Seorang penampil yang masih syok menceritakan momen ketika ia bertatapan langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat mereka berdua berlindung setelah suara tembakan terdengar dalam acara makan malam White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu malam.

Oz Pearlman yang menggambarkan dirinya sebagai “mentalist” dengan pertunjukan trik pikiran mengatakan bahwa ia sedang berbincang dengan Trump, Ibu Negara Melania Trump, serta sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt saat insiden terjadi.

“Saya langsung tiarap dengan sangat cepat. Kemudian Secret Service menjatuhkan Presiden Trump saya bisa katakan dengan sangat efektif, meski cukup keras,” ujarnya.

“Kami hanya berjarak sekitar setengah meter… saling berhadapan di lantai, ketika saya mendengar tembakan dan berpikir, ‘Kita akan mati.’”

Rekaman dari acara tahunan tersebut menunjukkan Pearlman berdiri sambil memegang selembar kertas di belakang ketiga tokoh penting itu, yang duduk di meja di atas panggung di Washington Hilton.

Pearlman menjelaskan bahwa momen itu terasa sangat tidak masuk akal karena ia sedang berada di tengah pertunjukan untuk ibu negara, presiden, dan sekretaris pers.

“Saya sedang mencoba menebak jumlah huruf dalam nama bayi karena sekretaris pers akan segera melahirkan. Saat saya merobek kertas dan menunjukkan nama itu, saya mendengar suara tembakan,” katanya.

Awalnya ia mengira akan terjadi ledakan bom, melihat bagaimana agen keamanan bergerak cepat menuju satu meja.

“Rasanya bukan seperti mereka mencari penembak. Lebih seperti mereka mencoba mencegah sesuatu terjadi,” tambahnya.

Ia kemudian segera menjatuhkan diri ke lantai. Dalam posisi tersebut, ia menghadap ke kiri, sementara agen keamanan menjatuhkan Trump tepat di sampingnya.

“Saya menoleh ke kiri dan langsung menatap matanya selama satu atau dua detik sambil berpikir, semoga saya tidak akan mati,” ujarnya.

Sekitar dua detik kemudian, agen berhasil mengevakuasi Trump keluar ruangan. Sementara itu, Pearlman bersama dua orang lainnya merangkak untuk mencari perlindungan.

Dalam wawancara dengan program 60 Minutes milik CBS pada Minggu, Trump mengatakan dirinya “tidak khawatir” selama kejadian tersebut. “Saya memahami hidup. Kita hidup di dunia yang gila,” katanya.

Ia juga menceritakan bagaimana ia diarahkan oleh tim keamanan untuk tiarap sebelum dievakuasi, bersama ibu negara.

Pelaku yang diduga sebagai penembak, Cole Tomas Allen, kemudian ditangkap di lokasi. Polisi menyebut pria berusia 31 tahun asal California itu sempat terlibat baku tembak dengan agen keamanan di lantai atas lokasi acara.

Setelah diamankan, Allen mengaku ingin menembak pejabat dalam pemerintahan Trump, menurut dua sumber

Pada Senin, ia didakwa atas percobaan pembunuhan presiden serta sejumlah pelanggaran terkait senjata. Hingga kini, ia belum mengajukan pembelaan di pengadilan.

Share.
Leave A Reply