Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing ditutup dengan tur ke Zhongnanhai, kompleks eksklusif dan dijaga ketat yang menjadi tempat tinggal sekaligus pusat kerja para pemimpin tertinggi China.
Keputusan Presiden China Xi Jinping untuk secara langsung memandu Trump berkeliling kompleks bersejarah itu menjadi salah satu momen paling simbolis dalam kunjungan dua hari yang dipenuhi seremoni, tetapi minim rincian kebijakan konkret dari kedua pihak.
Pertemuan yang sangat dinanti antara dua negara adidaya itu berlangsung di tengah ketegangan terkait perang dagang dan konflik Iran. Namun, kedua pemimpin tampak lebih lunak dibanding sebelumnya, dengan Trump menyebut kunjungannya sebagai sesuatu yang “luar biasa”.
Xi menggambarkan hubungan kedua negara sebagai “hubungan bilateral baru” dan bahkan berjanji akan mengirim benih mawar China yang mereka kagumi saat berjalan-jalan bersama. Trump pun menjawab, “Saya suka itu, luar biasa.”
Zhongnanhai, yang terletak sekitar 20 kilometer di timur Lapangan Tiananmen, kerap disebut sebagai “Gedung Putih”-nya China.
Kompleks yang awalnya digunakan sebagai kediaman sekunder para kaisar China itu terkenal dengan danau dan taman-taman tertata rapi. Setelah berdirinya pemerintahan komunis pada 1949, Zhongnanhai berubah menjadi pusat kekuasaan Partai Komunis China.
Kini, tempat tersebut menjadi salah satu lokasi politik paling penting di Beijing. Undangan bagi pemimpin asing untuk memasuki kompleks itu biasanya dianggap sebagai kehormatan sekaligus sinyal kedekatan diplomatik.
Saat Trump bertanya pemimpin asing lain mana saja yang pernah masuk ke sana, Xi menjawab hal itu “sangat jarang terjadi”, sebelum menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin pernah berkunjung ke sana. Presiden Belarus Alexander Lukashenko juga diketahui mendatangi Zhongnanhai tahun lalu.
Sejumlah presiden AS sebelumnya juga pernah mengunjungi kompleks tersebut, termasuk Barack Obama, George W. Bush, dan Richard Nixon dalam kunjungan bersejarahnya ke China pada 1972.
Dalam tur pada Jumat itu, Trump sempat berhenti untuk mengagumi “mawar paling indah yang pernah dilihat siapa pun” serta pepohonan tua di kawasan tersebut.
“Mereka bisa hidup selama itu?” tanya Trump ketika Xi menjelaskan beberapa pohon berusia 200 hingga 400 tahun.
“Ya, di tempat lain bahkan ada pohon berusia 1.000 tahun,” jawab Xi.
Beberapa jam sebelum berjalan-jalan di Zhongnanhai, menayangkan wawancara rekaman dengan Trump, di mana ia memuji Xi sebagai sosok yang “hangat” dan “sangat cerdas”.
Trump mengatakan Xi berjanji tidak akan memasok senjata militer kepada Iran.
“Namun di saat yang sama, dia mengatakan China membeli banyak minyak dari sana dan ingin terus melakukannya,” kata Trump kepada pembawa acara , Sean Hannity. “Dia ingin Selat Hormuz tetap terbuka.”
Meski pemerintah China belum mengomentari klaim Trump tersebut, Kementerian Luar Negeri China merilis pernyataan bahwa Beijing terus bekerja tanpa lelah untuk membantu mengakhiri konflik — sebuah pengakuan bahwa para pejabat China bergerak di balik layar untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
China sendiri merupakan pembeli terbesar minyak Iran sekaligus mitra dagang terbesar negara itu. Karena itu, pemerintahan Trump berharap Xi menggunakan pengaruh ekonomi dan politik Beijing untuk menekan Teheran agar bersedia bernegosiasi.
Walaupun gencatan sementara perang dagang tetap menjadi agenda penting, isu Iran disebut berkembang menjadi perhatian yang lebih mendesak dalam beberapa bulan terakhir.
Trump mengatakan pembicaraan perdagangan kali ini berjalan “lebih baik dibanding sebelumnya”.
Ia juga menyebut para pebisnis yang ikut dibawanya ke Beijing datang untuk “membuat kesepakatan” dan “membawa kembali lapangan kerja”.
Menurut Trump, China setuju membeli minyak Amerika Serikat, 200 pesawat Boeing, serta “banyak produk pertanian” AS. Namun pada Jumat, Kementerian Luar Negeri China menghindari pertanyaan mengenai kesepakatan pertanian dan pembelian Boeing tersebut.
China sendiri lebih menekankan adanya “serangkaian konsensus baru”, meski belum menjelaskan secara rinci apa saja kesepakatan yang dimaksud.
Para analis menilai posisi global Beijing menguat dalam beberapa tahun terakhir setelah China memperluas perdagangan dengan banyak negara di luar AS guna melindungi diri dari tarif tinggi Trump.
Kunjungan Trump ke Beijing juga datang setelah sejumlah pemimpin dunia dari Inggris, Kanada, dan Jerman berkunjung ke China demi mempererat kerja sama ekonomi dengan Beijing.
Sebuah pertemuan puncak kedua kini juga mulai dijadwalkan setelah Trump mengundang Xi untuk datang ke Gedung Putih pada September mendatang.
“Anda akan pulang dengan kesan yang sangat mendalam, seperti saya yang sangat terkesan dengan China,” kata Trump setelah turnya di Zhongnanhai berakhir.
