Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

    27/10/2026

    Xi Jinping Berpeluang Perketat Disiplin Partai Komunis China di Tengah Pembersihan Internal

    27/10/2026

    Macklemore Mulai Tur Free Palestine di Dublin Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran

    27/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Macklemore Mulai Tur Free Palestine di Dublin Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran

      27/10/2026

      Pauline Parker, Pembunuh yang Menginspirasi Film Heavenly Creatures, Meninggal pada Usia 88 Tahun

      27/10/2026

      Gerakan Mahasiswa Runtuhkan Dominasi Vučić di Serbia setelah 14 Tahun Berkuasa

      26/10/2026

      Israel Terbelah Jelang Pemilu Penentu, Netanyahu Hadapi Tantangan dari Oposisi dan Kelompok Sayap Kanan

      26/10/2026

      Kemenangan Gerakan Mahasiswa di Serbia, Aleksandar Vučić Akui Kekalahan dalam Pemilu

      26/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

      27/10/2026

      Anthropic Peringatkan Risiko AI yang Bisa Mengancam Umat Manusia Jelang IPO Bernilai Fantastis

      27/10/2026

      Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

      26/10/2026

      Tren “Ferritin Face” Viral di Media Sosial, Benarkah Wajah Pucat dan Rambut Rontok Menandakan Kekurangan Zat Besi?

      26/10/2026

      Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

      23/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»James Comey Kembali Dijerat Kasus Pidana, Jadi Upaya Ketiga Pemerintahan Trump
    Ekonomi & Pasar

    James Comey Kembali Dijerat Kasus Pidana, Jadi Upaya Ketiga Pemerintahan Trump

    joveBy jove27/10/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jaksa federal Amerika Serikat mengambil langkah untuk mendakwa mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey atas dugaan pembocoran informasi pertahanan nasional. Hal itu terungkap dalam dokumen pengadilan.

    Ini menjadi kali ketiga Departemen Kehakiman AS berupaya mengajukan tuntutan pidana terhadap Comey, yang telah lama menjadi pengkritik Presiden Donald Trump.

    Dokumen setebal tiga halaman tersebut tidak mengungkapkan banyak perincian mengenai dua dakwaan yang diajukan. Namun, pengacara Comey menyatakan dalam dokumen pengadilan terpisah bahwa perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pengungkapan informasi rahasia kepada surat kabar The New York Times pada Oktober 2016, ketika Comey masih menjabat sebagai direktur FBI.

    Comey membantah melakukan pelanggaran melalui sebuah video yang diunggah di platform Substack pada Senin. Ia menyebut dakwaan tersebut sebagai “penyalahgunaan yang keterlaluan”.

    “Ini hampir bisa dianggap lucu jika bukan merupakan penyalahgunaan Departemen Kehakiman yang begitu keterlaluan, sesuatu yang tidak boleh kita anggap biasa,” kata Comey dalam video tersebut.

    “Tidak ada yang berubah dari diri saya. Saya tetap tidak bersalah, saya tetap tidak takut kepada orang-orang ini, dan saya tetap percaya pada independensi lembaga peradilan federal.”

    Comey didakwa di Washington DC melalui dokumen criminal information, yakni dokumen resmi berisi dakwaan pidana yang diajukan langsung oleh jaksa.

    Prosedur ini berbeda dengan dakwaan formal melalui indictment, yang harus mendapat persetujuan dewan juri agung atau grand jury. Badan tersebut terdiri atas warga negara yang disumpah untuk menilai apakah bukti yang tersedia cukup kuat untuk membawa suatu perkara ke pengadilan.

    Pengacara Comey, Patrick Fitzgerald, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua tim jaksa yang berbeda telah menyelidiki dugaan pengungkapan informasi kepada The New York Times sekitar satu dekade lalu, pada masa pemerintahan pertama Trump.

    “Dalam kedua kesempatan tersebut, pemerintah memutuskan bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya dikenai dakwaan,” kata Fitzgerald.

    Ia menyatakan dokumen pengadilan terbaru itu “berupaya mendakwa Tuan Comey atas tindak pidana yang tidak dilakukannya”.

    Tim hukum Comey telah mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk membatalkan dakwaan tersebut.

    Mantan jaksa federal Glenn Kirschner mengatakan bahwa perkara itu mungkin telah melewati batas waktu penuntutan selama 10 tahun. Karena itu, menurutnya, permohonan pembatalan dakwaan tersebut memiliki “peluang yang sangat besar untuk dikabulkan”.

    Kirschner menilai dakwaan terhadap Comey tampaknya merupakan “upaya balas dendam yang didorong oleh Donald Trump, dengan meminta Departemen Kehakimannya mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menjerat Comey”.

    Trump memecat Comey pada masa jabatan pertamanya setelah mantan direktur FBI tersebut membuka penyelidikan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016.

    Sejak saat itu, Trump berulang kali menyerukan agar Comey dituntut. Dakwaan terbaru ini menjadi upaya ketiga pemerintahannya untuk membawa mantan pejabat FBI tersebut ke ranah pidana.

    Comey pertama kali didakwa oleh dewan juri agung federal pada September 2025. Ia dituduh berbohong kepada Kongres saat memberikan kesaksian dan menghalangi proses persidangan di Kongres.

    Comey menyatakan tidak bersalah pada bulan berikutnya. Namun, perkara tersebut dibatalkan pada November 2025.

    Pada April 2026, Comey menyerahkan diri kepada pihak berwenang untuk menghadapi dakwaan terkait sebuah gambar yang sempat diunggahnya di media sosial dan diduga mengancam keselamatan Trump.

    Kasus itu bermula dari unggahan Comey di Instagram pada 2025 yang menampilkan foto kerang di pantai, tersusun membentuk angka dan tulisan “86 47”.

    Istilah “eighty-six” merupakan ungkapan slang yang berarti “menyingkirkan”. Jaksa mengeklaim pesan tersebut mendorong kekerasan terhadap Trump, presiden ke-47 AS.

    Comey membantah melakukan pelanggaran. Ia mengatakan tidak mengetahui arti angka tersebut dan menuduh penuntutan terhadap dirinya dilatarbelakangi kepentingan politik. Perkara itu masih berlangsung.

    Dakwaan terbaru terhadap Comey diumumkan pada hari yang sama ketika seorang hakim federal memutuskan bahwa Departemen Kehakiman secara ilegal memecat putrinya, Maurene Comey.

    Maurene Comey, yang kehilangan pekerjaannya sebagai jaksa federal di New York pada Juli 2025, menggugat pemerintah. Ia berargumen bahwa pemecatannya melanggar hukum karena hubungan keluarganya dengan James Comey serta afiliasi politik yang dipersepsikan melekat pada dirinya.

    Pada Senin, hakim memutuskan bahwa pemerintahan Trump harus mempekerjakannya kembali dan membayarkan gaji yang menjadi haknya selama ia diberhentikan.

    amerika hukum politik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Gadget

    Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

    27/10/2026
    Lain Lain

    Xi Jinping Berpeluang Perketat Disiplin Partai Komunis China di Tengah Pembersihan Internal

    27/10/2026
    Hiburan

    Macklemore Mulai Tur Free Palestine di Dublin Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran

    27/10/2026
    Gadget

    Anthropic Peringatkan Risiko AI yang Bisa Mengancam Umat Manusia Jelang IPO Bernilai Fantastis

    27/10/2026
    Hiburan

    Pauline Parker, Pembunuh yang Menginspirasi Film Heavenly Creatures, Meninggal pada Usia 88 Tahun

    27/10/2026
    Hiburan

    Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

    26/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

    27/10/2026

    Xi Jinping Berpeluang Perketat Disiplin Partai Komunis China di Tengah Pembersihan Internal

    27/10/2026

    Macklemore Mulai Tur Free Palestine di Dublin Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran

    27/10/2026

    Anthropic Peringatkan Risiko AI yang Bisa Mengancam Umat Manusia Jelang IPO Bernilai Fantastis

    27/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.