LeBron James akan meninggalkan Los Angeles Lakers pada bursa transfer musim panas ini, demikian dikonfirmasi agennya pada Selasa waktu setempat.
Jurnalis ESPN Shams Charania pertama kali melaporkan bahwa James telah memberi tahu Lakers mengenai keputusannya meninggalkan tim dan masuk ke pasar free agent, dengan mengutip pernyataan agennya, Rich Paul. Sejumlah insider NBA lainnya kemudian menguatkan laporan tersebut.
Dalam unggahan di platform X, Lakers menyampaikan ucapan terima kasih kepada James atas kontribusinya selama membela organisasi tersebut.
“LeBron James adalah salah satu atlet terhebat dalam sejarah. Kami akan selalu berterima kasih atas delapan tahunnya bersama Lakers, termasuk gelar juara yang ia persembahkan pada 2020 di bawah situasi paling sulit yang bisa dibayangkan, serta berbagai rekor yang ia pecahkan bersama seragam ungu dan emas,” demikian isi pernyataan Lakers. “Kami mendoakan yang terbaik untuk masa depannya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia akan selalu menjadi bagian berharga dari keluarga Lakers.”
James yang kini berusia 41 tahun mengatakan setelah Lakers tersingkir pada musim semi tahun ini bahwa ia belum mengetahui seperti apa masa depannya. Laporan Charania menyebut James tidak akan pensiun dan sedang mencari tim baru untuk musim depan.
Spekulasi mengenai tujuan berikutnya James diperkirakan akan memanas dalam waktu dekat. Ia sudah lama dirumorkan akan kembali ke Cleveland untuk satu kesempatan terakhir bersama tim yang merekrutnya dan tempat ia memenangkan gelar NBA pada 2016. Namun, sejumlah tim lain juga memiliki ruang gaji yang cukup untuk merekrutnya, termasuk Golden State Warriors.
Berbagai laporan menyebut James belum menentukan pilihan tim barunya. Negosiasi antara pemain dan klub dapat dimulai pada Selasa pukul 18.00 waktu Timur AS, atau Rabu pagi WIB, sementara penandatanganan kontrak resmi baru bisa dilakukan mulai Senin pukul 00.01 waktu Timur AS, atau Senin siang WIB, meski kesepakatan dapat dilaporkan lebih awal.
James akan memasuki musim ke-24 di NBA, memperpanjang rekornya sebagai pemain dengan jumlah musim terbanyak di liga. Selain membela Cavaliers dan Lakers, James juga pernah bermain selama empat musim bersama Miami Heat.
Ia meninggalkan Lakers setelah delapan musim dengan hasil yang dinilai campuran. Masa baktinya dimulai dengan gelar juara NBA pada musim keduanya di Los Angeles, saat Lakers menjadi juara dalam sistem “bubble” yang diterapkan akibat pandemi Covid-19.
Sejak itu, James memecahkan berbagai rekor NBA bersama Lakers, termasuk menjadi pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA.
Namun, ia tidak pernah berhasil membawa Lakers kembali ke level juara setelah musim 2020, bahkan setelah tim mendatangkan Luka Dončić melalui transfer besar pada 2025. Pada musim ini, Lakers disapu bersih Oklahoma City Thunder di babak kedua playoff NBA.
