Perayaan kemenangan Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia sedikit ternoda oleh bentrokan keras yang terjadi di luar Stadion Estadio Azteca sesaat sebelum kick-off, ketika sejumlah suporter tanpa tiket dan kelompok demonstran berusaha memasuki area stadion.
Batu dan botol dilemparkan ke arah aparat kepolisian di sekitar gerbang delapan stadion. Media lokal melaporkan puluhan orang ditangkap akibat insiden tersebut.
Sepanjang pekan menjelang turnamen, kepolisian Mexico City memang telah menghadapi berbagai aksi demonstrasi dari kelompok guru, hakim pensiunan, serta keluarga dari sekitar 130.000 orang yang hilang di negara itu. Namun, kerusuhan di sekitar stadion tampaknya tidak bermotif politik.
Sekelompok pria bertopeng dilaporkan berusaha menerobos gerbang stadion dengan melempar batu bata, bom molotov, dan berbagai benda lainnya. Akibatnya, sejumlah petugas kepolisian harus mendapatkan perawatan medis.
“Hampir 200 orang bertopeng memisahkan diri dari dua kelompok demonstran yang berjumlah sekitar 800 orang. Namun situasi berhasil dikendalikan oleh polisi metropolitan,” kata juru bicara Sekretariat Keamanan Warga Meksiko.
Sedikitnya lima kelompok demonstran berbeda berkumpul di sekitar stadion meskipun telah diberlakukan penutupan jalan dalam radius sekitar 3,2 kilometer dari area stadion.
Kekhawatiran bahwa aksi tersebut dapat memaksa penundaan kick-off akhirnya tidak terbukti.
Acara FIFA Fan Festival yang digelar di Lapangan Zócalo di pusat kota juga tetap berlangsung sesuai jadwal, meskipun sejumlah kelompok demonstran sempat berupaya membatalkannya.
Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak menghadiri pertandingan tersebut. Ia memilih memberikan tiketnya kepada seorang pemenang undian berusia 21 tahun.
