Gedung Putih pada Jumat malam merilis hasil pemeriksaan kesehatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dilakukan pada Mei lalu. Dalam laporan tersebut, dokter kepresidenan merekomendasikan agar Trump menurunkan berat badan dan meningkatkan aktivitas fisiknya, meski secara keseluruhan dinyatakan berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.
Dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, menulis bahwa Trump tetap berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik dengan fungsi jantung, paru-paru, saraf, dan fisik secara keseluruhan yang kuat.
“Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat,” tulis Barbabella.
Ia menambahkan bahwa performa kognitif dan fisik Trump dinilai sangat baik serta sepenuhnya memenuhi syarat untuk menjalankan tugas sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Negara Amerika Serikat.
Disarankan Menurunkan Berat Badan
Dalam laporan tersebut, Barbabella menyebut Trump menerima konseling pencegahan kesehatan yang mencakup:
- Panduan pola makan yang lebih sehat
- Rekomendasi penggunaan aspirin dosis rendah
- Peningkatan aktivitas fisik
- Program penurunan berat badan berkelanjutan
Dokter mencatat Trump memiliki tinggi badan sekitar 190 sentimeter (6 kaki 3 inci) dan berat badan 238 pon atau sekitar 108 kilogram.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan berat badan dibandingkan pemeriksaan kesehatan pada April tahun lalu, ketika beratnya tercatat 224 pon atau sekitar 102 kilogram.
Kunjungan Trump ke Walter Reed National Military Medical Center pekan ini merupakan pemeriksaan medis ketiganya sejak dilantik kembali sebagai presiden dan menjadi presiden tertua yang pernah dilantik dalam sejarah Amerika Serikat.
Sebelum pemeriksaan berlangsung, Gedung Putih mengatakan evaluasi kesehatan tersebut mencakup pemeriksaan medis dan gigi tahunan rutin, meskipun Trump diketahui telah dua kali mengunjungi dokter gigi di Florida sepanjang tahun ini.
Setelah pemeriksaan selesai, Trump hanya memberikan komentar singkat melalui Truth Social.
“Semuanya diperiksa dan hasilnya SEMPURNA,” tulisnya.
Pembengkakan Kaki Dilaporkan Membaik
Sejak kembali menjabat pada 2025, berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya mendorong Gedung Putih untuk lebih terbuka dalam menjelaskan kondisi fisik presiden.
Tahun lalu, Gedung Putih mengungkap bahwa pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Trump disebabkan oleh insufisiensi vena kronis, yaitu kondisi ketika katup pada pembuluh darah vena tidak bekerja secara optimal sehingga darah dapat menumpuk di dalam pembuluh.
Trump sempat mencoba menggunakan kaus kaki kompresi untuk mengatasi masalah tersebut, namun merasa tidak nyaman saat memakainya.
Dalam laporan terbaru, Barbabella menyebut pembengkakan ringan pada bagian bawah kaki masih ditemukan saat pemeriksaan, tetapi kondisinya telah membaik dibandingkan tahun sebelumnya.
Memar di Tangan dan Pemeriksaan Saraf
Trump juga diketahui memiliki memar yang cukup terlihat di kedua tangannya selama masa jabatan keduanya.
Gedung Putih sebelumnya menjelaskan bahwa memar tersebut muncul akibat sering berjabat tangan dan dalam beberapa kesempatan ditutupi menggunakan riasan kosmetik saat difoto.
Menurut laporan medis, Trump menjalani pemeriksaan neurologis komprehensif yang menunjukkan hasil normal.
Pemeriksaan tersebut menunjukkan:
- Status mental normal
- Fungsi saraf kranial utuh
- Kekuatan motorik normal
- Sensasi dan refleks normal
- Kemampuan berjalan dan keseimbangan yang baik
Usia Jantung Disebut Lebih Muda 14 Tahun
Dalam evaluasi kesehatan jantung, Barbabella mengatakan analisis elektrokardiogram (EKG) berbasis kecerdasan buatan memperkirakan usia jantung Trump sekitar 14 tahun lebih muda dibandingkan usia biologisnya saat ini.
Laporan itu juga menyebut Trump masih mengonsumsi aspirin secara rutin, meskipun tidak dijelaskan berapa dosis yang digunakan.
Untuk tujuan pencegahan penyakit jantung, dokter umumnya menyarankan konsumsi aspirin dosis rendah sekitar 81 miligram per hari.
Namun dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada Januari lalu, Trump mengaku mengonsumsi aspirin 325 miligram setiap hari.
Dosis yang lebih tinggi tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan.
“Aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya,” kata Trump saat itu.
“Mereka lebih suka saya mengonsumsi dosis yang lebih kecil. Saya memilih yang lebih besar dan sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Memang efeknya menyebabkan memar.”
Kembali Jalani Tes Kognitif
Trump juga kembali mengikuti Montreal Cognitive Assessment (MoCA), tes berdurasi sekitar 10 menit yang umum digunakan untuk mendeteksi gangguan kognitif ringan maupun tahap awal demensia.
Menurut Barbabella, presiden memperoleh nilai sempurna, yakni 30 dari 30 poin.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan tim medis Gedung Putih untuk menyimpulkan bahwa kemampuan kognitif Trump tetap berada dalam kondisi sangat baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan neurologis yang signifikan.
