Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Aktivis India Dipenjara Setelah Menentang Rencana Hotel Mewah di Dekat Kaziranga

    19/08/2026

    Meta Dituding Sengaja Membuat Anak Kecanduan Facebook dan Instagram dalam Persidangan di AS

    19/08/2026

    Polusi Udara Hambat Pertumbuhan Paru-paru Anak, Studi Temukan Pemulihan Cepat Setelah Zona Emisi Rendah Diterapkan

    19/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Aktivis India Dipenjara Setelah Menentang Rencana Hotel Mewah di Dekat Kaziranga

      19/08/2026

      Polusi Udara Hambat Pertumbuhan Paru-paru Anak, Studi Temukan Pemulihan Cepat Setelah Zona Emisi Rendah Diterapkan

      19/08/2026

      Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Serukan Pemilu, Tantang Kepemimpinan Zelensky di Tengah Perang

      19/08/2026

      Sidang Pembunuhan Tupac Shakur Dimulai, Saksi Ungkap Kekacauan Saat Penembakan

      18/08/2026

      Pelatih Sydney Swans Kecewa Berat Setelah Sejumlah Pemain Dikaitkan dengan Penyelidikan Dugaan Pelecehan Seksual

      18/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Meta Dituding Sengaja Membuat Anak Kecanduan Facebook dan Instagram dalam Persidangan di AS

      19/08/2026

      Unitree, Raksasa Robotika China, Melonjak Lebih dari 600 Persen pada Debut Bursa

      19/08/2026

      Bos Teknologi Ramai-Ramai Menulis Manifesto AI, Apa Tujuannya?

      15/08/2026

      Jaringan Instagram Diduga Memanfaatkan Krisis Ceuta dengan Menjual Panduan Penyeberangan bagi Migran

      15/08/2026

      Sungai Danube Menyusut akibat Gelombang Panas, Rumania Matikan Satu-satunya PLTN

      14/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Bencana»Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Diduga Tewaskan 1.300 Orang, Jerman Pecahkan Rekor Suhu 41,7 Derajat Celsius
    Bencana

    Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Diduga Tewaskan 1.300 Orang, Jerman Pecahkan Rekor Suhu 41,7 Derajat Celsius

    joveBy jove29/06/2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Gelombang panas awal musim panas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa diduga menyebabkan ratusan hingga ribuan kematian berlebih, menurut Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Rekor suhu kembali pecah di berbagai wilayah Eropa pada Minggu, termasuk di Jerman, Polandia, dan Republik Ceko, ketika gelombang panas ekstrem terus bergerak ke arah timur.

    Dalam unggahan di platform X, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lebih dari 1.300 kematian berlebih tercatat sejak 21 Juni yang “berkaitan dengan suhu tinggi di Eropa”.

    “Stres akibat panas sering disebut sebagai ‘pembunuh senyap’, dan rumah, tempat kerja, serta sekolah di Eropa tidak dibangun untuk menghadapi suhu seperti ini,” katanya.

    Pada Minggu pagi, Kementerian Kesehatan Prancis menyatakan terdapat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan normal sejak Rabu lalu.

    Sebagian besar korban tambahan tersebut berasal dari kelompok usia di atas 65 tahun, setelah otoritas mencatat kenaikan 40 persen angka kematian di rumah.

    “Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat di dunia, dengan laju dua kali rata-rata global,” kata Tedros.

    Ia menambahkan jutaan warga Eropa kini “hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang meninggal, sekolah ditutup, dan jaringan listrik mulai kewalahan”.

    Pada Minggu, Jerman mengalami hari terpanas dalam sejarah untuk hari ketiga berturut-turut setelah suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di wilayah timur negara itu, menurut data sementara.

    Stasiun cuaca di Coschen, dekat perbatasan Polandia di Brandenburg timur, mencatat suhu 41,7 derajat Celsius sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

    Republik Ceko juga memecahkan rekor suhu nasional untuk kedua kalinya dalam dua hari, dengan suhu mencapai 41,1 derajat Celsius di Doksany, sebelah utara Praha, menurut lembaga meteorologi CHMI.

    CHMI menyebut gelombang panas diperkirakan mencapai puncaknya pada Minggu, sementara badai diprediksi melanda wilayah barat pada malam hari.

    Polandia turut mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah dengan temperatur 40,5 derajat Celsius di kota Slubice, kata juru bicara Institut Meteorologi dan Pengelolaan Air Polandia kepada kantor berita AFP.

    Tedros mengatakan perubahan iklim menjadi penyebab utama cuaca ekstrem tersebut dan memperingatkan bahwa Eropa memanas dengan kecepatan “dua kali rata-rata global”.

    “Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas yang dulu terjadi sekali dalam satu generasi kini hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.

    Ia mendesak negara-negara Eropa untuk menerapkan “rencana aksi kesehatan menghadapi gelombang panas” guna melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.

    Cuaca ekstrem itu memaksa otoritas Eropa mengambil berbagai langkah drastis untuk mencegah penyakit dan kematian akibat panas.

    Pada Kamis, festival musik Defqon.1 di Belanda dibatalkan setelah pemerintah mengeluarkan peringatan merah ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Di Paris, pemerintah melarang konsumsi alkohol takeaway di ruang publik dan membatalkan pawai kebanggaan atau pride march demi membantu layanan darurat yang kewalahan.

    Larangan tersebut mulai berlaku sejak Jumat siang waktu setempat menjelang pertandingan Piala Dunia Prancis melawan Norwegia dan berlangsung hingga Minggu pagi.

    Sedikitnya 74 orang dilaporkan tenggelam di Prancis sejak gelombang panas dimulai, menurut Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez.

    Sebagian besar korban meninggal terjadi di “perairan tanpa pengawasan seperti sungai, danau, dan kolam”, katanya kepada surat kabar Le Parisien pada Sabtu.

    Gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor pada Juni ini disebut dipicu oleh fenomena yang dikenal sebagai “heat dome” atau kubah panas.

    Pola cuaca tersebut terjadi ketika udara turun dari atmosfer, lalu terkompresi dan memanas saat mencapai permukaan bumi.

    Udara yang turun itu juga menjadi lebih kering sehingga awan sulit terbentuk. Akibatnya, sinar matahari yang sangat kuat terus memanaskan permukaan bumi secara lebih ekstrem.

    bencana cuaca cuaca ekstrim eropa panas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Budaya

    Aktivis India Dipenjara Setelah Menentang Rencana Hotel Mewah di Dekat Kaziranga

    19/08/2026
    Bisnis

    Meta Dituding Sengaja Membuat Anak Kecanduan Facebook dan Instagram dalam Persidangan di AS

    19/08/2026
    Kesehatan

    Polusi Udara Hambat Pertumbuhan Paru-paru Anak, Studi Temukan Pemulihan Cepat Setelah Zona Emisi Rendah Diterapkan

    19/08/2026
    Bisnis

    Unitree, Raksasa Robotika China, Melonjak Lebih dari 600 Persen pada Debut Bursa

    19/08/2026
    Ekonomi

    Trump Tunda Tarif Baru untuk Kanada, Sebut Kesepakatan Dagang Hampir Tercapai

    19/08/2026
    Lain Lain

    Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Serukan Pemilu, Tantang Kepemimpinan Zelensky di Tengah Perang

    19/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Aktivis India Dipenjara Setelah Menentang Rencana Hotel Mewah di Dekat Kaziranga

    19/08/2026

    Meta Dituding Sengaja Membuat Anak Kecanduan Facebook dan Instagram dalam Persidangan di AS

    19/08/2026

    Polusi Udara Hambat Pertumbuhan Paru-paru Anak, Studi Temukan Pemulihan Cepat Setelah Zona Emisi Rendah Diterapkan

    19/08/2026

    Unitree, Raksasa Robotika China, Melonjak Lebih dari 600 Persen pada Debut Bursa

    19/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.