Cape Verde mencetak sejarah setelah finis sebagai runner-up Grup H dan lolos ke fase gugur Piala Dunia usai bermain imbang tanpa gol melawan Saudi Arabia.
Tim berjuluk Blue Sharks itu menempati posisi kedua dengan tiga poin pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia, unggul satu poin atas juara dunia dua kali Uruguay dan tuan rumah Piala Dunia 2034, Arab Saudi.
Tim asuhan Bubista akan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar di Miami Stadium, Jumat, 3 Juli waktu setempat.
Cape Verde tampil lebih berbahaya sepanjang pertandingan. Sepakan Willy Semedo berhasil ditepis penjaga gawang di tiang dekat sebelum pemain tersebut melepaskan peluang lain yang melebar.
Bek Arab Saudi Hassan Al Tambakti tiba-tiba terjatuh tanpa kontak dengan pemain lain dan harus ditarik keluar menggunakan tandu setelah pertandingan berjalan setengah jam.
Tak lama setelah jeda, tendangan Kevin Pina dari luar kotak penalti nyaris bersarang di sudut atas gawang ketika Cape Verde terus berusaha membuka keunggulan.
Dengan 15 menit tersisa, kiper Arab Saudi Mohammed Al Owais menjaga harapan timnya tetap hidup setelah menggagalkan peluang Laros Duarte yang tinggal berhadapan dengan gawang.
Namun pada akhirnya, Cape Verde memastikan langkah ke babak berikutnya dan menyiapkan laga besar melawan Argentina dalam waktu kurang dari sepekan. Mereka juga menjadi negara Afrika ketiga yang tidak terkalahkan pada fase grup dalam debut Piala Dunia.
Saat peluit akhir pertandingan dibunyikan, para pemain Cape Verde berkumpul mengelilingi sebuah ponsel untuk menyaksikan akhir laga Uruguay melawan Spain. Suasana penuh kegembiraan pecah ketika dipastikan petualangan mereka di Piala Dunia berlanjut berkat kekalahan Uruguay 0-1.
Blue Sharks yang berada di peringkat ke-67 ranking FIFA mampu menahan imbang mantan juara dunia Spanyol dan Uruguay di grup yang sebelumnya diperkirakan sulit mereka lewati.
Negara berpenduduk sekitar 525 ribu jiwa itu kini mendapatkan banyak simpati baru lewat perjalanan impresif mereka, sekaligus mengingatkan dunia pada kegembiraan yang bisa dibawa sepak bola.
Cape Verde menjadi negara debutan Afrika pertama yang lolos dari fase grup Piala Dunia sejak Ghana pada 2006. Tidak diragukan lagi, Argentina yang diperkuat Lionel Messi akan menghadapi tantangan berat.
Berbicara setelah pertandingan, gelandang Cape Verde Deroy Duarte mengatakan dirinya masih sulit mempercayai pencapaian tersebut.
“Sejujurnya ini luar biasa. Rasanya seperti sedang bermimpi,” katanya.
“Sejak kecil saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia.”
“Menjadi pemain terbaik pertandingan dan mencetak sejarah adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan.”
“Pertama, kami akan merayakannya dulu. Kami sangat bahagia. Semoga seluruh masyarakat Cape Verde juga ikut bahagia. Mulai besok, kami akan fokus ke pertandingan berikutnya.”
“Melawan Argentina, bukan? Pertandingan yang berat, tetapi mari percaya. Segala sesuatu mungkin terjadi.”
