Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Sebelas Orang Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Perdagangan Narkoba di Vietnam

    04/09/2026

    Ginjal Babi Berhasil Berfungsi dalam Tubuh Pria AS Selama Rekor 271 Hari

    04/09/2026

    Katseye Tetap Memukau Meski Tampil dengan Dua Personel yang Absen

    04/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Sebelas Orang Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Perdagangan Narkoba di Vietnam

      04/09/2026

      Ginjal Babi Berhasil Berfungsi dalam Tubuh Pria AS Selama Rekor 271 Hari

      04/09/2026

      Katseye Tetap Memukau Meski Tampil dengan Dua Personel yang Absen

      04/09/2026

      Ketegangan Memuncak dalam Sidang Lindsay Clancy, Hakim Tolak Permintaan Mengeluarkan Juri

      04/09/2026

      Kepala Panti Disabilitas di Korea Selatan Dipenjara 15 Tahun karena Menyerang Seksual Penghuni

      03/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Ginjal Babi Berhasil Berfungsi dalam Tubuh Pria AS Selama Rekor 271 Hari

      04/09/2026

      Ledakan Pusat Data AI di Australia Memicu Kekhawatiran soal Energi, Air, dan Lingkungan

      04/09/2026

      Berlin Jadi Sasaran Pemerasan Siber, Peretas Curi Data Kota dan Tuntut Tebusan

      29/08/2026

      PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

      28/08/2026

      Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

      28/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Ketegangan Memuncak dalam Sidang Lindsay Clancy, Hakim Tolak Permintaan Mengeluarkan Juri
    Hukum Kriminal

    Ketegangan Memuncak dalam Sidang Lindsay Clancy, Hakim Tolak Permintaan Mengeluarkan Juri

    joveBy jove04/09/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Hakim kembali meminta juri yang belum mencapai kesepakatan dalam persidangan pembunuhan Lindsay Clancy untuk terus berupaya mencapai putusan, setelah hari keenam deliberasi berlangsung dramatis dalam kasus yang menyita perhatian Amerika Serikat.

    Ketegangan memuncak di ruang sidang setelah ketua juri mengirimkan catatan kepada hakim yang menyebut salah satu anggota juri tidak mau mengikuti instruksi hakim mengenai standar keraguan yang wajar atau reasonable doubt.

    Suasana ruang sidang sontak diliputi keterkejutan ketika tim pembela meminta agar juri tersebut dikeluarkan dari panel. Namun, hakim menolak permintaan tersebut.

    Clancy, 36 tahun, didakwa atas tiga tuduhan pembunuhan tingkat pertama atas kematian ketiga anaknya, Cora, lima tahun, Dawson, tiga tahun, dan Callan yang berusia delapan bulan, di rumah keluarganya di Massachusetts pada 24 Januari 2023.

    Peringatan: Artikel ini memuat detail yang dapat mengganggu pembaca

    Mantan perawat persalinan tersebut tidak menyangkal telah mencekik kedua putranya dan putrinya di ruang bawah tanah rumah mereka.

    Namun, pengacaranya berargumen bahwa Clancy saat itu mengalami psikosis pascapersalinan (postpartum psychosis) dan tidak mampu membedakan antara benar dan salah.

    Juri yang terdiri dari sembilan perempuan dan tiga laki-laki di Plymouth telah melakukan deliberasi selama sekitar 35 jam tanpa menghasilkan putusan, setelah persidangan berlangsung hampir enam minggu.

    Sebelumnya, panel juri telah dua kali mengirimkan catatan kepada hakim yang menyatakan mereka tidak dapat mencapai keputusan bulat. Namun, Kamis menjadi kali pertama muncul indikasi perselisihan di ruang deliberasi.

    Pengacara Clancy, Kevin Reddington, mengatakan di ruang sidang bahwa ketua juri kembali mengirimkan catatan. Kali ini, catatan tersebut mengadukan kepada Hakim William Sullivan bahwa seorang anggota juri menolak mengikuti ketentuan hukum mengenai standar keraguan yang wajar.

    Reddington dan jaksa penuntut Jennifer Sprague terlibat dalam diskusi sengit dengan hakim di ruang sidang.

    Para wartawan yang berada di ruangan tidak dapat mendengar percakapan tersebut, tetapi melihat ekspresi wajah dan gerakan tangan pengacara Clancy yang menunjukkan kejengkelan.

    Reddington kemudian menghampiri Clancy untuk menjelaskan apa yang baru saja terjadi. Percakapan keduanya tampak berlangsung dalam suasana tegang.

    Clancy, yang mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah setelah melompat dari jendela lantai dua usai membunuh anak-anaknya, didorong menggunakan kursi roda oleh pengacaranya untuk bergabung dalam pembicaraan dengan hakim.

    Setelah itu, Hakim Sullivan memanggil setiap anggota juri secara terpisah dan menanyai mereka.

    Ia mengingatkan panel bahwa mereka harus secara bulat meyakini, tanpa keraguan yang wajar, bahwa terdakwa bersalah sebelum dapat menjatuhkannya hukuman atas suatu kejahatan. Ketika masing-masing juri maju, beberapa di antara mereka memandang Clancy, sementara yang lainnya tidak.

    Ketika pengacara pembela memberitahukan kepada pengadilan mengenai permintaannya untuk mengeluarkan seorang anggota juri, terdengar suara keterkejutan dari ruangan dan para wartawan segera mulai mengetik.

    Hakim Sullivan mengatakan juri yang menjadi pihak yang tidak sependapat tersebut dapat tetap berada dalam panel dan deliberasi dapat dilanjutkan.

    “Saya tidak merasa tepat bagi saya untuk berpihak pada salah satu pihak dalam deliberasi,” kata hakim.

    Jaksa Sprague mengatakan instruksi hakim kepada para juri sudah tepat.

    “Tidak ada cara untuk menentukan apa yang terjadi dalam deliberasi, siapa yang benar dan siapa yang salah, dan kita juga tidak seharusnya mencoba menentukannya,” katanya.

    Clancy menundukkan kepalanya ketika para awak media mulai meninggalkan ruang sidang.

    Reddington, yang tampak kecewa, terlihat menenangkan kliennya. Ia merangkul Clancy dari samping dan mengusap punggungnya ketika para wartawan meninggalkan ruang sidang.

    Setelah persidangan, pengacara pembela mengatakan kepada wartawan bahwa catatan ketua juri kepada hakim menyebut ada satu anggota juri yang menjadi pihak yang bertahan pada pendapatnya dan, seperti yang ia jelaskan, “menolak mendengarkan hukum … mengenai keraguan yang wajar”.

    Reddington mengatakan ia telah mengusulkan kepada hakim “permohonan untuk mengeluarkan juri yang menolak menerima instruksi Anda mengenai hukum tentang keraguan yang wajar”.

    Pengacara pembela mengatakan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan oleh juri tunggal tersebut. Ia juga tidak mengonfirmasi pembagian suara 11-1 yang sebelumnya dilaporkan oleh ketua juri.

    Persoalan mengenai anggota juri tersebut diperkirakan kembali dibahas ketika pengadilan bersidang pada Jumat pukul 09.00 waktu setempat di zona waktu Timur Amerika Serikat, atau pukul 20.00 WIB.

    Jika juri tidak mencapai putusan dan Hakim Sullivan menyatakan persidangan berakhir tanpa putusan (mistrial), jaksa harus memutuskan apakah akan menggelar persidangan ulang.

    Clancy terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat jika dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama.

    Jika dinyatakan tidak bersalah karena tidak memiliki tanggung jawab pidana, atau dengan alasan kegilaan, Clancy dapat ditempatkan di rumah sakit jiwa milik negara.

    Dalam hukum Amerika Serikat, juri harus secara bulat meyakini “tanpa keraguan yang wajar” bahwa seseorang bersalah sebelum orang tersebut dapat dinyatakan bersalah atas suatu kejahatan.

    Standar tersebut merupakan tingkat pembuktian paling ketat dalam sistem hukum Amerika Serikat. Beban pembuktian berada pada pemerintah atau jaksa untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah, bukan pada terdakwa untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

    amerika hakim hukum kriminal
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Sebelas Orang Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Perdagangan Narkoba di Vietnam

    04/09/2026
    Kesehatan

    Ginjal Babi Berhasil Berfungsi dalam Tubuh Pria AS Selama Rekor 271 Hari

    04/09/2026
    Hiburan

    Katseye Tetap Memukau Meski Tampil dengan Dua Personel yang Absen

    04/09/2026
    Bisnis

    Ledakan Pusat Data AI di Australia Memicu Kekhawatiran soal Energi, Air, dan Lingkungan

    04/09/2026
    Ekonomi & Pasar

    Milei Ancam Sanksi Perusahaan Minyak yang Beroperasi di Lepas Pantai Falkland

    04/09/2026
    Hukum Kriminal

    Kepala Panti Disabilitas di Korea Selatan Dipenjara 15 Tahun karena Menyerang Seksual Penghuni

    03/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Sebelas Orang Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Perdagangan Narkoba di Vietnam

    04/09/2026

    Ginjal Babi Berhasil Berfungsi dalam Tubuh Pria AS Selama Rekor 271 Hari

    04/09/2026

    Katseye Tetap Memukau Meski Tampil dengan Dua Personel yang Absen

    04/09/2026

    Ledakan Pusat Data AI di Australia Memicu Kekhawatiran soal Energi, Air, dan Lingkungan

    04/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.