Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Lowongan Kerja AS Melonjak ke Level Tertinggi Hampir Dua Tahun, Tapi Perekrutan Masih Lesu

    03/06/2026

    Jejak Perampokan Bitcoin Rp4 Triliun Berujung Upaya Penculikan: Terhubung ke Bos Kripto yang Menyebut Dirinya “The Godfather”

    03/06/2026

    Berani Berburu Harta Karun Sepanjang Musim Panas? Batangan Emas Rp380 Juta Menanti di Finlandia

    03/06/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Lowongan Kerja AS Melonjak ke Level Tertinggi Hampir Dua Tahun, Tapi Perekrutan Masih Lesu

      03/06/2026

      Jejak Perampokan Bitcoin Rp4 Triliun Berujung Upaya Penculikan: Terhubung ke Bos Kripto yang Menyebut Dirinya “The Godfather”

      03/06/2026

      Berani Berburu Harta Karun Sepanjang Musim Panas? Batangan Emas Rp380 Juta Menanti di Finlandia

      03/06/2026

      Drama Penyanderaan di Bank California, Pria Bersenjata Bertahan di Dalam Gedung Bersama Sejumlah Sandera

      03/06/2026

      Diguncang Kasus Keracunan Massal dan Dugaan Korupsi, Prabowo Copot Kepala Program Makan Gratis

      03/06/2026
    • TEKNOLOGI

      Jejak Perampokan Bitcoin Rp4 Triliun Berujung Upaya Penculikan: Terhubung ke Bos Kripto yang Menyebut Dirinya “The Godfather”

      03/06/2026

      Anthropic Bersiap Melantai di Bursa AS, Pertarungan Raksasa AI Masuki Babak Baru

      02/06/2026

      Gelombang AI di Perusahaan Kerap Membingungkan Karyawan, Investasi Mahal Belum Tentu Berbuah Hasil

      02/06/2026

      Wabah Ebola Kian Mengkhawatirkan, Tiga Vaksin Baru Dikebut untuk Hadapi Virus Mematikan Bundibugyo

      02/06/2026

      Florida Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Membantu Pelaku Penembakan Massal dan Membahayakan Anak-anak

      02/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Israel Terus Gempur Lebanon Selatan, tetapi Gencatan Senjata Parsial dengan Hizbullah Masih Bertahan
    Hukum Kriminal

    Israel Terus Gempur Lebanon Selatan, tetapi Gencatan Senjata Parsial dengan Hizbullah Masih Bertahan

    joveBy jove03/06/2026No Comments7 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Israel melanjutkan serangan militernya di wilayah selatan Lebanon pada Selasa, namun tidak melancarkan serangan ke Beirut setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata parsial dengan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.

    Pemerintah Lebanon menyatakan bahwa berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin malam, pasukan Israel tidak akan menyerang ibu kota Beirut sebagai imbalan atas komitmen Hizbullah untuk tidak melancarkan serangan terhadap Israel.

    Perkembangan tersebut terjadi setelah Iran memperingatkan bahwa aksi militer Israel di Lebanon dapat membahayakan pembicaraan mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Teheran dan Washington.

    Setelah pengumuman gencatan senjata, militer Israel menyatakan telah mencegat dua proyektil yang ditembakkan ke wilayah utara Israel. Sementara itu, Hizbullah mengaku menyerang pasukan Israel di Lebanon selatan, tempat otoritas setempat melaporkan terjadinya serangan udara Israel yang menewaskan sejumlah orang.

    Serangan Dekat Rumah Sakit Tewaskan dan Lukai Puluhan Orang

    Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan empat orang tewas dan 127 lainnya terluka ketika serangan udara Israel menghantam bangunan di dekat Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre pada Senin sore.

    Sebanyak 39 staf rumah sakit termasuk di antara para korban luka, dengan empat orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

    Pemandangan di sekitar rumah sakit pada Selasa menunjukkan kehancuran yang nyaris total.

    Pecahan beton dan logam yang terpelintir berserakan di berbagai sudut. Bunyi alarm mobil yang rusak dan percikan kabel listrik yang putus menggema di jalan-jalan yang nyaris kosong.

    Selain beberapa jurnalis lokal, hampir tidak ada warga yang terlihat berada di luar.

    Seorang perempuan berdiri sambil menangis menatap sebuah gedung apartemen yang sebagian besar telah hancur.

    “Saya tinggal di sana,” katanya sambil menunjuk reruntuhan bangunan tersebut.

    “Dulu,” tambahnya pelan.

    Direktur Rumah Sakit Jabal Amel, Dr. Wael Mroueh, menghabiskan malam untuk menangani dampak serangan tersebut.

    “Kami sedang merawat pasien dan warga yang mengungsi. Semuanya berjalan seperti biasa, lalu tiba-tiba terdengar ledakan,” katanya.

    “Tidak ada peringatan sebelumnya. Foto-foto yang ada sudah menjelaskan semuanya.”

    Ia juga membantah adanya target militer di sekitar rumah sakit.

    “Musuh Israel menargetkan jurnalis, petugas ambulans, dan tenaga medis. Tidak ada bedanya bagi mereka. Yang mereka inginkan hanyalah mengusir kami dari negara kami,” ujarnya.

    Bayi yang Baru Lahir di Tengah Kehancuran

    Di dalam rumah sakit, lorong-lorong dipenuhi pecahan kaca. Panel langit-langit runtuh ke lantai. Deretan inkubator tampak retak dan rusak akibat gelombang ledakan.

    Empat jam sebelum serangan terjadi, seorang bayi bernama Fares lahir di ruang bersalin rumah sakit tersebut.

    Bayi itu terbaring pulas dibungkus selimut biru berbulu, sementara ibunya masih menjalani pemulihan.

    Sang nenek, Amal, dengan bangga memperlihatkan cucunya kepada para pengunjung.

    “Memang benar hidup sangat sulit, tetapi kami harus menjalaninya,” katanya sambil menatap cucunya.

    “Ini adalah negara dan tanah airnya. Dia harus membelanya. Itu adalah tanggung jawab.”

    Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan “infrastruktur teroris Hizbullah” di kawasan itu.

    Israel mengakui bahwa rumah sakit mengalami kerusakan, namun menegaskan fasilitas kesehatan tersebut “bukan target serangan”.

    Militer Israel juga menuduh Hizbullah beroperasi di tengah infrastruktur sipil dan kawasan permukiman, meskipun tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

    Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, selama tiga bulan terakhir sebanyak 128 tenaga medis dan paramedis telah tewas, sementara 159 serangan tercatat menyasar ambulans dan fasilitas kesehatan.

    Serangan Berlanjut di Lebanon Selatan

    Pada Selasa pagi, badan pertahanan sipil Lebanon melaporkan serangan Israel lainnya menghantam pusat operasional mereka di Kfar Sir, Distrik Nabatieh.

    Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material namun tidak menimbulkan korban jiwa.

    Foto-foto yang dibagikan melalui media sosial menunjukkan balok logam yang melengkung menggantung dari langit-langit dan puing-puing berserakan di lantai.

    Media pemerintah Lebanon juga melaporkan bahwa seorang dokter gigi dari desa Kristen Qlayaa tewas bersama putra dan putrinya dalam serangan drone di jalan antara Marjayoun dan Nabatieh.

    Pada Selasa sore, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk Kota Nabatieh.

    Israel memperingatkan bahwa mereka “terpaksa bertindak tegas” terhadap Hizbullah di wilayah tersebut karena kelompok itu dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.

    Pemerintah Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Hizbullah melanggar deklarasi Senin dengan meluncurkan “sejumlah serangan rudal dan drone dari Lebanon terhadap komunitas-komunitas di Israel”.

    Di sisi lain, sayap militer Hizbullah menyatakan para pejuangnya menyerang tank dan pasukan Israel di kota-kota Haddatha, Bayada, dan Zawtar al-Sharqiya menggunakan drone, rudal, dan artileri.

    Kelompok tersebut tidak menyebut adanya serangan lintas perbatasan ke wilayah Israel.

    Ribuan Korban dan Krisis Pengungsi

    Lebanon terseret ke dalam perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 2 Maret setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

    Israel kemudian merespons dengan kampanye udara di berbagai wilayah Lebanon serta operasi darat di bagian selatan negara tersebut, yang semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

    Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 3.468 orang telah tewas sejak perang dimulai. Data tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut lebih dari satu juta orang telah terdaftar sebagai pengungsi di Lebanon. Perintah evakuasi yang dikeluarkan Israel kini mencakup lebih dari seperdelapan wilayah negara itu.

    Sementara itu, Israel menyatakan 25 tentaranya dan empat warga sipil Israel tewas di kedua sisi perbatasan selama konflik berlangsung.

    Diplomasi AS Cegah Serangan ke Beirut

    Pada Senin malam, Kedutaan Besar Lebanon di Washington mengumumkan bahwa pemerintah Lebanon telah menerima konfirmasi bahwa Hizbullah menyetujui proposal gencatan senjata parsial yang didukung Amerika Serikat.

    Kesepakatan tersebut dicapai setelah percakapan antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

    Dalam pernyataannya, kedutaan menjelaskan bahwa berdasarkan usulan tersebut Israel tidak akan melancarkan ofensif besar ke Beirut, sementara Hizbullah menahan diri untuk tidak menyerang Israel.

    Kesepakatan itu diharapkan dapat membuka peluang perluasan gencatan senjata ke seluruh wilayah Lebanon.

    Trump kemudian menghubungi Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Moawad, dan menyampaikan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyetujui proposal tersebut.

    Presiden Aoun selanjutnya meneruskan hasil pembicaraan itu kepada Hizbullah.

    Trump kemudian menulis di platform Truth Social bahwa ia telah berbicara dengan Netanyahu dan perwakilan pimpinan Hizbullah.

    “Mereka setuju berhenti menembaki Israel dan tentaranya. Demikian pula Israel setuju berhenti menembaki mereka,” tulis Trump.

    Namun, Netanyahu dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa ia telah memberi tahu Trump bahwa Israel akan menyerang target-target teroris di Beirut apabila Hizbullah tidak menghentikan serangan terhadap kota-kota dan warga Israel.

    Ia juga menegaskan bahwa operasi militer Israel di Lebanon selatan akan tetap berlanjut sesuai rencana.

    Iran dan Hizbullah Tekan Israel

    Juru bicara Hizbullah mengatakan ancaman serangan Israel ke kawasan Dahieh di Beirut selatan berhasil dicegah berkat tekanan Iran.

    Mahmoud Qamati, anggota Dewan Politik Hizbullah dan mantan menteri Lebanon, mengatakan:

    “Tidak ada kesepakatan gencatan senjata. Yang ada hanyalah perlindungan terhadap Dahieh.”

    Sebelumnya, anggota parlemen senior Hizbullah Hassan Fadlallah mengatakan kelompoknya tidak akan menerima gencatan senjata yang bersifat sepihak.

    Ia menuntut adanya gencatan senjata menyeluruh sebagai langkah awal menuju penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.

    Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, yang selama bertahun-tahun menjadi mediator antara Hizbullah dan Amerika Serikat, juga mengatakan kepada The New York Times bahwa kelompok tersebut bersedia menerima “gencatan senjata yang nyata”.

    Perundingan lanjutan antara diplomat Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Washington pada Selasa dan Rabu.

    Dorongan diplomatik ini muncul setelah Netanyahu sebelumnya mengumumkan perintah serangan ke pinggiran selatan Beirut—basis utama Hizbullah—sebagai respons atas serangan roket dan drone terhadap warga sipil Israel serta dugaan pelanggaran gencatan senjata April lalu.

    Media AS Axios melaporkan, mengutip dua pejabat Amerika, bahwa Trump kemudian meluapkan kemarahannya kepada Netanyahu dalam percakapan telepon yang berlangsung panas dan memintanya membatalkan rencana tersebut.

    Beberapa politisi Israel mengkritik keputusan Netanyahu yang mengikuti permintaan Trump untuk tidak menyerang Beirut.

    Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben Gvir, mengatakan bahwa inilah saatnya Israel mengatakan “tidak” kepada sekutunya.

    Sementara itu, pemimpin oposisi Yair Lapid menilai Israel telah berubah menjadi “negara klien sepenuhnya”.

    Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan komentar atas laporan tersebut.

    Menurut Axios, kemarahan Trump dipicu kekhawatirannya bahwa eskalasi Israel di Lebanon dapat menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.

    Ancaman Netanyahu juga memicu respons keras dari Teheran.

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa gencatan senjata antara Iran dan AS berlaku “tanpa pengecualian di semua front, termasuk Lebanon”, dan pelanggaran di satu front berarti pelanggaran terhadap seluruh kesepakatan.

    Secara terpisah, kantor berita konservatif Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran mempertimbangkan untuk menangguhkan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat sebagai respons atas aksi militer Israel di Lebanon.

    hizbullah iran israel kriminal perang
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Lowongan Kerja AS Melonjak ke Level Tertinggi Hampir Dua Tahun, Tapi Perekrutan Masih Lesu

    03/06/2026
    Hukum Kriminal

    Jejak Perampokan Bitcoin Rp4 Triliun Berujung Upaya Penculikan: Terhubung ke Bos Kripto yang Menyebut Dirinya “The Godfather”

    03/06/2026
    Hiburan

    Berani Berburu Harta Karun Sepanjang Musim Panas? Batangan Emas Rp380 Juta Menanti di Finlandia

    03/06/2026
    Hukum Kriminal

    Drama Penyanderaan di Bank California, Pria Bersenjata Bertahan di Dalam Gedung Bersama Sejumlah Sandera

    03/06/2026
    Gaya Hidup

    Angkat Beban Bisa Membantu Anda Hidup Lebih Lama? Studi Ungkap Manfaat Besar untuk Jantung dan Otak

    03/06/2026
    Lain Lain

    Kanada Resmi Minta Perpanjangan Perjanjian Dagang Amerika Utara, Negosiasi dengan AS Memasuki Fase Krusial

    03/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Lowongan Kerja AS Melonjak ke Level Tertinggi Hampir Dua Tahun, Tapi Perekrutan Masih Lesu

    03/06/2026

    Jejak Perampokan Bitcoin Rp4 Triliun Berujung Upaya Penculikan: Terhubung ke Bos Kripto yang Menyebut Dirinya “The Godfather”

    03/06/2026

    Berani Berburu Harta Karun Sepanjang Musim Panas? Batangan Emas Rp380 Juta Menanti di Finlandia

    03/06/2026

    Drama Penyanderaan di Bank California, Pria Bersenjata Bertahan di Dalam Gedung Bersama Sejumlah Sandera

    03/06/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.