    Bencana

    Asap Kebakaran Hutan Selimuti Kota-Kota Besar AS, Lebih dari 100 Juta Orang Terdampak

    joveBy jove18/07/2026No Comments6 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kepulan asap tebal dari kebakaran hutan di Kanada terus menyelimuti wilayah Midwest, Timur Laut, dan kawasan Mid-Atlantic Amerika Serikat, memicu kualitas udara berbahaya bagi lebih dari 100 juta penduduk.

    Polusi udara diperkirakan masih akan bertahan setidaknya hingga Sabtu waktu setempat di sejumlah wilayah, seiring gelombang asap baru yang terus bergerak ke arah selatan.

    Lebih dari 100 Juta Orang Berada dalam Peringatan Kualitas Udara

    Lebih dari 100 juta orang di 18 negara bagian dan Distrik Columbia saat ini berada di bawah peringatan kualitas udara.

    Kategori kualitas udara “sangat tidak sehat” hingga “berbahaya” membentang dari timur laut Minnesota hingga tenggara Virginia.

    Asap terus bergerak ke arah selatan pada Jumat, membuat Washington DC kini juga mengalami kualitas udara yang berbahaya.

    Para ahli cuaca mengatakan pola angin akan menentukan kota mana yang mengalami kondisi terburuk dari hari ke hari.

    Pertandingan dan Acara Besar Dibatalkan

    Dampak kabut asap mulai mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

    Pertandingan Major League Baseball (MLB) antara Cleveland Guardians dan Pittsburgh Pirates pada Jumat ditunda karena buruknya kualitas udara di wilayah Cleveland. Pertandingan tersebut dijadwalkan ulang menjadi dua laga dalam satu hari pada Sabtu.

    Sejumlah ajang olahraga lainnya juga dibatalkan, termasuk Kejuaraan Nasional RowFest di Michigan.

    Selain itu, berbagai acara musim panas di ruang terbuka terpaksa dihentikan.

    Parade bayi di Flint, Michigan, konser musik rock di Herndon, Virginia, hingga lomba lari America’s Mile di Pittsburgh dibatalkan karena kabut asap yang masih bertahan.

    Sektor bisnis juga ikut terdampak di tengah musim liburan yang biasanya ramai.

    Taman hiburan seperti Kennywood dan Sandcastle Water Park di Pennsylvania ditutup sementara akibat kualitas udara yang buruk.

    Chicago Catat Kualitas Udara Terburuk dalam Sejarah

    Milwaukee, Chicago, dan Detroit menjadi beberapa kota dengan kualitas udara terburuk di Amerika Serikat pada Jumat pagi.

    Tingkat polusi berbahaya bahkan meluas hingga Ohio bagian selatan dan Virginia Barat.

    “Pagi ini Chicago mengalami kualitas udara terburuk dalam sejarah pencatatan kota,” demikian pernyataan kantor Wali Kota Chicago melalui media sosial pada Kamis malam.

    Pemerintah kota mengimbau warga tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker N95 atau KN95 jika harus beraktivitas di luar rumah.

    Departemen Kesehatan Detroit membagikan masker gratis kepada warga dan mendorong masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan.

    Di Philadelphia, otoritas kesehatan memperingatkan bahwa “semua orang berpotensi mengalami dampak kesehatan” akibat paparan asap.

    Sementara itu, Dinas Kesehatan Washington DC membagikan masker kepada pegawai pemerintah yang bekerja di luar ruangan. Berbagai kegiatan luar ruang dibatalkan, termasuk penutupan kolam renang umum dan taman bermain air.

    Warga Mengeluhkan Gangguan Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari

    Warga dari Minnesota hingga Washington DC mengaku kehidupan mereka terganggu akibat asap yang menyelimuti lingkungan.

    Sebagian bahkan mengaku kondisi tersebut mengingatkan mereka pada masa pandemi Covid-19 ketika penggunaan masker dan pembatasan aktivitas menjadi hal biasa.

    Erin Cotton, seorang ibu di Washington DC, mengatakan awalnya tidak menyadari keberadaan asap hingga matanya mulai berair dan kedua anaknya yang berusia lima dan satu tahun mengeluhkan rasa gatal.

    “Saat itulah saya teringat bagaimana rasanya ketika terjadi Kebakaran Palisades,” ujarnya, merujuk pada kebakaran besar yang pernah dialaminya saat tinggal di California tahun lalu.

    Pada Jumat, kegiatan perkemahan musim panas putrinya terganggu. Perjalanan berkendara di kota juga memakan waktu dua kali lebih lama karena banyak orang memilih menggunakan kendaraan daripada berjalan kaki.

    “Anak-anak datang dengan pakaian renang mereka, tetapi tidak bisa bermain di luar karena kualitas udara sangat buruk. Mereka semua akhirnya rewel,” katanya.

    Warga Washington lainnya, Abigail Nguyen, mengatakan dirinya semula ingin menikmati cuaca musim panas dengan berlari di National Mall dan berjalan bersama anjing peliharaannya.

    Namun kabut asap membuat rencana itu batal.

    “Saya bahkan tidak bisa melihat tiga blok ke depan. Semuanya sangat berkabut. Mata saya terasa perih,” katanya.

    “Udara terasa lebih berat untuk dihirup karena asap. Saya belum pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya.”

    Nguyen juga membatalkan rencananya menonton Piala Dunia di National Mall dan memilih menyaksikannya dari rumah bersama teman-teman sekamarnya.

    “Saya tidak bisa merasakan suasana keramaian yang seharusnya menjadi bagian dari perayaan musim panas ini.”

    Kelompok Rentan Menghadapi Risiko Lebih Besar

    Masyarakat dengan penyakit jantung dan paru-paru, anak-anak, lansia, tunawisma, serta pekerja luar ruangan menjadi kelompok yang paling berisiko terkena dampak polusi asap.

    Jerrel Gilliam, Direktur Eksekutif organisasi nirlaba Light of Life Rescue Mission di Pittsburgh, mengatakan petugas lapangan kini lebih sering memeriksa kondisi tunawisma dan membagikan masker tambahan.

    “Menjadi tunawisma jauh lebih berbahaya dalam kondisi seperti ini karena risiko dehidrasi meningkat. Mereka berkeringat tetapi tidak selalu memiliki akses untuk mengganti cairan tubuh,” katanya.

    Di Ohio, dokter spesialis paru-paru Megan Conroy memperkirakan jumlah pasien asma yang membutuhkan bantuan medis akan meningkat hingga pekan depan.

    “Pasien saya mengatakan mereka mulai merasakan gejala dan harus lebih sering menggunakan obat pereda asma serta lebih berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.

    Hujan Diperkirakan Membawa Kelegaan

    Kabar baiknya, sejumlah badai petir diperkirakan melanda kawasan Great Lakes hingga Timur Laut AS pada Sabtu.

    Para meteorolog memperkirakan hujan, perubahan arah angin, serta kedatangan front udara dingin akan membantu membersihkan asap secara bertahap dari barat ke timur.

    Meski demikian, kualitas udara tidak akan langsung membaik secara merata di semua wilayah.

    Kebakaran Hutan Kanada Jadi Sumber Utama Asap

    Asap tebal yang kini menyelimuti sebagian besar wilayah AS berasal dari kebakaran hutan di Kanada.

    Sepanjang musim panas tahun ini, sekitar 3.500 kebakaran telah menghanguskan lebih dari 2,4 juta hektare lahan di Kanada.

    Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya belasan kebakaran besar muncul di Provinsi Ontario dan menghasilkan asap yang bergerak ke selatan, mengingatkan pada krisis asap ekstrem yang terjadi pada 2023.

    Meskipun aktivitas kebakaran tahun ini belum menyamai rekor 2023, kombinasi antara kebakaran di Ontario dan fenomena kubah panas (heat dome) di wilayah tengah Amerika Serikat menciptakan kondisi yang memperparah penyebaran asap.

    Perubahan Iklim Perburuk Musim Asap

    Asap kebakaran hutan mengandung partikel mikroskopis berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5.

    Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan ke aliran darah, memicu gangguan pernapasan seperti bronkitis serta memperburuk penyakit jantung, diabetes, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

    Layanan Cuaca Nasional AS mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menutup jendela rumah pada malam hari.

    Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa musim asap semakin panjang dan semakin parah akibat perubahan iklim.

    Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan global berkontribusi besar terhadap peningkatan asap kebakaran hutan di permukaan bumi, sekaligus mengikis berbagai kemajuan kualitas udara yang telah dicapai selama puluhan tahun terakhir, terutama di wilayah barat Amerika Serikat.

    Sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu memperkirakan lebih dari 350 juta orang terpapar polusi udara akibat asap kebakaran hutan selama musim kebakaran ekstrem Kanada pada 2023.

    Penelitian lain menemukan bahwa perubahan iklim menyebabkan sekitar 15.000 kematian tambahan di Amerika Serikat antara 2006 hingga 2020 akibat paparan partikel kebakaran hutan yang seharusnya tidak terjadi jika suhu global tidak terus meningkat.

    amerika bencana cuaca iklikm kanada
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Prancis Mulai Kenakan Biaya Produk Fast Fashion, Shein dan Temu Jadi Sasaran

    02/09/2026
    Budaya

    Apple Maps Ikuti Perintah Trump, Danau Ontario Diganti Nama Menjadi Danau Amerika

    02/09/2026
    Hukum Kriminal

    Jaksa Spanyol Sebut Serangan Seksual Terjadi Hampir Setiap Hari di Ceuta

    02/09/2026
    Hiburan

    Ariana Grande Tutup Tur Dunia dan Mundur dari Sorotan Publik

    02/09/2026
    Lain Lain

    USS Abraham Lincoln Sandar di Thailand Usai 250 Hari di Laut, Ribuan Awak Kapal Nikmati Rehat di Pattaya

    02/09/2026
    Lain Lain

    Jerman Tuduh Rusia Dalangi Serangan Drone di Bandara Leipzig

    02/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Prancis Mulai Kenakan Biaya Produk Fast Fashion, Shein dan Temu Jadi Sasaran

    02/09/2026

    Apple Maps Ikuti Perintah Trump, Danau Ontario Diganti Nama Menjadi Danau Amerika

    02/09/2026

    Jaksa Spanyol Sebut Serangan Seksual Terjadi Hampir Setiap Hari di Ceuta

    02/09/2026

    Ariana Grande Tutup Tur Dunia dan Mundur dari Sorotan Publik

    02/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.