Presiden Argentina Javier Milei mengatakan akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak yang beroperasi di lepas pantai Kepulauan Falkland, sekaligus kembali menegaskan klaim Argentina atas wilayah yang dikuasai Inggris di Atlantik Selatan tersebut.
Dalam pidato nasional, Milei mengatakan “angin perubahan” berpihak pada klaim Argentina atas Falkland, seraya menunjuk pada kesiapan Washington untuk meninjau kembali posisi netralnya dalam sengketa tersebut.
Milei menyebut ladang minyak Sea Lion, tempat perusahaan Inggris dan Israel dijadwalkan memulai kegiatan eksplorasi, sebagai “ancaman yang nyata dan mendesak”.
Lebih dari 40 tahun setelah konflik bersenjata memperebutkan wilayah tersebut, kedaulatan atas kepulauan itu masih menjadi sengketa sengit antara Inggris dan Argentina.
meminta tanggapan pemerintah Inggris atas pernyataan Milei. Pemerintah Inggris pekan ini kembali menegaskan bahwa warga Kepulauan Falkland “adalah warga Inggris dan memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri”.
Ladang minyak Sea Lion diperkirakan mengandung 1,7 miliar barel minyak, dengan produksi diperkirakan dimulai pada 2028.
“Jika kita tidak bertindak cepat dalam beberapa bulan ke depan, mereka akan memiliki kemampuan material untuk mengakses minyak yang berada di bawah laut kita, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Milei.
Belum jelas bagaimana atau sejauh mana sanksi tersebut akan diberlakukan maupun diperketat. Di Argentina, undang-undang yang berlaku saat ini sudah memungkinkan pembatasan terhadap aktivitas perusahaan minyak yang berpartisipasi dalam proyek yang dianggap tidak sah di kepulauan tersebut.
Dalam referendum pada 2013, penduduk kepulauan itu memilih secara mayoritas mutlak untuk tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris. Sebanyak 99,8% pemilih mendukung pilihan tersebut, sementara hanya tiga orang yang menentangnya.
Ketika ditanya dalam wawancara dengan GB News pada Kamis apakah Amerika Serikat akan “datang membantu Inggris” dalam potensi sengketa wilayah, Trump menjawab bahwa Inggris “tidak berada di sana untuk membantu saya” dalam perang Amerika Serikat dengan Iran.
Pernyataan terbaru Trump muncul setelah sebelumnya ia mengatakan AS dapat meninjau kembali posisi netralnya terkait kedaulatan kepulauan tersebut jika Inggris gagal meningkatkan belanja pertahanannya.
Milei juga mengumumkan rencana pembangunan pangkalan angkatan laut di Tierra del Fuego, wilayah di bagian selatan Argentina. Ia mengatakan Trump dan Amerika Serikat sedang “menilai kembali posisi historis mereka terkait Falkland”, yang disebut Argentina sebagai Las Malvinas.
“Itu bukan sekadar kata-kata kosong karena mereka memahami bahwa Argentina adalah mitra yang dapat diandalkan dan sekutu yang berharga selama beberapa dekade mendatang,” katanya.
“Ada angin perubahan di dunia yang menguntungkan klaim kami,” tambah Milei.
“Saya ingin memperjelas kepada semua orang. Falkland adalah milik Argentina. Secara historis dan secara hukum,” kata Milei.
Beberapa jam sebelum pidato Milei, Sarah Rogers, pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, mengunggah foto dirinya bersama Milei dengan keterangan: “Hal-hal menarik sedang terjadi di Belahan Bumi Barat.”
Pasukan Argentina mendarat di Kepulauan Falkland pada 1982 untuk menegaskan klaim teritorial mereka, yang memicu perang selama 74 hari atas wilayah tersebut sebelum pasukan Inggris berhasil mengusir mereka.
Konflik itu menewaskan 255 personel militer Inggris, tiga warga kepulauan, dan 649 personel militer Argentina.
