Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi, sekaligus mengakui perlunya pembenahan dalam cara bersikap dan berkomunikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Rudy melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam pembukaannya, ia menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam konteks pengawasan terhadap pemerintah.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda, ibunda, dan masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati, beberapa hari terakhir saya mengikuti berbagai perhatian yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya mengawali pernyataan.

Menurut Rudy, kritik yang muncul, termasuk yang bernada keras, mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kebijakan publik dan penggunaan fasilitas negara. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari dinamika yang sehat dalam kehidupan pemerintahan.

Akui Lakukan Refleksi Diri

Rudy mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir ia telah melakukan refleksi mendalam. Dari proses tersebut, ia menyadari adanya sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam aspek komunikasi publik dan pengambilan sikap.

“Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi,” tuturnya.

Atas dasar itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas situasi yang menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” lanjutnya dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (27/4/2026).

Sorotan pada Anggaran Renovasi Rumah Dinas

Salah satu isu yang menjadi perhatian publik adalah rencana renovasi rumah jabatan gubernur dengan nilai anggaran mencapai Rp25 miliar. Terkait hal tersebut, Rudy menjelaskan bahwa perencanaan proyek tersebut sebenarnya telah disusun sebelum dirinya menjabat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sebagai kepala daerah saat ini, tanggung jawab tetap berada di pundaknya.

“Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah dinas Rp25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini, tanggung jawab tetap ada pada saya,” jelasnya.

Share.
Leave A Reply