Ucapan duka dan penghormatan terus mengalir untuk seorang ayah dua anak asal Australia yang tewas setelah diserang hiu pada Sabtu di Australia Barat.
Steven Mattaboni, 38 tahun, diserang hiu sepanjang sekitar empat meter pada pukul 10.00 waktu setempat di Horseshoe Reef, wilayah barat laut Pulau Rottnest yang populer di dekat Perth.
Saat kejadian, ia sedang berburu ikan dengan tombak bersama teman-temannya sekitar satu kilometer dari lepas pantai ketika seekor hiu menggigit bagian kaki bawahnya dalam insiden yang digambarkan polisi sebagai serangan yang “mengerikan”.
Teman-temannya segera membawanya kembali ke daratan, namun petugas darurat tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Istri korban, Shirene Mattaboni, menggambarkan suaminya sebagai “ayah luar biasa” bagi dua putri kecil mereka. Ia mengatakan Steven adalah seorang “pecinta memancing sejati” yang “hidup dan bernapas bersama lautan”.
“Steven adalah ayah yang sangat berdedikasi bagi dua putri cantik kami — satu akan berusia tiga tahun bulan depan dan bayi kami yang baru berusia empat bulan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan bahwa hati keluarganya “hancur tak dapat diperbaiki lagi”.
Shirene juga menggambarkan suaminya sebagai sosok yang “sangat setia, tanpa henti murah hati, dan tipe pria yang rela memberikan apa pun yang ia miliki untuk orang lain”.
“Dunia telah kehilangan seorang pria sejati yang benar-benar langka, dan putri-putri kami kehilangan ayah luar biasa terlalu cepat,” ujarnya.
Klub Sepak Bola dan Komunitas Selam Turut Berduka
Klub sepak bola amatir Kingsley Amateur Football Club di wilayah utara Perth juga memberikan penghormatan kepada Mattaboni, yang disebut sebagai sahabat yang sangat dicintai banyak orang.
“Mattas adalah salah satu orang paling tulus yang pernah Anda temui,” tulis klub tersebut dalam unggahan daring.
“Ia memiliki senyum dan kehadiran yang mampu menerangi ruangan, dan akan selalu dikenang dengan penuh kasih oleh siapa pun yang beruntung mengenalnya.”
Presiden Australian Underwater Federation, badan utama olahraga spearfishing di Australia, juga mengaku sedih atas kematian Mattaboni.
“Hati saya bersama keluarganya, anggota klub, dan orang-orang yang mendampinginya dalam penyelaman itu,” kata Graham Henderson kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).
“Spearfishing memang kami pahami sebagai olahraga yang memiliki risiko berbahaya, tetapi kami berusaha meminimalkan risiko tersebut. Dalam setiap kompetisi, kami memiliki perahu pengaman dan sering menerbangkan drone untuk mendeteksi hiu.”
“Namun ketika orang melakukannya secara rekreasional, di situlah kemungkinan mereka paling rentan,” tambahnya.
Polisi Sebut Rekan Korban Menyaksikan Insiden Mengerikan
Sebelumnya, Sersan Polisi Australia Barat Michael Wear mengatakan Mattaboni berada sekitar 20 meter dari perahunya ketika diserang.
“Teman-temannya menyaksikan langsung peristiwa mengerikan tersebut,” katanya kepada media lokal.
Menteri Kepolisian Australia Barat Reece Whitby kemudian memuji upaya teman-teman korban dan petugas pertama yang berusaha menyelamatkannya.
“Saya ingin mengakui peran penting teman-teman penyelam yang telah melakukan segala yang mereka bisa untuk membawa korban kembali ke pantai,” katanya kepada media lokal pada Sabtu.
“Mereka semua menyaksikan pemandangan yang sangat mengejutkan, menyedihkan, dan tragis,” ujarnya.
Departemen Industri Primer dan Pengembangan Regional Australia Barat mengonfirmasi pihaknya menerima laporan mengenai seorang pria yang digigit hiu sepanjang empat meter.
Polisi Australia Barat akan menyiapkan laporan untuk pemeriksa kematian (koroner).
