Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Bentrok dengan Polisi Pecah Saat Protes Pendidikan Mengguncang Prancis, 1.747 Orang Ditangkap

    03/10/2026

    Tersangka Pembunuhan Ann Widdecombe Didakwa Merencanakan Aksi Teror terhadap Nigel Farage

    03/10/2026

    Lebih dari 5.700 Orang Tewas atau Terluka akibat Kekerasan Geng di Haiti Tahun Ini

    03/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Bentrok dengan Polisi Pecah Saat Protes Pendidikan Mengguncang Prancis, 1.747 Orang Ditangkap

      03/10/2026

      Tersangka Pembunuhan Ann Widdecombe Didakwa Merencanakan Aksi Teror terhadap Nigel Farage

      03/10/2026

      Lebih dari 5.700 Orang Tewas atau Terluka akibat Kekerasan Geng di Haiti Tahun Ini

      03/10/2026

      Stray Kids Ikuti BTS Boikot Grammy 2027 karena Kategori Baru Musik Pop Asia

      03/10/2026

      Dunia Sulap Jalanan India yang Perlahan Menghilang

      03/10/2026
    • TEKNOLOGI

      OpenAI Pecat Tiga Peneliti karena Diduga Salah Menangani Informasi Sensitif

      02/10/2026

      China Perketat Hubungan dengan AI, Bisakah Aturannya Menjadi Contoh bagi Dunia?

      01/10/2026

      Pria Didakwa Sebarkan Foto AI Buatan yang Diklaim Menampilkan Buaya di Waduk Singapura

      30/09/2026

      OpenAI Batalkan Peluncuran Model GPT-6.1 Astra karena Kekhawatiran Keamanan

      29/09/2026

      TikTok Bayar US$100 Juta dan Batasi Penggunaan Harian Anak dalam Kesepakatan dengan Alabama

      26/09/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Pria Pembawa Bendera Tibet Tewas Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York
    Hukum Kriminal

    Pria Pembawa Bendera Tibet Tewas Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

    joveBy jove03/07/2026No Comments2 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Seorang pria yang membawa bendera Tibet meninggal dunia setelah membakar dirinya sendiri di depan markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis waktu setempat, dalam aksi bakar diri yang sangat jarang terjadi di wilayah Amerika Serikat.

    Kepolisian New York mengatakan petugas menerima panggilan darurat 911 sekitar pukul 18.30 waktu setempat dan menemukan seorang pria berusia 52 tahun mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya.

    Pria tersebut segera dilarikan ke rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

    Polisi menyatakan belum dapat memastikan motif aksi tersebut dan penyelidikan masih berlangsung. Identitas korban juga belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.

    Sebuah video siaran langsung dari akun Facebook memperlihatkan seorang pria membawa bendera Tibet berhenti di sepanjang First Avenue, tepat di seberang markas besar PBB, sebelum tubuhnya dilalap api.

    Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat roboh ke jalan saat kendaraan masih melintas di sekitar lokasi. Api akhirnya dipadamkan oleh dua pria menggunakan alat pemadam kebakaran.

    Video lain yang diunggah di akun Facebook yang sama pada waktu hampir bersamaan memperlihatkan seorang pria menyerukan agar rakyat Tibet bersatu memperjuangkan “kemerdekaan Tibet” dan “tidak pernah melupakan” warisan budaya serta identitas mereka.

    Ia juga menuduh pemerintah China menerapkan kebijakan yang “bertujuan menghancurkan identitas, budaya, dan bahasa Tibet”.

    Puluhan aksi bakar diri telah dikaitkan dengan protes terhadap pemerintahan China di Tibet dalam beberapa dekade terakhir, menurut pemerintah Tibet di pengasingan.

    Namun, aksi bakar diri oleh aktivis Tibet di Amerika Serikat tergolong sangat tidak biasa.

    Partai Komunis China telah menguasai Tibet sejak 1951. Pemerintah di Beijing bersikeras bahwa Tibet telah menjadi bagian dari wilayah China selama berabad-abad.

    Banyak warga Tibet selama bertahun-tahun menentang pemerintahan Beijing dan memprotes apa yang mereka anggap sebagai pembatasan yang semakin ketat terhadap praktik keagamaan, budaya, dan penggunaan bahasa Tibet. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah China.

    Pada 1 Juli lalu, China memberlakukan undang-undang persatuan etnis yang memperluas kewajiban penggunaan bahasa Mandarin di sekolah dan lembaga pemerintahan di wilayah etnis minoritas, serta mendorong proses “sinifikasi” agama.

    Para aktivis Tibet menyuarakan kekhawatiran terhadap aturan baru tersebut karena dinilai dapat memperdalam penghapusan budaya kelompok etnis minoritas di China.

    Aksi demonstrasi memang kerap terjadi di sekitar markas besar PBB di New York yang memiliki pengamanan ketat.

    Juru bicara PBB mengatakan insiden tersebut terjadi setelah seluruh agenda resmi hari itu selesai dilaksanakan dan tidak memengaruhi aktivitas organisasi internasional tersebut.

    aktivis amerika china kematian tibet
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Budaya

    Bentrok dengan Polisi Pecah Saat Protes Pendidikan Mengguncang Prancis, 1.747 Orang Ditangkap

    03/10/2026
    Hiburan

    Tersangka Pembunuhan Ann Widdecombe Didakwa Merencanakan Aksi Teror terhadap Nigel Farage

    03/10/2026
    Budaya

    Lebih dari 5.700 Orang Tewas atau Terluka akibat Kekerasan Geng di Haiti Tahun Ini

    03/10/2026
    Budaya

    Stray Kids Ikuti BTS Boikot Grammy 2027 karena Kategori Baru Musik Pop Asia

    03/10/2026
    Budaya

    Dunia Sulap Jalanan India yang Perlahan Menghilang

    03/10/2026
    Ekonomi

    G7 Sepakati Pelepasan 100 Juta Barel Minyak dan Solar di Tengah Ancaman Larangan Ekspor Trump

    03/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Bentrok dengan Polisi Pecah Saat Protes Pendidikan Mengguncang Prancis, 1.747 Orang Ditangkap

    03/10/2026

    Tersangka Pembunuhan Ann Widdecombe Didakwa Merencanakan Aksi Teror terhadap Nigel Farage

    03/10/2026

    Lebih dari 5.700 Orang Tewas atau Terluka akibat Kekerasan Geng di Haiti Tahun Ini

    03/10/2026

    Stray Kids Ikuti BTS Boikot Grammy 2027 karena Kategori Baru Musik Pop Asia

    03/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.