Kerusakan rambut akibat bahan kimia keras dalam pewarnaan dan pengeritingan, atau karena menyisir terlalu kasar serta penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi, dapat menyebabkan kutikula rambut terbuka. Kondisi ini memicu rambut mengembang, kusut, dan bercabang.
Banyak produk yang mengusung tren glass hair atau rambut berkilau seperti kaca mengklaim mampu meningkatkan kilau dengan cara “menutup kutikula rambut”, sehingga rambut menjadi lebih kuat dan halus, kata Kim.
Merek-merek pelopor seperti Mise-en-Scène dan UNOVE — yang mulai dipasarkan di gerai Sephora di Amerika Serikat awal tahun ini — menggunakan formula dengan tingkat keasaman rendah (pH rendah) untuk membantu kutikula rambut tetap rata. Produk-produk tersebut juga memanfaatkan perawatan protein untuk mengisi bagian-bagian rambut yang rusak.
“Selain perawatan tersebut, perangkat penata rambut dan sikat khusus yang dirancang untuk menghasilkan tampilan rambut yang sangat rapi juga semakin menarik perhatian pasar,” ujar Kim.
Antara Gaya dan Kesehatan Rambut
Tren penampilan yang sempurna dan serba mengilap ini mencerminkan standar kecantikan Korea Selatan yang tinggi dan sering kali dianggap tidak realistis.
Baik pria maupun perempuan menghadapi tekanan besar untuk tampil sesuai standar tertentu. Negara tersebut juga memiliki tingkat operasi plastik tertinggi serta pengeluaran produk kecantikan per kapita terbesar di dunia.
Rambut yang sangat berkilau memang bisa menjadi tanda rambut sehat. Namun, menurut Kingsley, kecuali seseorang memiliki rambut lurus secara alami, sebagian besar orang harus melakukan berbagai proses yang justru berpotensi merusak rambut untuk mendapatkan tampilan tersebut.
Untuk banyak jenis rambut, menciptakan efek rambut datar dan licin yang menjadi ciri khas glass hair biasanya membutuhkan penataan dengan suhu tinggi serta tarikan kuat saat menyisir dan meluruskan rambut.
Menurut Kingsley, rambut yang sudah rusak tidak dapat diperbaiki sepenuhnya, melainkan hanya bisa dilindungi dari kerusakan lebih lanjut. Karena itu, ia mengingatkan agar tren ini tidak dijadikan obsesi.
“Setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda,” katanya.
Penataan yang lebih lembut dengan suhu rendah, penggunaan pelindung panas yang baik, perawatan kondisioner intensif, serta terapi perbaikan ikatan rambut (bond repair treatment) setiap minggu merupakan cara terbaik untuk menjaga kondisi rambut.
“Kondisi rambut yang baik memiliki pengaruh besar terhadap kilau rambut,” ujar Kingsley.
Meski tampilan glass hair dapat diperoleh melalui metode yang berpotensi merusak rambut, Kim menilai konsumen kini mulai meninggalkan gaya rambut yang kaku dan menggunakan produk penahan rambut yang berat.
Sebaliknya, minat terhadap perlindungan rambut dari kerusakan semakin meningkat, termasuk penggunaan pelindung sinar ultraviolet, pelindung panas, serta masker rambut yang menutrisi, baik yang dibilas maupun yang dibiarkan menempel di rambut.
Menurut Kim, hal ini menunjukkan pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap perawatan rambut.
“Ada perhatian yang semakin besar terhadap kesehatan kulit kepala sebagai fondasi rambut yang sehat. Konsumen semakin memandang perawatan kulit kepala, perawatan rambut, dan penataan rambut sebagai satu rangkaian yang saling terhubung,” ujarnya.
Filosofi Perawatan yang Berfokus pada Kulit Kepala
Ekspansi global industri perawatan rambut Korea Selatan terjadi pada saat masalah kerontokan rambut semakin meningkat di berbagai negara.
Penipisan rambut menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Menurut analisis Grand View Research, pada 2030, ketika satu dari enam penduduk dunia akan berusia di atas 60 tahun, nilai pasar global produk penanganan rambut menipis diperkirakan meningkat 82% dibandingkan 2024.
Wisatawan internasional juga mulai berbondong-bondong ke Korea Selatan untuk menikmati pijat kulit kepala dan layanan head spa. Salah satu platform wisata mencatat kenaikan pemesanan layanan perawatan kulit kepala sebesar 219% selama 11 bulan pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Desember lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung kembali menyoroti industri perawatan rambut Korea ketika secara terbuka meminta agar pengobatan kerontokan rambut ditanggung oleh asuransi kesehatan.
Kim mengatakan pendekatan yang menempatkan kulit kepala sebagai prioritas utama sudah lama tertanam dalam budaya perawatan diri masyarakat Korea.
Tren ini melahirkan konsep yang disebut scalp skinification, yaitu menerapkan prinsip-prinsip perawatan kulit wajah pada kulit kepala.
“Ada ungkapan populer di Korea, ‘jika kulit kepala turun satu sentimeter, wajah turun tiga sentimeter’. Ungkapan ini mendorong perhatian konsumen terhadap pijat kulit kepala dan teknik pelepasan fasia sebagai bagian dari ritual kecantikan dan perawatan diri yang lebih luas,” kata Kim.
Teknologi AI Masuk ke Perawatan Kulit Kepala
Pendekatan yang lebih canggih juga mulai bermunculan.
Salah satunya adalah perangkat analisis kulit kepala berbasis kecerdasan buatan milik Refilled yang dipamerkan pada ajang CES 2026.
Pemindai kulit kepala sebenarnya bukan hal baru. Salah satu contohnya adalah K-Scan milik Kérastase yang telah lama digunakan di salon profesional.
Namun, perangkat Refilled dirancang agar dapat digunakan langsung oleh konsumen di rumah.
Menurut Geunsik Jung, pendiri dan CEO perusahaan induk Refilled, yaitu Constant, perangkat tersebut menggunakan kamera berukuran kecil untuk mengambil gambar detail kulit kepala pengguna.
Gambar itu kemudian dianalisis oleh model AI yang telah dilatih menggunakan lebih dari satu juta titik data pengguna.
Hasil analisis dikirim ke aplikasi yang memberikan diagnosis rinci dan personal mengenai kondisi kulit kepala serta kesehatan pengguna. Aplikasi tersebut juga memberikan rekomendasi terkait pola makan, gaya hidup, dan produk yang dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit kepala.
“Masalah terbesar selama ini adalah ketika seseorang menggunakan produk tertentu, mereka tidak tahu apakah produk itu benar-benar bekerja atau tidak,” kata Jung
Dengan menggunakan pemindai tersebut, pengguna dapat melihat kondisi sebelum dan sesudah perawatan sehingga perkembangan yang terjadi menjadi lebih jelas.
Kilau Rambut Berawal dari Kulit Kepala yang Sehat
Menurut Kingsley, perawatan kulit kepala tidak akan mengubah rambut yang sudah tumbuh, tetapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas rambut dalam jangka panjang.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi seperti ketombe dapat memengaruhi kesehatan kutikula rambut saat rambut tumbuh dari kulit kepala. Jadi, dengan menjaga kulit kepala tetap sehat dan bersih, Anda juga membantu menjaga kesehatan kutikula rambut,” jelasnya.
Kim menambahkan bahwa manusia selalu menginginkan rambut yang berkilau. Namun, ia yakin fokus yang semakin besar terhadap kesehatan kulit kepala membuat tren glass hair memiliki masa depan yang lebih panjang dibanding sekadar tren sesaat.
“Mencapai tampilan glass hair bukan hanya soal menggunakan minyak rambut atau produk pelapis yang mengilap,” katanya.
“Kilau rambut yang tampak sehat pada akhirnya berasal dari perawatan kulit kepala dan rambut yang dilakukan secara konsisten.”
