Dulu, video game hadir lengkap dengan berbagai bonus fisik seperti panduan, peta, dan buku manual.
Tradisi itu kini hampir sepenuhnya hilang. Namun hingga sekarang, para gamer setidaknya masih bisa mengandalkan satu hal yang benar-benar bisa mereka pegang secara fisik, yakni disc permainan.
Namun ketika pra-pemesanan Grand Theft Auto VI dibuka pada Rabu, pengembang Rockstar Games mengumumkan bahwa pembeli edisi fisik hanya akan mendapatkan kotak berisi kode untuk mengunduh game secara digital.
Ini bukan pertama kalinya sebuah game dirilis dengan format seperti itu.
Namun jika pengembang salah satu waralaba hiburan terbesar dalam sejarah mulai mengikuti tren tersebut, banyak pihak mulai bertanya: apakah era disc game sudah benar-benar berakhir? Dan apa artinya bagi kepemilikan game di era digital?
“Tidak Bisa Diterima” atau Memang Tak Terhindarkan?
“Reaksi pertama saya adalah bingung dan kaget,” kata Ben, gamer berusia 24 tahun asal Inggris yang membahas berita GTA di media sosial dengan nama akun “videotech”.
Dalam wawancara dengan Variety pada Februari lalu, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengatakan peluncuran yang sepenuhnya digital “bukan rencana mereka”.
Menurut Ben, pernyataan itu membuat banyak penggemar berharap versi disc fisik tetap tersedia saat peluncuran, bukan sekadar demi nostalgia.
“Salah satu keuntungan memiliki disc adalah Anda bisa meminjamkannya ke teman atau menjualnya lagi nanti,” katanya.
Sejumlah toko daring yang menjual edisi fisik GTA 6 menjelaskan bahwa kode digital tersebut hanya bisa digunakan satu kali dan akan tidak berlaku setelah diaktifkan.
Penjualan digital kini menyumbang mayoritas pendapatan industri game. Toko daring seperti Steam dan PlayStation Store sudah hadir selama bertahun-tahun.
Tren ini semakin kuat dengan hadirnya konsol tanpa pemutar disc fisik, kata Mat Piscatella dari firma riset pasar Circana.
Ia menyebut lebih dari setengah konsol Xbox Series di AS kini tidak memiliki drive disc, sementara lebih dari seperempat unit PlayStation 5 juga hadir tanpa pemutar fisik.
Karena itu, bagi sebagian gamer, absennya disc GTA 6 tidak terlalu mengejutkan.
“Saya sekarang hampir sepenuhnya digital. Sebagian besar game saya unduh langsung ke konsol,” kata kreator konten game asal Kanada, Alogirlx.
“Apakah ada disc fisik atau tidak sebenarnya tidak terlalu mengubah apa pun bagi saya,” tambahnya.
Dengan penjualan game fisik yang berada di titik terendah sepanjang sejarah, persoalan ini mungkin bukan lagi sekadar soal disc itu sendiri, melainkan soal makna di balik kehilangannya.
Bagi sebagian orang, ini menjadi langkah lain menuju era ketika pemain tidak lagi membeli produk fisik, melainkan sekadar membeli lisensi atau akses terhadap perangkat lunak yang sepenuhnya dikendalikan penerbit dan pemilik platform.
Stop Killing Games, kelompok kampanye hak konsumen yang berkembang pesat, menyoroti persoalan tersebut.
Kelompok yang dipimpin Ross Scott itu mendesak penerbit game tetap menjaga game daring bisa dimainkan meski server resminya sudah ditutup.
Menurut Scott, masalah utama dari “kode dalam kotak” GTA 6 bukan sekadar tidak adanya disc. Sebab game daring yang menggunakan disc pun tetap bisa tidak dapat dimainkan ketika server dimatikan.
Yang menjadi persoalan, katanya, adalah rendahnya kepercayaan konsumen bahwa penerbit akan menjaga akses terhadap game yang sudah dibayar pemain.
“Masalahnya industri punya reputasi buruk dalam mematikan game setelah dukungan dihentikan, sehingga kepercayaan pelanggan terhadap banyak penerbit besar sudah sangat rendah,” katanya.
“Saya rasa bukan absennya disc yang menjadi masalah utama, tetapi itu bisa menjadi gejala praktik industri yang sangat tidak ramah konsumen.”
Mengapa Rockstar Melakukan Ini?
Wakil editor Video Games Chronicle, Chris Scullion, menilai keputusan itu mungkin dipengaruhi kebocoran data yang sebelumnya pernah dialami Rockstar.
Menurutnya, Rockstar mungkin ingin memastikan konten game tidak mudah disalin dari disc dan disebarluaskan sebelum tanggal rilis resmi.
Ia juga menambahkan GTA 6, yang sudah dua kali mengalami penundaan, kemungkinan masih berada dalam tahap pengembangan yang sangat ketat sehingga versi disc berisiko berisi data yang sudah kedaluwarsa dibanding versi digital terbaru.
“Pandangan sinisnya, tentu saja ini juga bisa menjadi cara untuk menghasilkan lebih banyak uang dari setiap salinan fisik yang dijual,” katanya.
Rockstar bukan satu-satunya perusahaan yang mulai meninggalkan format fisik tradisional.
Nintendo dalam beberapa tahun terakhir juga semakin mengarah ke distribusi digital melalui Game-Key Cards, kartrid fisik yang hanya berfungsi sebagai kunci untuk mengunduh game, bukan menyimpan isi game di dalamnya.
Reaksi Toko Game Fisik
Waralaba GTA merupakan salah satu produk hiburan paling besar dan menguntungkan dalam sejarah.
Grand Theft Auto V telah terjual hampir 230 juta kopi. Peluncuran penerusnya bahkan dianggap sebagai peristiwa ekonomi besar hingga Bank of America ikut mengomentari harga game tersebut.
Meski demikian, pengumuman Rockstar membuat sejumlah toko independen menolak menjual versi “kode dalam kotak” tersebut.
VGP, toko daring yang juga memiliki gerai fisik di Toronto, mengatakan pihaknya tetap menghormati Rockstar, tetapi berkomitmen menjaga nilai kepemilikan game fisik sehingga tidak akan menjual produk itu.
Lootbox Gaming di Delaware juga menolak menjualnya dan menyebut keputusan Rockstar “menggambarkan masa depan suram media fisik untuk game AAA”.
Sementara itu, PNP Games yang memiliki tiga toko di Winnipeg meluncurkan petisi agar Take-Two merilis versi disc fisik GTA 6.
Piscatella menilai model kode digital justru bisa memberi peluang baru bagi peritel, terutama toko yang tidak menjual game bekas, mengingat banyak konsol PlayStation 5 dan Xbox modern memang tidak lagi memiliki pemutar disc.
Jika era disc benar-benar berakhir, satu tradisi besar dunia game juga ikut terancam hilang.
Salah satu ciri khas peluncuran game sebesar GTA adalah acara penjualan tengah malam, ketika para gamer rela mengantre berjam-jam demi menjadi orang pertama yang membeli salinan fisik game tersebut.
Belum jelas apakah toko-toko masih akan mempertahankan tradisi itu saat GTA 6 dirilis pada 19 November untuk PlayStation 5 dan Xbox Series S/X.
Ben mengatakan awalnya ia berencana datang langsung ke acara peluncuran jika diadakan, namun kini memilih membeli versi digital saja.
Meski begitu, ia berharap mereka yang tetap datang ke toko setidaknya mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar kode unduhan, jika bukan disc fisik.
“Bagian paling keren dari membuka kotak game GTA adalah pengalaman unboxing-nya,” tulisnya.
“Peta, buku manual, semua itu sudah menjadi DNA GTA. GTA IV benar-benar sempurna dalam hal ini.”
“Semoga kode digitalnya setidaknya tetap disertai hal-hal seperti itu.”
