Pelatih Sydney Swans, Dean Cox, mengatakan dirinya “sangat kecewa” setelah sejumlah pemain tim Australian Football League (AFL) tersebut dikaitkan dengan penyelidikan dugaan pelecehan seksual.
Klub mengonfirmasi adanya “insiden yang diduga terjadi” dan melibatkan sejumlah pemain yang belum disebutkan jumlahnya pada beberapa jam setelah kemenangan tim atas Melbourne Cricket Ground pada Minggu. Namun, klub tidak memberikan informasi lebih lanjut.
Secara terpisah, Kepolisian Victoria mengatakan detektif sedang menyelidiki laporan dugaan pelecehan seksual di sebuah hotel di East Melbourne pada dini hari Senin.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan petugas telah berbicara dengan sejumlah orang yang berada di hotel tersebut, tetapi belum ada yang ditangkap atau menjalani pemeriksaan resmi.
Cox berbicara kepada wartawan yang berkumpul di luar markas Swans pada Selasa. Ia mengatakan akan ada informasi lebih lanjut seiring “perkembangan situasi sepanjang hari”.
“Kami sedang menelusuri semuanya bersama AFL dan pihak-pihak terkait. Kami akan memberikan informasi terbaru setelah memperoleh lebih banyak informasi,” kata Cox.
Chief executive officer Matthew Pavlich pada Senin mengatakan klub “masih berusaha memahami secara tepat apa yang telah terjadi” dan menolak memberikan komentar mengenai tuduhan spesifik yang sedang diselidiki.
“Yang jelas, kami sangat terkejut dan kecewa bahwa hal ini terjadi dan para pemain berada dalam situasi seperti ini,” katanya dalam konferensi pers.
“Akan ada banyak spekulasi, tetapi karena saat ini ini merupakan persoalan kepolisian, hanya itu yang bisa kami sampaikan.”
Sydney Swans saat ini berada di posisi kedua klasemen AFL 2026 setelah memenangi 17 dari 22 pertandingan yang mereka jalani sepanjang musim ini.
AFL menghadapi desakan untuk menonaktifkan sementara para pemain yang diduga terlibat sebelum pertandingan klub melawan North Melbourne pada Minggu. Pertandingan tersebut akan menjadi laga terakhir Swans sebelum memasuki fase final.
Saat ini, AFL tidak memiliki kebijakan wajib untuk menonaktifkan pemain tanpa mempertimbangkan kesalahan atau hasil proses hukum ketika mereka didakwa melakukan pelanggaran serius seperti pelecehan seksual. Sebaliknya, setiap kasus ditangani berdasarkan pertimbangan dan keadaan masing-masing.
