Sebuah koleksi seni modern spektakuler milik mantan pemilik klub sepak bola Inggris Tottenham Hotspur diperkirakan akan mencetak rekor saat dilelang bulan depan.

Puluhan mahakarya dari seniman ternama seperti Gustav Klimt, Henri Matisse, Egon Schiele, Amedeo Modigliani, Francis Bacon, dan Lucian Freud akan dijual oleh miliarder Inggris Joe Lewis bersama putrinya, Vivienne Lewis, melalui rumah lelang Sotheby’s di London pada Juni mendatang.

Para ahli memperkirakan total nilai koleksi ini bisa melampaui £150 juta (sekitar $204 juta). Jika tercapai, ini akan menjadi koleksi tunggal paling bernilai yang pernah dilelang di London, menurut pernyataan resmi Sotheby’s.

Sorotan utama mencakup potret penuh karya Klimt tahun 1902 yang menggambarkan Gertrud Loew (Gertha Felsőványi), dengan estimasi harga antara £20 juta hingga £30 juta. Karya awal Schiele berjudul “Danaë”—yang dilukis saat ia baru berusia 19 tahun—diperkirakan terjual di kisaran £12 juta hingga £18 juta, demikian pula lukisan Modigliani “Homme à la pipe (Le notaire de Nice).”

Sejumlah karya unggulan tersebut akan dipamerkan untuk publik di markas Sotheby’s di New York mulai akhir pekan ini hingga 18 Mei.

Karya lain yang juga akan dilelang antara lain “Two Studies for Self Portrait” karya Bacon dengan estimasi £8–12 juta; “Portrait de Paul Hugot” karya Gustave Caillebotte senilai £3,5–4,5 juta; serta “Woman in a Grey Sweater” karya Freud yang diperkirakan mencapai £3–4 juta.

Menurut Sotheby’s, meskipun beberapa karya pernah dipinjamkan ke museum di seluruh dunia, banyak di antaranya belum pernah muncul di pasar terbuka selama puluhan tahun—bahkan ada yang belum pernah sama sekali.

Joe Lewis sebelumnya merupakan pemegang saham mayoritas Tottenham Hotspur hingga 2022, sebelum menyerahkan kepemilikannya kepada Lewis Family Trust. Ia juga pendiri Tavistock Group, di mana Vivienne Lewis menjabat sebagai senior managing director.

Juru bicara koleksi Lewis menyatakan bahwa mereka berharap penjualan ini dapat menginspirasi generasi kolektor baru melalui karya-karya yang selama ini menjadi sumber kebahagiaan dan ketertarikan pribadi mereka.

Namun demikian, penjualan ini bukan berarti mereka berhenti mengoleksi seni. “Ini hanyalah salah satu tahap penting. Perjalanan kami sebagai kolektor masih jauh dari selesai—kami tetap berkomitmen pada pelukis avant-garde masa kini,” ujarnya.

Ketua Sotheby’s Eropa, Oliver Barker, mengatakan bahwa Lewis tumbuh di tengah dinamika kreatif London pascaperang—kota yang melahirkan seniman seperti Bacon dan Freud—yang kemudian memicu ketertarikannya pada seni.

“Ketertarikan awal itu berkembang menjadi kecintaan pada figurasi, lalu menjadi salah satu koleksi seni modern pribadi paling penting di dunia, dengan karya-karya yang dipamerkan di museum global,” ujarnya.

Ia menambahkan, menghadirkan koleksi ini di London—tempat semuanya bermula—menjadi momen yang sangat istimewa.

Sementara itu, pakar pasar seni dari Universitas Yale, Magnus Resch, menilai penjualan ini menunjukkan ketergantungan pasar seni pada koleksi milik satu pemilik.

“Penjualan seperti ini menciptakan antusiasme dan harga tinggi, tetapi juga menutupi pasar yang sebenarnya lebih tipis, terutama di luar segmen kelas atas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya transfer kekayaan antar generasi dalam skala besar, semakin banyak koleksi serupa yang kemungkinan akan masuk ke pasar, membawa karya-karya langka yang sebelumnya jarang terlihat.

Share.
Leave A Reply