Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Sidang Pendahuluan Ungkap Bukti Baru dalam Kasus Pembunuhan Remaja yang Menjerat Penyanyi d4vd

    25/07/2026

    Dugaan Peretasan OpenAI, Ancaman Nyata atau Sekadar Aksi Publisitas?

    25/07/2026

    Jaksa Agung ICC Karim Khan Dicopot akibat Dugaan Pelanggaran Seksual

    25/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Sidang Pendahuluan Ungkap Bukti Baru dalam Kasus Pembunuhan Remaja yang Menjerat Penyanyi d4vd

      25/07/2026

      Dugaan Peretasan OpenAI, Ancaman Nyata atau Sekadar Aksi Publisitas?

      25/07/2026

      Jaksa Agung ICC Karim Khan Dicopot akibat Dugaan Pelanggaran Seksual

      25/07/2026

      Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mundur di Tengah Isu Kepulangan Sheikh Hasina

      25/07/2026

      Enam Orang Tewas dalam Insiden Penembakan di Tepi Barat, Ketegangan Israel-Palestina Kembali Memanas

      25/07/2026
    • TEKNOLOGI

      Dugaan Peretasan OpenAI, Ancaman Nyata atau Sekadar Aksi Publisitas?

      25/07/2026

      Kongres AS Ajukan RUU “Kill Switch” AI setelah Insiden OpenAI, Pemerintah Diusulkan Bisa Mematikan Sistem Kecerdasan Buatan

      24/07/2026

      Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

      23/07/2026

      Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Anak di Bawah 15 Tahun Menggunakan Media Sosial

      22/07/2026

      AI Akan Membantu Pekerjaan Manusia atau Justru Menggantikannya?

      22/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Dua Matematikawan China Raih Penghargaan Tertinggi Dunia Berkat Solusi atas Masalah Matematika Berusia Seabad
    Hiburan

    Dua Matematikawan China Raih Penghargaan Tertinggi Dunia Berkat Solusi atas Masalah Matematika Berusia Seabad

    joveBy jove25/07/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dua akademisi asal China untuk pertama kalinya meraih penghargaan matematika paling bergengsi di dunia, menurut laporan media pemerintah China.

    Matematikawan Hong Wang dan Yu Deng menerima penghargaan tersebut bersama John Pardon dari Amerika Serikat dan Jacob Tsimerman dari Kanada. Masing-masing memperoleh hadiah sebesar 15.000 dolar Kanada (sekitar US$10.500 atau £8.000).

    Keduanya dianugerahi penghargaan setelah berhasil memecahkan persoalan matematika yang telah membingungkan para ilmuwan selama lebih dari satu abad. Wang, yang berusia 35 tahun dan saat ini mengajar di Amerika Serikat serta Prancis, juga menjadi perempuan ketiga yang pernah menerima penghargaan tersebut.

    Fields Medal, yang kerap dianggap sebagai padanan Hadiah Nobel di bidang matematika, diserahkan dalam sebuah acara di Amerika Serikat pada Kamis waktu setempat, di tengah semakin besarnya tantangan terhadap perhitungan manusia akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

    Prestasi tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial China.

    Tagar “Fields Medal” dan “Matematikawan China Pertama yang Memenangi Fields Medal” mencatat jutaan tayangan di berbagai platform media sosial, mulai dari Weibo hingga Rednote.

    “Kebanggaan seluruh rakyat China,” tulis seorang pengguna Weibo.

    “Kita sedang menyaksikan sejarah,” tulis pengguna lainnya.

    Media-media China juga memberikan liputan luas terhadap kedua akademisi tersebut. Berbagai artikel mengulas latar belakang pendidikan, minat pribadi, hingga arti penting pencapaian mereka bagi perkembangan matematika di China.

    “Bagi komunitas matematika China, ini adalah impian yang telah kami nantikan selama puluhan tahun,” kata Shing-Tung Yau, matematikawan keturunan China pertama yang pernah meraih Fields Medal.

    Menjawab Pertanyaan Matematika yang Bertahan Lebih dari 100 Tahun

    Bersama rekannya, Josh Zahl, Hong Wang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan matematikawan Jepang Soichi Kakeya pada 1917: jika sebuah pensil diputar hingga melakukan satu putaran penuh, berapa luas area terkecil yang akan dilaluinya?

    Wang dan Zahl menganalisis persoalan tersebut dengan asumsi bahwa pensil berada di ruang tiga dimensi, bukan di atas bidang datar. Hasil penelitian mereka dipublikasikan pada tahun lalu.

    “Jika dugaan ini begitu memikat banyak orang, itu karena fenomena seperti ini secara alami muncul dalam berbagai persoalan dari bidang ilmu yang sangat berbeda,” ujar Wang kepada kantor berita AFP.

    Sementara itu, Yu Deng, profesor matematika berusia 37 tahun di University of Chicago, menerima penghargaan atas keberhasilannya memecahkan persoalan matematika lain yang juga telah berusia lebih dari satu abad.

    Pada 1900, matematikawan Jerman David Hilbert mengajukan pertanyaan yang kemudian dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert, yaitu bagaimana perilaku suatu sistem secara keseluruhan dapat dihitung berdasarkan pergerakan partikel-partikel penyusunnya.

    Deng berhasil menyelesaikan persoalan tersebut melalui kajiannya terhadap perilaku gas.

    Ia mengatakan merupakan “kehormatan yang luar biasa” melihat namanya sejajar dengan para matematikawan besar yang selama ini ia kagumi.

    Hong Wang sendiri dikenal atas penelitiannya di bidang analisis harmonik, cabang matematika yang mempelajari perilaku gelombang.

    Fields Medal diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan berprestasi yang berusia di bawah 40 tahun.

    Lahir di China, Meniti Karier Akademik di Luar Negeri

    Hong Wang lahir pada 1991 di Kota Guilin, destinasi wisata di Daerah Otonom Guangxi, China selatan. Ia melompati dua tingkat sekolah dasar dan diterima di Universitas Peking, salah satu perguruan tinggi paling bergengsi di China, pada 2007 saat berusia 16 tahun.

    Meski semula mengambil jurusan ilmu kebumian, setahun kemudian ia berpindah ke jurusan matematika.

    Setelah lulus, Wang melanjutkan studi di Universitas Paris-Sud dan École Polytechnique di Prancis, sebelum meraih gelar doktor di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

    Kini, ia menjabat sebagai profesor di New York University sekaligus profesor tetap di Institut des Hautes Études Scientifiques (IHES), Prancis.

    Pada Kamis malam waktu setempat, Wang menerima panggilan telepon dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilannya meraih Fields Medal.

    “Dengan pencapaian ini, ia mencerminkan keunggulan riset dan sistem pendidikan kami,” tulis Macron melalui akun X miliknya. Ia juga menambahkan ajakan, “Pilih Prancis untuk sains.”

    Sementara itu, Yu Deng mulai mengikuti kompetisi matematika sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia diterima di Universitas Peking pada 2007, tahun yang sama dengan Wang, sebelum pindah ke MIT pada 2009.

    Deng kemudian meraih gelar doktor di Princeton University dan sejak 2024 mengajar sebagai profesor di University of Chicago.

    amerika china ilmu matematika soal tersullit
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Sidang Pendahuluan Ungkap Bukti Baru dalam Kasus Pembunuhan Remaja yang Menjerat Penyanyi d4vd

    25/07/2026
    Gadget

    Dugaan Peretasan OpenAI, Ancaman Nyata atau Sekadar Aksi Publisitas?

    25/07/2026
    Hukum Kriminal

    Jaksa Agung ICC Karim Khan Dicopot akibat Dugaan Pelanggaran Seksual

    25/07/2026
    Hukum Kriminal

    Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mundur di Tengah Isu Kepulangan Sheikh Hasina

    25/07/2026
    Hukum Kriminal

    Enam Orang Tewas dalam Insiden Penembakan di Tepi Barat, Ketegangan Israel-Palestina Kembali Memanas

    25/07/2026
    Bisnis

    “Pekerjaan Ini Menggerogoti Tubuh Saya”: Harga Mahal di Balik Layanan Pengiriman Semalam Supercepat Korea Selatan

    25/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Sidang Pendahuluan Ungkap Bukti Baru dalam Kasus Pembunuhan Remaja yang Menjerat Penyanyi d4vd

    25/07/2026

    Dugaan Peretasan OpenAI, Ancaman Nyata atau Sekadar Aksi Publisitas?

    25/07/2026

    Jaksa Agung ICC Karim Khan Dicopot akibat Dugaan Pelanggaran Seksual

    25/07/2026

    Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mundur di Tengah Isu Kepulangan Sheikh Hasina

    25/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.