Hakim kembali meminta juri yang belum mencapai kesepakatan dalam persidangan pembunuhan Lindsay Clancy untuk terus berupaya mencapai putusan, setelah hari keenam deliberasi berlangsung dramatis dalam kasus yang menyita perhatian Amerika Serikat.
Ketegangan memuncak di ruang sidang setelah ketua juri mengirimkan catatan kepada hakim yang menyebut salah satu anggota juri tidak mau mengikuti instruksi hakim mengenai standar keraguan yang wajar atau reasonable doubt.
Suasana ruang sidang sontak diliputi keterkejutan ketika tim pembela meminta agar juri tersebut dikeluarkan dari panel. Namun, hakim menolak permintaan tersebut.
Clancy, 36 tahun, didakwa atas tiga tuduhan pembunuhan tingkat pertama atas kematian ketiga anaknya, Cora, lima tahun, Dawson, tiga tahun, dan Callan yang berusia delapan bulan, di rumah keluarganya di Massachusetts pada 24 Januari 2023.
Peringatan: Artikel ini memuat detail yang dapat mengganggu pembaca
Mantan perawat persalinan tersebut tidak menyangkal telah mencekik kedua putranya dan putrinya di ruang bawah tanah rumah mereka.
Namun, pengacaranya berargumen bahwa Clancy saat itu mengalami psikosis pascapersalinan (postpartum psychosis) dan tidak mampu membedakan antara benar dan salah.
Juri yang terdiri dari sembilan perempuan dan tiga laki-laki di Plymouth telah melakukan deliberasi selama sekitar 35 jam tanpa menghasilkan putusan, setelah persidangan berlangsung hampir enam minggu.
Sebelumnya, panel juri telah dua kali mengirimkan catatan kepada hakim yang menyatakan mereka tidak dapat mencapai keputusan bulat. Namun, Kamis menjadi kali pertama muncul indikasi perselisihan di ruang deliberasi.
Pengacara Clancy, Kevin Reddington, mengatakan di ruang sidang bahwa ketua juri kembali mengirimkan catatan. Kali ini, catatan tersebut mengadukan kepada Hakim William Sullivan bahwa seorang anggota juri menolak mengikuti ketentuan hukum mengenai standar keraguan yang wajar.
Reddington dan jaksa penuntut Jennifer Sprague terlibat dalam diskusi sengit dengan hakim di ruang sidang.
Para wartawan yang berada di ruangan tidak dapat mendengar percakapan tersebut, tetapi melihat ekspresi wajah dan gerakan tangan pengacara Clancy yang menunjukkan kejengkelan.
Reddington kemudian menghampiri Clancy untuk menjelaskan apa yang baru saja terjadi. Percakapan keduanya tampak berlangsung dalam suasana tegang.
Clancy, yang mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah setelah melompat dari jendela lantai dua usai membunuh anak-anaknya, didorong menggunakan kursi roda oleh pengacaranya untuk bergabung dalam pembicaraan dengan hakim.
Setelah itu, Hakim Sullivan memanggil setiap anggota juri secara terpisah dan menanyai mereka.
Ia mengingatkan panel bahwa mereka harus secara bulat meyakini, tanpa keraguan yang wajar, bahwa terdakwa bersalah sebelum dapat menjatuhkannya hukuman atas suatu kejahatan. Ketika masing-masing juri maju, beberapa di antara mereka memandang Clancy, sementara yang lainnya tidak.
Ketika pengacara pembela memberitahukan kepada pengadilan mengenai permintaannya untuk mengeluarkan seorang anggota juri, terdengar suara keterkejutan dari ruangan dan para wartawan segera mulai mengetik.
Hakim Sullivan mengatakan juri yang menjadi pihak yang tidak sependapat tersebut dapat tetap berada dalam panel dan deliberasi dapat dilanjutkan.
“Saya tidak merasa tepat bagi saya untuk berpihak pada salah satu pihak dalam deliberasi,” kata hakim.
Jaksa Sprague mengatakan instruksi hakim kepada para juri sudah tepat.
“Tidak ada cara untuk menentukan apa yang terjadi dalam deliberasi, siapa yang benar dan siapa yang salah, dan kita juga tidak seharusnya mencoba menentukannya,” katanya.
Clancy menundukkan kepalanya ketika para awak media mulai meninggalkan ruang sidang.
Reddington, yang tampak kecewa, terlihat menenangkan kliennya. Ia merangkul Clancy dari samping dan mengusap punggungnya ketika para wartawan meninggalkan ruang sidang.
Setelah persidangan, pengacara pembela mengatakan kepada wartawan bahwa catatan ketua juri kepada hakim menyebut ada satu anggota juri yang menjadi pihak yang bertahan pada pendapatnya dan, seperti yang ia jelaskan, “menolak mendengarkan hukum … mengenai keraguan yang wajar”.
Reddington mengatakan ia telah mengusulkan kepada hakim “permohonan untuk mengeluarkan juri yang menolak menerima instruksi Anda mengenai hukum tentang keraguan yang wajar”.
Pengacara pembela mengatakan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan oleh juri tunggal tersebut. Ia juga tidak mengonfirmasi pembagian suara 11-1 yang sebelumnya dilaporkan oleh ketua juri.
Persoalan mengenai anggota juri tersebut diperkirakan kembali dibahas ketika pengadilan bersidang pada Jumat pukul 09.00 waktu setempat di zona waktu Timur Amerika Serikat, atau pukul 20.00 WIB.
Jika juri tidak mencapai putusan dan Hakim Sullivan menyatakan persidangan berakhir tanpa putusan (mistrial), jaksa harus memutuskan apakah akan menggelar persidangan ulang.
Clancy terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat jika dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama.
Jika dinyatakan tidak bersalah karena tidak memiliki tanggung jawab pidana, atau dengan alasan kegilaan, Clancy dapat ditempatkan di rumah sakit jiwa milik negara.
Dalam hukum Amerika Serikat, juri harus secara bulat meyakini “tanpa keraguan yang wajar” bahwa seseorang bersalah sebelum orang tersebut dapat dinyatakan bersalah atas suatu kejahatan.
Standar tersebut merupakan tingkat pembuktian paling ketat dalam sistem hukum Amerika Serikat. Beban pembuktian berada pada pemerintah atau jaksa untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah, bukan pada terdakwa untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
