Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Canva Pangkas Ribuan Pekerja, 22 Persen Karyawan Terdampak dalam Restrukturisasi Besar

    04/11/2026

    Kode Gembok Berusia 400 Tahun Berhasil Dipecahkan, Ungkap Misteri Kapal Karam

    04/11/2026

    Istilah ‘Mogging’ Meledak di Kalangan Gen Z, dari Bahasa Komunitas Toksik hingga Tren Arus Utama

    04/11/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Canva Pangkas Ribuan Pekerja, 22 Persen Karyawan Terdampak dalam Restrukturisasi Besar

      04/11/2026

      Kode Gembok Berusia 400 Tahun Berhasil Dipecahkan, Ungkap Misteri Kapal Karam

      04/11/2026

      Istilah ‘Mogging’ Meledak di Kalangan Gen Z, dari Bahasa Komunitas Toksik hingga Tren Arus Utama

      04/11/2026

      Pembunuh yang Kabur dari Penjara Tennessee Ditangkap Setelah Diburu Selama Sepekan

      04/11/2026

      Tujuh Pesawat di Eropa Jadi Sasaran Ancaman Bom, Sejumlah Bandara Lakukan Pemeriksaan

      04/11/2026
    • TEKNOLOGI

      Canva Pangkas Ribuan Pekerja, 22 Persen Karyawan Terdampak dalam Restrukturisasi Besar

      04/11/2026

      Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

      03/11/2026

      Korea Utara Bantah Terlibat dalam Peretasan Binance Senilai Rp100 Triliun

      03/11/2026

      Larangan Media Sosial bagi Anak di Australia Digugat, Mahkamah Agung Mulai Gelar Sidang

      03/11/2026

      Pasca-Peretasan Kripto Terbesar dalam Sejarah, Pengguna Binance Tarik Dana US$3,64 Miliar

      02/11/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Tujuh Pesawat di Eropa Jadi Sasaran Ancaman Bom, Sejumlah Bandara Lakukan Pemeriksaan
    Lain Lain

    Tujuh Pesawat di Eropa Jadi Sasaran Ancaman Bom, Sejumlah Bandara Lakukan Pemeriksaan

    joveBy jove04/11/2026No Comments5 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Tujuh pesawat penumpang di berbagai negara Eropa, termasuk dua penerbangan yang berangkat dari Inggris, menjalani pemeriksaan setelah muncul serangkaian dugaan ancaman bom.

    Dua penerbangan Ryanair, masing-masing dari Dublin dan Lisbon, diperiksa setelah mendarat di Roma menyusul laporan anonim. Namun, tidak ditemukan bahan peledak di kedua pesawat tersebut, menurut sumber di Bandara Fiumicino, Roma.

    Pesawat dari Dublin bahkan mendapat pengawalan Angkatan Udara Italia hingga mendarat. Otoritas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pesawat di Polandia, Spanyol, dan Bulgaria.

    Meski secara resmi belum ada kaitan antara insiden-insiden tersebut, otoritas dari berbagai negara akan bekerja sama untuk menyelidiki kemungkinan adanya serangan terkoordinasi yang bertujuan mengganggu lalu lintas udara.

    Pemerintah Inggris menyebut rangkaian insiden tersebut sebagai “ancaman palsu yang disengaja dan bermotif jahat”.

    Dalam pernyataannya, pemerintah Inggris mengatakan negara tersebut memiliki “salah satu sistem keamanan penerbangan paling ketat di dunia, dengan prosedur yang telah teruji untuk menangani berbagai potensi ancaman, termasuk ancaman palsu bermotif jahat seperti yang terjadi hari ini”.

    Pakar keamanan penerbangan Paul Mason mengatakan ancaman bom terhadap pesawat penumpang “tidak terlalu sering terjadi”. Karena itu, rangkaian insiden terbaru tersebut dinilai tidak biasa.

    “Kedengarannya ancaman-ancaman tersebut disampaikan dengan cara yang meyakinkan terhadap berbagai maskapai penerbangan,” kata Mason. “Menurut saya, ini mengindikasikan tindakan yang sangat disengaja oleh satu pelaku, bukan sekadar serangkaian panggilan bernada ancaman yang terjadi secara kebetulan.”

    Ia menjelaskan bahwa terdapat “banyak prosedur” yang harus dijalankan oleh awak pesawat dan petugas di darat untuk “memastikan tingkat kredibilitas ancaman tersebut”.

    Mason menambahkan, sebuah penerbangan dapat diminta mengalihkan rute jika ancaman dinilai memiliki tingkat kredibilitas tertentu. Dalam beberapa kasus, awak pesawat bahkan mungkin tidak diberi tahu mengenai persoalan yang sedang ditangani petugas di darat.

    Di Roma, sumber di Bandara Fiumicino mengatakan bahwa petugas penjinak bom kepolisian menjalankan prosedur keamanan standar untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.

    Pemeriksaan terhadap penumpang, bagasi, dan pesawat tidak menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak. Status peringatan keamanan tersebut kemudian dinyatakan selesai.

    Sebuah pesawat yang mendarat di Murcia, Spanyol selatan, juga dipastikan tidak membawa bahan peledak. Pesawat Ryanair tersebut sebelumnya terbang dari Manchester, menurut keterangan otoritas Spanyol.

    Salah seorang penumpang kemudian mengaku tidak mengetahui adanya ancaman bom hingga pesawat mendarat.

    “Kami tidak diberi tahu apa pun selama penerbangan,” kata Sarah. “Pesawat tiba-tiba berhenti cukup mendadak, kemudian kami diminta tetap berada di landasan pacu selama sekitar 30 menit.”

    “Setelah itu, mobil pemadam kebakaran datang, tim penjinak bom juga tiba, dan kami diminta turun dari pesawat,” lanjutnya.

    Sarah mengatakan, belum sampai satu menit pesawat berada di darat ketika kendaraan pemadam kebakaran, polisi, dan tim penjinak bom sudah mengepung pesawat.

    Seluruh penumpang kemudian dikawal polisi untuk meninggalkan pesawat tanpa membawa barang-barang mereka.

    “Kami baru diberi tahu kemudian bahwa memang ada ancaman nyata yang dilaporkan, yaitu ancaman bom terhadap pesawat itu sendiri,” tambahnya.

    Dua penerbangan menuju Warsawa, Polandia, juga terdampak, termasuk satu penerbangan dari Bandara Heathrow, London.

    Penerbangan dari Heathrow tersebut semula dijadwalkan mendarat di Bandara Chopin, bandara utama ibu kota Polandia. Namun, pesawat dialihkan ke Bandara Modlin yang lebih kecil sehingga operasional bandara tersebut sempat dihentikan sementara.

    Sementara itu, penerbangan Scandinavian Airlines dari Kopenhagen menuju Bandara Chopin di Warsawa tetap mendarat sesuai jadwal.

    Pada Selasa malam, Menteri Transportasi Bulgaria Georgi Peev mengungkapkan adanya ancaman bom terhadap dua pesawat yang menuju ibu kota Sofia.

    Kepada kantor berita milik pemerintah Bulgaria, BTA, ia mengatakan kedua penerbangan tersebut berasal dari Bergamo, Italia utara, dan Dublin, ibu kota Irlandia.

    Kedua pesawat tetap mendarat di Sofia tanpa pengalihan rute. Pemeriksaan setelah pendaratan juga tidak menemukan bahan peledak, kata Peev.

    Kepolisian Perbatasan Bulgaria dalam pernyataan mengatakan pihaknya menerima sebuah email sekitar pukul 10.35 waktu setempat (08.35 GMT) yang melaporkan “keberadaan alat peledak rakitan pada penerbangan yang kembali dari Bergamo”.

    “Prosedur standar untuk menangani insiden semacam ini langsung diaktifkan. Sebuah pusat komando operasional yang melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga juga segera dibentuk,” demikian pernyataan tersebut.

    Kepolisian Perbatasan Bulgaria menambahkan bahwa email yang sama juga memuat “ancaman serupa terhadap pesawat yang datang dari Dublin”.

    Dalam perkembangan terpisah, ancaman bom memicu evakuasi terhadap 1.537 penumpang dan awak kapal pesiar yang akan menuju Israel di Yunani, menurut laporan media di kedua negara.

    Pemeriksaan awal terhadap kapal Crown Iris berbendera Panama yang sedang bersandar di sebuah pelabuhan di Pulau Syros, Laut Aegea, tidak menemukan bahan peledak. Informasi tersebut mengutip keterangan Penjaga Pantai Yunani. Kapal itu dijadwalkan melanjutkan perjalanannya.

    Rangkaian insiden terhadap pesawat pada Selasa terjadi sehari setelah sebuah penerbangan Wizz Air dari London Luton melakukan pendaratan darurat di Budapest, Hungaria, dengan pengawalan jet tempur Hungaria menyusul ancaman bom.

    Wizz Air kemudian menyatakan bahwa pemeriksaan keamanan telah dilakukan dan tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak.

    Marco Chan, mantan pilot Cathay Pacific Airways dan Hong Kong Airlines yang kini menjadi dosen senior bidang operasional penerbangan di Kingston University, mengatakan ancaman bom harus dianggap “nyata hingga terbukti sebaliknya”, meskipun sebagian besar akhirnya diketahui sebagai ancaman palsu.

    Chan menjelaskan bahwa awak pesawat akan melakukan pemeriksaan secara diam-diam terhadap toilet, dapur pesawat, dan area penyimpanan. Mereka tidak akan menyentuh benda mencurigakan, kecuali jika benda tersebut harus dipindahkan ke area di dalam pesawat yang telah ditetapkan sebagai lokasi paling minim risiko jika terjadi ledakan bom.

    Menurut mantan pilot maskapai penerbangan sekaligus pengamat keselamatan penerbangan Terry Tozer, kapten pesawat harus mempertimbangkan berbagai faktor ketika menghadapi situasi tersebut.

    Pertimbangan itu mencakup fasilitas yang tersedia di bandara tujuan pengalihan serta bagaimana pesawat dapat melanjutkan perjalanan apabila ancaman tersebut ternyata tidak benar.

    Chan menambahkan bahwa setelah mendarat, pesawat umumnya akan diarahkan ke area parkir yang terisolasi. Seluruh penumpang kemudian dievakuasi, sebelum polisi dan tim penjinak bom melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat.

    bencana bom insiden peristiwa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Kode Gembok Berusia 400 Tahun Berhasil Dipecahkan, Ungkap Misteri Kapal Karam

    04/11/2026
    Budaya

    Istilah ‘Mogging’ Meledak di Kalangan Gen Z, dari Bahasa Komunitas Toksik hingga Tren Arus Utama

    04/11/2026
    Hiburan

    Pembunuh yang Kabur dari Penjara Tennessee Ditangkap Setelah Diburu Selama Sepekan

    04/11/2026
    Bencana

    Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Kecelakaan Kereta yang Tewaskan 69 Orang

    04/11/2026
    Hukum Kriminal

    Bocah 8 Tahun Aniaya Siswi 6 Tahun di Sekolah India, Rekaman CCTV Picu Kemarahan Publik

    03/11/2026
    Hiburan

    Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Makanan Senilai Jutaan Euro Terancam

    03/11/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Canva Pangkas Ribuan Pekerja, 22 Persen Karyawan Terdampak dalam Restrukturisasi Besar

    04/11/2026

    Kode Gembok Berusia 400 Tahun Berhasil Dipecahkan, Ungkap Misteri Kapal Karam

    04/11/2026

    Istilah ‘Mogging’ Meledak di Kalangan Gen Z, dari Bahasa Komunitas Toksik hingga Tren Arus Utama

    04/11/2026

    Pembunuh yang Kabur dari Penjara Tennessee Ditangkap Setelah Diburu Selama Sepekan

    04/11/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.