Otoritas Amerika Serikat berhasil menangkap kembali seorang terpidana pembunuhan yang melarikan diri dari penjara di Tennessee lebih dari sepekan lalu.
Jacob Allen Morley, 28 tahun, sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup atas pembunuhan rekan kerjanya pada 2022 ketika ia melarikan diri dari Northwest Correctional Complex di Tiptonville, sekitar 145 kilometer sebelah utara Memphis.
Departemen Pemasyarakatan Tennessee (TDOC) mengatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan Morley, yang masih mengenakan seragam penjara, menerobos pagar kompleks sekitar pukul 23.30 pada 25 Oktober. Setelah itu, ia mencuri sebuah kendaraan dari sebuah peternakan di dekat lokasi penjara.
Pada Rabu, Biro Investigasi Tennessee (TBI) mengumumkan bahwa Morley telah ditangkap dalam operasi yang melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum tingkat lokal, negara bagian, dan federal.
Dalam pernyataannya, TBI mengatakan pihak berwenang menerima informasi bahwa Morley bersembunyi di sebuah properti di Illinois. Sebuah truk juga dilaporkan dicuri dari lokasi tersebut.
Pelat nomor truk itu kemudian dilacak menggunakan teknologi pembaca pelat nomor otomatis. Kendaraan tersebut terdeteksi melintasi wilayah Missouri, sehingga aparat setempat dikerahkan untuk membuntutinya.
Morley akhirnya ditangkap oleh Patroli Jalan Raya Negara Bagian Missouri tanpa perlawanan di Carroll County pada Selasa pukul 11.34 waktu setempat. Tiga senjata api yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat pencurian juga ditemukan di dalam kendaraan tersebut, menurut TBI.
Foto-foto yang dirilis pihak berwenang memperlihatkan Morley dalam keadaan diborgol saat digiring keluar dari sebuah ladang oleh petugas kepolisian.
Setelah melarikan diri, Morley dimasukkan ke dalam daftar buronan paling dicari TBI. TDOC sebelumnya menawarkan hadiah hingga US$2.500 atau sekitar Rp41 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya. Pada Rabu, jumlah hadiah tersebut ditingkatkan sebesar US$15.000 atau sekitar Rp246 juta.
Dalam pernyataannya, TBI mengatakan masyarakat turut memberikan informasi selama proses penyelidikan. Namun, lembaga tersebut tidak menjelaskan apakah hadiah uang telah diberikan kepada pemberi informasi.
Patroli Jalan Raya Negara Bagian Missouri mengatakan operasi perburuan tersebut melibatkan petugas dari Departemen Kepolisian Kansas City, Departemen Kepolisian Independence, Biro Investigasi Federal (FBI), Dinas Marshal Amerika Serikat, serta badan Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI).
Morley dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama terhadap rekan kerjanya, Cody Birchfield, pada 2022. Ia dijatuhi hukuman pada Juni 2025. Permohonannya untuk mendapatkan persidangan ulang ditolak pada Mei.
Menurut dokumen pengadilan Carter County, jasad Birchfield ditemukan di dalam sebuah kotak logam yang terkubur di bawah rumah Morley.
Laporan pemeriksaan forensik yang dikutip dalam dokumen persidangan menyebut Birchfield meninggal “akibat luka tembak di bagian belakang kepala”. Selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian cocok dengan senjata api yang ditemukan di rumah Morley.
Dalam pernyataan dampak korban di persidangan, saudara perempuan Birchfield mengatakan keduanya telah menjalin persahabatan ketika Birchfield melatih Morley di perusahaan manufaktur palet tempat mereka bekerja bersama.
Selain pembunuhan, Morley juga dinyatakan bersalah atas sejumlah tindak pidana lain, termasuk perusakan properti, menghilangkan atau merusak barang bukti, pembobolan rumah dengan pemberatan, serta melarikan diri dari kejaran aparat.
Ini bukan kali pertama Morley membuat aparat penegak hukum melakukan perburuan besar-besaran. Penangkapannya pada 2022 juga terjadi setelah aksi kejar-kejaran dengan polisi yang melintasi batas negara bagian hingga ke North Carolina.
Northwest Correctional Complex merupakan penjara khusus pria yang memiliki kapasitas hingga 1.776 narapidana, dengan tingkat pengamanan mulai dari minimum hingga maksimum.
CBS melaporkan bahwa penjara tersebut telah mengalami sejumlah insiden kekerasan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juli, dewan juri mengeluarkan puluhan dakwaan terkait serangan terhadap petugas penjara dan pembunuhan terhadap lima narapidana.
