Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terlihat dari memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan real-time AQI (US), Jambi dan Pekanbaru masuk dalam daftar 10 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.
Indeks AQI memantau sejumlah polutan di atmosfer, termasuk partikel halus PM2.5, PM10, nitrogen dioksida (NOâ‚‚), sulfur dioksida (SOâ‚‚), dan karbon monoksida (CO). Polutan tersebut dapat membahayakan kesehatan jika terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Skor AQI kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat pencemaran udara dan dampaknya terhadap kesehatan.
Berikut klasifikasi skor AQI:
- 0–50: Baik. Kualitas udara tergolong baik sehingga masyarakat dapat beraktivitas di luar ruangan dengan risiko kesehatan yang rendah.
- 51–100: Sedang. Kualitas udara masih dapat diterima oleh sebagian besar orang, tetapi individu yang sensitif mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan.
- 101–150: Buruk. Pernapasan dapat terasa sedikit tidak nyaman, terutama bagi orang yang memiliki gangguan pernapasan.
- 151–200: Tidak Sehat. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi.
- 201–300: Parah. Paparan dalam waktu lama dapat memicu masalah kesehatan kronis atau kerusakan organ. Masyarakat disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan.
- 301 ke atas: Berbahaya. Tingkat polusi sangat tinggi dan paparan berkepanjangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang mengancam jiwa. Masyarakat disarankan tetap berada di dalam ruangan dan melakukan langkah-langkah perlindungan.
Berdasarkan data real-time AQI pada Kamis (15/10/2026) pukul 12.12 WIB, berikut 10 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Daftar 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia
- Jambi, Indonesia: AQI 269 (Parah)
- Muzaffarnagar, India: AQI 190 (Tidak Sehat)
- Sitapur, India: AQI 189 (Tidak Sehat)
- Pekanbaru, Indonesia: AQI 186 (Tidak Sehat)
- Nagpur, India: AQI 185 (Tidak Sehat)
- Thrissur, India: AQI 184 (Tidak Sehat)
- Xiaoganzhan, China: AQI 182 (Tidak Sehat)
- Bulandshahr, India: AQI 180 (Tidak Sehat)
- Gurgaon, India: AQI 176 (Tidak Sehat)
- Kota, India: AQI 174 (Tidak Sehat)
Selain Jambi dan Pekanbaru, sejumlah wilayah lain di Indonesia yang terdampak karhutla juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat hingga buruk.
Berikut beberapa wilayah beserta skor AQI-nya:
- Batam, Kepulauan Riau: AQI 169 (Tidak Sehat)
- Martapura, Kalimantan Selatan: AQI 161 (Tidak Sehat)
- Sampit, Kalimantan Tengah: AQI 151 (Tidak Sehat)
- Pontianak, Kalimantan Barat: AQI 142 (Buruk)
- Palangka Raya, Kalimantan Tengah: AQI 141 (Buruk)
Data tersebut menunjukkan bahwa polusi udara tidak hanya menjadi persoalan di Jambi dan Pekanbaru. Sejumlah daerah lain yang terdampak karhutla juga mengalami penurunan kualitas udara, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika tingkat polusi meningkat.
