Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Tren ‘Scientology Speedrun’ Meledak di Media Sosial, dari Amerika hingga Australia

    11/05/2026

    Kemenangan Reform UK Picu Ketakutan Komunitas Minoritas: Kekhawatiran Rasisme dan Politik Kebencian Menguat

    11/05/2026

    Buronan Polandia Kabur ke AS Usai Pemerintahan Baru Hungaria Tegaskan Tak Lagi Lindungi Tersangka Internasional

    11/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Tren ‘Scientology Speedrun’ Meledak di Media Sosial, dari Amerika hingga Australia

      11/05/2026

      Kemenangan Reform UK Picu Ketakutan Komunitas Minoritas: Kekhawatiran Rasisme dan Politik Kebencian Menguat

      11/05/2026

      Buronan Polandia Kabur ke AS Usai Pemerintahan Baru Hungaria Tegaskan Tak Lagi Lindungi Tersangka Internasional

      11/05/2026

      Kerusuhan Derby Praha Berujung Kacau, Slavia Terancam Hukuman Berat Usai Suporter Serbu Lapangan dan Serang Pemain Sparta

      11/05/2026

      Permen Karet Bekas Jadi Bukti Kunci: Pemerkosa Berantai Akhirnya Mengaku Bunuh Dua Perempuan Setelah 40 Tahun

      11/05/2026
    • TEKNOLOGI

      AI Tak Benar-Benar Merebut Pekerjaan Anda Ini yang Sebenarnya Sedang Terjadi

      11/05/2026

      Internet Kelas Elite di Iran Picu Kemarahan Publik, Retak di Dalam Rezim Makin Terbuka

      11/05/2026

      Serangan Siber Canvas Picu Kekacauan di Ribuan Sekolah dan Kampus AS, Data Jutaan Pengguna Terancam Bocor

      09/05/2026

      Pentagon Buka Arsip Rahasia UFO, Dokumen Baru Ungkap Penampakan Misterius Selama Puluhan Tahun

      09/05/2026

      Shell Diserang Aktivis Iklim Usai Raup Profit ‘Durian Runtuh’ dari Perang Iran

      07/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Pasukan Putin Dipermalukan di Mali, Kendali Rusia di Afrika Mulai Retak
    Lain Lain

    Pasukan Putin Dipermalukan di Mali, Kendali Rusia di Afrika Mulai Retak

    adminBy admin11/05/2026No Comments5 Mins Read5 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ketika pasukan Rusia mundur bulan lalu dari kota strategis Kidal di Mali utara — sambil dicemooh oleh kelompok pemberontak yang sebelumnya mereka ditugaskan untuk ditumpas — Moskow dinilai kehilangan lebih dari sekadar wilayah.

    Para pengamat menyebut penarikan pasukan Africa Corps yang didukung Kremlin sebagai pukulan memalukan bagi reputasi Rusia sebagai mitra keamanan utama di kawasan Sahel Afrika, wilayah yang luas dikenal sebagai salah satu titik terorisme paling mematikan di dunia.

    Sejak militan terkait Al Qaeda dan pemberontak separatis Tuareg di utara Mali melancarkan serangan serentak pada 25 April lalu — yang disebut sebagai aksi paling berani dalam lebih dari satu dekade — Mali kembali terjerumus ke dalam kekacauan.

    Aliansi langka antara kedua kelompok itu memungkinkan mereka melancarkan operasi cepat yang berhasil merebut sejumlah pangkalan militer di Mali utara.

    Rusia Dipaksa Mundur dari Kidal

    Menghadapi ancaman pengepungan di kota gurun Kidal, Africa Corps — yang kini berada di bawah Kementerian Pertahanan Rusia setelah menggantikan Wagner Group — akhirnya menyepakati jalur aman dengan para militan untuk mengevakuasi personelnya.

    Peristiwa tersebut memperlihatkan keterbatasan kemampuan Moskow dalam melindungi sekutunya, mirip dengan kegagalannya menopang rezim Bashar al-Assad di Suriah, Nicolás Maduro di Venezuela, hingga kepemimpinan Iran.

    Kidal, yang berjarak sekitar 1.600 kilometer di timur laut ibu kota Bamako, sebelumnya direbut tentara Mali bersama tentara bayaran Rusia pada 2023, mengakhiri hampir satu dekade kekuasaan kelompok pemberontak di wilayah itu.

    Kemenangan tersebut kala itu dipandang sebagai simbol dominasi Rusia atas pengaruh Barat di Afrika serta mempertegas meningkatnya pengaruh Moskow di kawasan Sahel, wilayah yang membentang lebih dari 4.800 kilometer di bawah Gurun Sahara dan mencakup sebagian Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Nigeria, Chad, Sudan, Kamerun, hingga Gambia.

    Rusia Mengisi Kekosongan Barat

    Rusia masuk ke kawasan tersebut setelah pasukan Barat yang sebelumnya menjalankan operasi kontra-terorisme dipaksa keluar oleh sejumlah pemerintahan di kawasan Sahel antara 2022 hingga tahun lalu.

    Mali, bekas koloni Prancis yang lama dilanda pemberontakan, kini diperintah junta militer setelah kudeta berturut-turut pada 2020 dan 2021.

    Setelah memutus hubungan dengan pasukan Prancis dan pasukan penjaga perdamaian United Nations, rezim Mali beralih ke Moskow untuk memperoleh dukungan keamanan.

    Namun jatuhnya Kidal kini memperlihatkan rapuhnya strategi tersebut.

    Pada 26 April, Azawad Liberation Front mengumumkan di media sosial bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan pasukan Rusia agar meninggalkan Kidal secara permanen.

    Kelompok itu bahkan mendeklarasikan bahwa kota tersebut “kini bebas”.

    Tak lama kemudian, video-video bermunculan di internet yang memperlihatkan pejuang Tuareg mengejek iring-iringan kendaraan Rusia yang meninggalkan pangkalan mereka.

    Menteri Pertahanan Mali Tewas Dibom

    Krisis semakin memburuk setelah Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara, tewas dalam serangan bom bunuh diri kendaraan di kediamannya dekat Bamako.

    Camara dikenal sebagai perwira lulusan pelatihan Rusia dan tokoh utama di balik kedekatan Mali dengan Moskow.

    Kelompok terkait Al Qaeda, Jama’at Nusrat al-Islam al-Muslimin atau JNIM, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

    Kini JNIM bahkan mengancam akan mengepung Bamako sepenuhnya serta menyerukan rakyat Mali memberontak terhadap junta dan menerapkan hukum syariah.

    Kondisi ini membuat janji pemerintah Mali untuk “menetralisasi” ancaman dengan bantuan Rusia terdengar semakin tidak meyakinkan.

    Rusia Dinilai Gagal Penuhi Janji Keamanan

    Ketika pengaruh Barat di Afrika menurun, Rusia menjadi pilihan utama para pemimpin yang menghadapi krisis keamanan karena Moskow tidak mensyaratkan isu hak asasi manusia seperti negara-negara Barat.

    Namun pendekatan Rusia dinilai sangat transaksional: keamanan ditukar dengan akses sumber daya alam.

    Besarnya pergeseran Afrika menuju Rusia terlihat dalam Russia–Africa Summit 2023, ketika Presiden Vladimir Putin mengumumkan perjanjian kerja sama militer dengan lebih dari 40 negara.

    Meski demikian, kehadiran militer Rusia di Afrika sebenarnya sudah lebih dulu dibangun oleh Wagner Group di negara-negara seperti Libya, Mozambik, dan Republik Afrika Tengah.

    Di Republik Afrika Tengah, investigasi CNN menemukan perusahaan yang terkait dengan mendiang pemimpin Wagner, Yevgeny Prigozhin, memperoleh konsesi tambang emas dan berlian.

    Namun transisi dari Wagner ke Africa Corps tidak menghentikan memburuknya keamanan di negara-negara Sahel yang dipimpin militer seperti Mali, Burkina Faso, dan Niger.

    Analis menilai janji Rusia sejauh ini banyak yang gagal dipenuhi.

    “Kemenangan satu-satunya Rusia di Mali hanyalah perebutan Kidal pada 2023,” kata analis berbasis di Mali, Ulf Laessing.

    Analis senior ACLED, Héni Nsaibia, menyebut model keamanan Kremlin hanya menjadi solusi permukaan bagi krisis mendalam di Sahel.

    Menurutnya, bantuan militer cepat dari Rusia tidak menyelesaikan akar masalah seperti lemahnya pemerintahan, korupsi, marginalisasi ekonomi, konflik etnis, hingga rendahnya legitimasi negara.

    Reputasi Putin di Afrika Mulai Goyang

    Direktur lembaga pemikir Timbuktu Institute yang berbasis di Senegal, Bakary Sambe, menyebut jatuhnya Kidal sebagai “kemunduran reputasi besar” bagi Putin di Afrika.

    “Laessing menambahkan bahwa jatuhnya Kidal dan mundurnya Rusia yang direkam dan dipermalukan telah merusak besar-besaran reputasi Moskow serta ambisinya di Afrika.”

    Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa Rusia masih menjadi mitra penting bagi kepemimpinan Mali.

    Kehadiran Rusia dinilai telah memperkuat kapasitas militer Mali dan membantu menstabilkan rezim, setidaknya untuk sementara waktu.

    Kementerian Pertahanan Rusia sendiri mengakui situasi di Mali “tetap menantang”, namun menegaskan Africa Corps berhasil mencegah keruntuhan lebih besar dengan menggagalkan upaya kudeta pada 25 April.

    Di sisi lain, perwakilan Tuareg mendesak Rusia keluar sepenuhnya dari Mali dan memprediksi junta militer pada akhirnya akan tumbang.

    Mali Mulai Cari Alternatif Selain Rusia

    Di tengah memburuknya situasi keamanan, junta Mali kini menghadapi dilema strategis.

    “Kelangsungan rezim tidak bisa dipertaruhkan hanya pada satu mitra asing, terutama setelah mitra itu gagal mencegah serangan terbesar sejak 2012,” kata Sambe.

    Mali bersama Burkina Faso dan Niger kini membentuk Alliance of Sahel States atau AES, yang awalnya dibentuk sebagai blok politik menghadapi sanksi regional pascakudeta dan kini berkembang menjadi pakta pertahanan bersama.

    Ketiga negara juga mulai memperluas pembelian alat pertahanan dari negara seperti China dan Turki sebagai bagian dari upaya mencari alternatif baru.

    Namun pilihan mereka tetap terbatas.

    Menurut Laessing, Rusia masih menjadi satu-satunya mitra yang bersedia mengirim pasukan tempur langsung ke garis depan pertempuran — faktor penting bagi rezim yang tengah melawan pemberontakan bersenjata.

    “Pada akhirnya, Mali tidak punya pilihan selain bekerja sama dengan Rusia,” ujarnya.

    perang rusia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin

    Related Posts

    Hiburan

    Tren ‘Scientology Speedrun’ Meledak di Media Sosial, dari Amerika hingga Australia

    11/05/2026
    Budaya

    Kemenangan Reform UK Picu Ketakutan Komunitas Minoritas: Kekhawatiran Rasisme dan Politik Kebencian Menguat

    11/05/2026
    Hukum Kriminal

    Buronan Polandia Kabur ke AS Usai Pemerintahan Baru Hungaria Tegaskan Tak Lagi Lindungi Tersangka Internasional

    11/05/2026
    Lain Lain

    Kerusuhan Derby Praha Berujung Kacau, Slavia Terancam Hukuman Berat Usai Suporter Serbu Lapangan dan Serang Pemain Sparta

    11/05/2026
    Hukum Kriminal

    Permen Karet Bekas Jadi Bukti Kunci: Pemerkosa Berantai Akhirnya Mengaku Bunuh Dua Perempuan Setelah 40 Tahun

    11/05/2026
    Ekonomi & Pasar

    Jelang Pertemuan Trump-Xi, Pemimpin Oposisi Taiwan Dorong Pendekatan Lunak terhadap China

    11/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Tren ‘Scientology Speedrun’ Meledak di Media Sosial, dari Amerika hingga Australia

    11/05/2026

    Kemenangan Reform UK Picu Ketakutan Komunitas Minoritas: Kekhawatiran Rasisme dan Politik Kebencian Menguat

    11/05/2026

    Buronan Polandia Kabur ke AS Usai Pemerintahan Baru Hungaria Tegaskan Tak Lagi Lindungi Tersangka Internasional

    11/05/2026

    Kerusuhan Derby Praha Berujung Kacau, Slavia Terancam Hukuman Berat Usai Suporter Serbu Lapangan dan Serang Pemain Sparta

    11/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.