Katie Zacharia akan meninggalkan jabatannya sebagai sekretaris pers Gedung Putih. BBC telah mengonfirmasi kabar tersebut di tengah kontroversi setelah penampilan perdananya di hadapan publik yang dinilai buruk dan kini mencapai puncaknya.
Berbicara kepada wartawan beberapa saat sebelum kabar pengunduran dirinya muncul pada Jumat, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyampaikan kepada Zacharia, “Anda tidak perlu melakukan ini jika tidak menginginkannya,” serta “sejujurnya, jika saya menjadi Anda, saya akan mempertimbangkannya kembali.”
Zacharia menghadapi kritik keras setelah menggelar pengarahan pers pertamanya pada Selasa. Sesi tersebut berlangsung kurang dari 15 menit dan hanya diisi tiga pertanyaan dari wartawan.
Pada hari-hari berikutnya, ia berupaya membela diri dengan menjawab berbagai pertanyaan tajam dari media mengenai kualifikasi dan kesiapannya menjalankan jabatan tersebut.
Trump mengisyaratkan kepergian Zacharia pada Jumat siang, ketika berbicara singkat kepada wartawan di luar helikopter kepresidenan Marine One.
“Saya berkata, ‘Apakah pekerjaan ini memang untuk Anda, Katie? Karena sejujurnya, Anda tidak membutuhkan ini,'” ujar Trump.
“Anda tidak harus diperlakukan seburuk ini,” lanjutnya. Trump menambahkan bahwa menurutnya media telah memperlakukan Zacharia dengan “cukup kejam”.
Beberapa jam kemudian, BBC mengonfirmasi bahwa Zacharia akan meninggalkan jabatannya.
Menjelang pemilihan paruh waktu pada November yang akan menentukan partai pengendali Kongres Amerika Serikat, Partai Demokrat memanfaatkan pengunduran diri mendadak Zacharia sebagai tanda kegagalan pemerintahan Partai Republik di Gedung Putih.
“Juru Bicara Gedung Putih sudah pergi. Para ekstremis MAGA terus berantakan,” tulis Hakeem Jeffries, pemimpin Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS, melalui X.
Pekan penuh gejolak yang dialami Zacharia dimulai pada Selasa, ketika ia terlihat gugup dalam pengarahan pers perdananya di Gedung Putih yang berlangsung selama 14 menit. Ia membaca poin-poin pembicaraan dari buku catatan, hanya menjawab beberapa pertanyaan, dan bahkan menyebut suaminya sebagai presiden.
Dalam pengarahan tersebut, seorang wartawan bertanya kepada Zacharia, yang sebelumnya disebut sebagai pengacara oleh Trump dan sejumlah pihak lainnya serta merupakan lulusan sekolah hukum Universitas Pepperdine, mengenai tempat ia lulus ujian profesi pengacara.
Untuk menjalankan profesi sebagai pengacara di Amerika Serikat, seseorang harus diterima sebagai anggota asosiasi pengacara di salah satu negara bagian setelah lulus ujian yang ketat.
Zacharia menjawab, “Ketika saya berada di China.”
Setelah mendapat sorotan tajam dan penyelidikan lebih lanjut dari media, Zacharia mengakui pada Kamis bahwa dirinya tidak lulus ujian profesi pengacara tersebut.
Namun, dalam sebuah pernyataan, ia mengatakan pernah bekerja menangani hukum transaksi internasional di China dengan “kualifikasi yang sesuai”.
Pertanyaan mengenai kualifikasi hukumnya menjadi salah satu topik utama sepanjang pekan. Sean Hannity, pembawa acara Fox News yang berhaluan konservatif, melontarkan pertanyaan tajam kepadanya dalam sebuah wawancara pada Kamis.
Ketika Zacharia mengatakan dirinya tidak lulus ujian profesi pengacara, Hannity bertanya, “Mengapa Anda tidak langsung mengatakan, ‘Saya tidak pernah berpraktik sebagai pengacara’?”
Zacharia juga menjelaskan kepada Hannity betapa cepatnya ia ditunjuk sebagai sekretaris pers, yakni kurang dari satu pekan sebelum penampilan perdananya. Hal itu mendorong Hannity bertanya, “Apakah saya menangkap maksud Anda bahwa staf seharusnya mempersiapkan Anda dengan lebih baik?”
Saat tampil dalam acara Fox & Friends pada Jumat, program yang kerap ditonton Trump, Zacharia kembali menghadapi pertanyaan serupa.
Ia mengatakan kepada para pembawa acara bahwa dirinya tidak memberi tahu Trump bahwa ia bukan seorang pengacara karena “pertanyaan itu tidak pernah diajukan”. Ia menegaskan bahwa dirinya direkrut untuk menjalankan tugas komunikasi, bukan pekerjaan hukum.
Salah satu pembawa acara, Lawrence Jones, bertanya, “Apakah Anda merasa presiden masih memercayai Anda?”
Zacharia menghindari jawaban langsung. Namun, ia mengakhiri pernyataannya dengan mengatakan, “Saya berharap dapat membangun keyakinan dan kepercayaan dari semua orang di sekitar saya.”
Kepergian Zacharia menjadi yang tercepat di antara anggota tim komunikasi pers Gedung Putih pada masa pemerintahan Trump.
Pada periode pertama kepresidenan Trump, Anthony Scaramucci meninggalkan jabatannya sebagai direktur komunikasi Gedung Putih setelah hanya 10 hari bekerja.
“Rekor memang dibuat untuk dipecahkan,” tulis Scaramucci di X pada Jumat. “Namun, saya tidak merasa senang melihat penderitaan orang lain.”
