Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Rajawali Indonesia Sebut Konser Guns N’ Roses di Jakarta Jadi Proyek Paling Megah

    27/06/2026

    Danantara Mulai Konsolidasi Hotel Pelat Merah, InJourney Dibidik Jadi Operator Raksasa Nasional

    27/06/2026

    Pemerintah AS Izinkan Anthropic Rilis Terbatas Model AI yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber

    27/06/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Rajawali Indonesia Sebut Konser Guns N’ Roses di Jakarta Jadi Proyek Paling Megah

      27/06/2026

      Danantara Mulai Konsolidasi Hotel Pelat Merah, InJourney Dibidik Jadi Operator Raksasa Nasional

      27/06/2026

      Pemerintah AS Izinkan Anthropic Rilis Terbatas Model AI yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber

      27/06/2026

      Festival Musik Mulai Berbenah untuk Pengunjung Neurodivergen, tapi Tantangannya Masih Besar

      27/06/2026

      GTA 6 Hadir Tanpa Disc Fisik, Tanda Era Baru Kepemilikan Game Dimulai

      27/06/2026
    • TEKNOLOGI

      Pemerintah AS Izinkan Anthropic Rilis Terbatas Model AI yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber

      27/06/2026

      GTA 6 Hadir Tanpa Disc Fisik, Tanda Era Baru Kepemilikan Game Dimulai

      27/06/2026

      IBM Klaim Terobosan Chip di Bawah 1 Nanometer, Bisa Muat 100 Miliar Transistor

      26/06/2026

      Apple dan Xbox Naikkan Harga Produk hingga Hampir 20 Persen di Tengah Krisis Chip Global

      26/06/2026

      Energi Panas Bumi Generasi Baru Menjanjikan Listrik Besar, Tetapi Biayanya Masih Mahal

      26/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Festival Musik Mulai Berbenah untuk Pengunjung Neurodivergen, tapi Tantangannya Masih Besar
    Hiburan

    Festival Musik Mulai Berbenah untuk Pengunjung Neurodivergen, tapi Tantangannya Masih Besar

    joveBy jove27/06/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Membuat festival musik benar-benar ramah bagi semua orang bukan hanya soal menyediakan cukup toilet disabilitas. Ada banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan.

    Karena itu, ketika pengguna X bernama Jas mengaku ditolak masuk ke ruang khusus neurodivergen di acara Radio 1’s Big Weekend bulan lalu di Sunderland, peristiwa itu memicu pertanyaan soal bagaimana penyelenggara acara besar mengakomodasi pengunjung dengan kondisi seperti autisme, ADHD, disleksia, dan dispraksia.

    “Tidak semua disabilitas terlihat,” tulis Jas, menyoroti tantangan yang sering muncul karena kondisi tersebut sulit dikenali secara kasatmata.

    Isu ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap aksesibilitas festival musik di Inggris, termasuk intervensi anggota parlemen dan lembaga pengawas kesetaraan terkait fasilitas bagi penyandang disabilitas.

    berbincang dengan sejumlah pengunjung festival yang memiliki disabilitas tak terlihat untuk mendengar pengalaman mereka, sekaligus solusi yang dianggap membantu.

    “Saya Membongkar Tenda dan Menginap di Hotel”

    Setiap orang memiliki cara kerja otak yang berbeda. Namun lebih dari 15 persen masyarakat Inggris tergolong neurodivergen, yakni individu yang memproses informasi dengan cara berbeda dari yang dianggap umum.

    Beth Maybury mengatakan dirinya kerap kesulitan dianggap serius oleh petugas festival karena disabilitasnya tidak terlihat secara fisik.

    Akibatnya, ia harus mencari cara sendiri untuk memulihkan energi selama festival berlangsung, termasuk kembali ke tenda untuk beristirahat sejenak.

    Menurutnya, festival memberikan ruang untuk “merasa bebas” sebagai seseorang dengan ADHD yang sehari-hari sering melakukan masking, yakni menyembunyikan atau menekan sifat alami neurodivergennya.

    “Anda bisa bernyanyi sekeras mungkin, bisa emosional melihat penampilan di panggung, dan tidak ada yang menghakimi,” katanya

    Namun meski sangat menyukai festival, ia mengaku mudah merasa kewalahan.

    “Kerumunannya sangat besar dan itu bisa sulit. Kadang juga sangat berlumpur, dan saya sangat sensitif ketika lumpur terasa di seluruh tubuh.”

    Pengunjung lain, Kate Graham, menyebut dirinya memiliki “kombinasi lengkap” ADHD, autisme, dan dispraksia.

    Ia mengatakan festival memang tempat yang menyenangkan untuk mencoba hal baru, tetapi juga sering kali “sangat bising tanpa tempat tenang untuk bersembunyi selain toilet portabel” dan terasa melelahkan ketika terlalu banyak orang berkumpul di satu area.

    Ia mengaku pernah mengalami pengalaman festival yang sangat buruk hingga akhirnya “membongkar tenda dan mencari hotel Travelodge”.

    Tuntutan Agar Festival Lebih Inklusif

    Mereka bukan satu-satunya yang meminta festival musik melakukan perbaikan.

    Komite Budaya, Media, dan Olahraga parlemen Inggris tahun ini merilis panduan agar penyandang disabilitas merasa lebih diterima dalam acara musik langsung.

    Panduan itu merekomendasikan pemerintah Inggris bekerja sama dengan pemerintah daerah di seluruh Britania Raya untuk meningkatkan infrastruktur di lokasi festival, keamanan, pelatihan staf, dan sistem tiket.

    Komite tersebut juga menyarankan kerja sama dengan organisasi yang dipimpin penyandang disabilitas seperti Stay Up Late, yang mendorong penyelenggara menyediakan pertunjukan dengan suasana lebih santai.

    Pada Download Festival tahun ini yang digelar Juni lalu, penyelenggara menyediakan ruang khusus untuk pengunjung neurodivergen.

    Area tersebut dilengkapi headphone peredam suara, mainan sensorik, selimut berbobot, serta aktivitas tenang seperti mewarnai dan puzzle.

    Langkah itu diambil setelah Equality and Human Rights Commission memutuskan bahwa Live Nation, pemilik Festival Republic yang menyelenggarakan Reading and Leeds, Download, dan Wireless, perlu meningkatkan aksesibilitas acara mereka.

    Sebelumnya, pengunjung melaporkan berbagai masalah aksesibilitas di Download Festival 2023 dan Wireless 2022.

    Juru bicara Live Nation mengatakan bahwa mereka memahami festival berskala besar bisa menjadi lingkungan yang sangat intens dan sebagian pengunjung membutuhkan dukungan tambahan selama acara berlangsung.

    Menurut mereka, penyelenggara kini menyediakan ruang tenang sensorik, area berkemah yang lebih sunyi, fasilitas kesejahteraan, dan dukungan khusus untuk kesehatan mental.

    Pengalaman Setiap Orang Berbeda

    Alex Richardson telah rutin menghadiri festival seperti Reading and Leeds Festival dan Truck Festival selama satu dekade terakhir.

    Sebagai individu neurodivergen, ia mengatakan festival justru memberinya rutinitas yang ia sukai.

    “Saya sangat menyukai suasananya. Saya suka keseluruhan pengalaman festival,” kata pria berusia 27 tahun itu.

    Namun ia mengakui terkadang situasi menjadi terlalu berlebihan sehingga ia perlu mencari area yang lebih tenang untuk menenangkan diri.

    Richardson mengatakan kehadiran ruang sensorik sangat membantu, meski fasilitas seperti itu belum tersedia ketika ia pertama kali mulai datang ke festival.

    Kini ia merasa festival mulai menjadi lebih inklusif, tetapi menurutnya banyak staf masih membutuhkan pelatihan yang lebih baik.

    Hal itu penting agar mereka dapat mengenali ketika seseorang sedang mengalami meltdown atau kesulitan mengendalikan diri. National Autistic Society mendefinisikan meltdown sebagai respons intens terhadap situasi yang terasa sangat berlebihan.

    Richardson mengusulkan agar staf terlatih mengenakan pakaian khusus yang mudah dikenali sehingga pengunjung dapat lebih mudah mencari bantuan.

    Sementara itu, Paul Hawkins dari organisasi Attitude is Everything mengatakan tantangan terbesar penyelenggara adalah memahami bahwa setiap individu neurodivergen memiliki kebutuhan berbeda.

    “Setiap orang neurodivergen memiliki pengalaman yang sangat berbeda,” katanya

    Ia menilai kehadiran ruang tenang dan tenda sensorik telah memberi dampak besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki, terutama soal pengelolaan kerumunan dan jalur yang lebih tenang menuju area aksesibel.

    “Tidak banyak alasan bagi festival untuk gagal memenuhi standar dasar, karena semua informasi sebenarnya sudah tersedia dan cukup mudah ditemukan,” katanya.

    acara festival musik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Rajawali Indonesia Sebut Konser Guns N’ Roses di Jakarta Jadi Proyek Paling Megah

    27/06/2026
    Ekonomi & Pasar

    Danantara Mulai Konsolidasi Hotel Pelat Merah, InJourney Dibidik Jadi Operator Raksasa Nasional

    27/06/2026
    Gadget

    Pemerintah AS Izinkan Anthropic Rilis Terbatas Model AI yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber

    27/06/2026
    Bisnis

    GTA 6 Hadir Tanpa Disc Fisik, Tanda Era Baru Kepemilikan Game Dimulai

    27/06/2026
    Budaya

    Serial Afrika Selatan tentang Poligami dan Perselingkuhan Jadi Perbincangan Dunia

    27/06/2026
    Budaya

    Hijrah ke Rusia demi “Nilai Tradisional”, Sejumlah Warga Barat Mengaku Realitasnya Tak Sesuai Harapan

    27/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Rajawali Indonesia Sebut Konser Guns N’ Roses di Jakarta Jadi Proyek Paling Megah

    27/06/2026

    Danantara Mulai Konsolidasi Hotel Pelat Merah, InJourney Dibidik Jadi Operator Raksasa Nasional

    27/06/2026

    Pemerintah AS Izinkan Anthropic Rilis Terbatas Model AI yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber

    27/06/2026

    Festival Musik Mulai Berbenah untuk Pengunjung Neurodivergen, tapi Tantangannya Masih Besar

    27/06/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.