Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Travis Kelce Ungkap Kisah Pernikahannya dengan Taylor Swift: “Malam Terbaik dalam Hidup Saya”

    13/08/2026

    Twitch Diserang Pengguna setelah Amazon Gunakan Konten Siaran untuk Melatih AI

    13/08/2026

    WHO: Wabah Ebola di Kongo Berpotensi Menjadi yang Paling Mematikan dalam Sejarah

    13/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Travis Kelce Ungkap Kisah Pernikahannya dengan Taylor Swift: “Malam Terbaik dalam Hidup Saya”

      13/08/2026

      Keluarga Palestina di Tepi Barat Dikepung Pemukim Israel, Pasokan Makanan dan Air Menipis

      13/08/2026

      Gerhana Matahari Spektakuler Memukau Jutaan Orang di Inggris dan Eropa

      13/08/2026

      Thailand Hentikan Penerbitan Izin Senjata Baru Usai Penembakan di Sekolah

      12/08/2026

      Banjir Dahsyat Assam, Nenek 97 Tahun Diselamatkan dengan Rakit Batang Pisang

      12/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Twitch Diserang Pengguna setelah Amazon Gunakan Konten Siaran untuk Melatih AI

      13/08/2026

      Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

      08/08/2026

      Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

      07/08/2026

      Meta Didenda Hampir Rp15,4 Triliun, Hakim AS Sebut Platformnya Jadi Ancaman bagi Keselamatan Anak

      07/08/2026

      Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

      06/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Gerhana Matahari Spektakuler Memukau Jutaan Orang di Inggris dan Eropa
    Hiburan

    Gerhana Matahari Spektakuler Memukau Jutaan Orang di Inggris dan Eropa

    joveBy jove13/08/2026No Comments5 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Inggris dan Eropa menyaksikan gerhana Matahari paling dramatis dalam hampir 30 tahun, dengan jutaan orang diperkirakan menjadi saksi fenomena langit yang disebut sebagai peristiwa sekali dalam satu generasi tersebut.

    Masyarakat yang menyaksikan fenomena astronomi itu dari Inggris hanya dapat melihat gerhana sebagian, yang mencapai puncaknya sesaat setelah pukul 19.00 BST atau sekitar pukul 01.00 WIB pada Kamis dini hari. Saat itu, sebagian besar wilayah Inggris melihat lebih dari 90% permukaan Matahari tertutup oleh Bulan.

    Namun, sejumlah wilayah di Greenland, Islandia, dan Spanyol mengalami kegelapan total serta menyaksikan keindahan gerhana Matahari total.

    Kerumunan besar di berbagai lokasi pengamatan di Inggris dan Eropa bersorak dan terkesiap ketika fenomena tersebut berlangsung. Para penggemar astronomi mengatakan peristiwa itu menjadi pengingat betapa “menakjubkannya” alam semesta.

    Jalur gerhana total dimulai dari ujung utara Siberia di Rusia, jauh dari kerumunan maupun teleskop.

    Jalur tersebut kemudian melengkung mengitari Samudra Arktik dan mencapai Islandia pada sore menjelang malam, sebelum bergerak ke arah selatan dan menghadirkan sebagian keajaibannya bagi masyarakat Inggris.

    Gerhana sebagian dimulai sekitar pukul 18.00 BST atau tengah malam WIB di Skotlandia bagian utara, dan sesaat sebelum pukul 18.20 BST atau sekitar 00.20 WIB di pesisir selatan Inggris.

    Pada awalnya, perubahan itu nyaris tidak terlihat. Namun, bagi mereka yang beruntung mendapatkan langit tanpa awan, kerumunan mulai menyaksikan Bulan perlahan-lahan “menggigit” permukaan Matahari.

    Sebagian besar wilayah Inggris tengah dan selatan serta Wales menikmati langit yang sangat cerah, sehingga masyarakat mendapatkan pemandangan yang luar biasa ketika Bulan bergerak perlahan melintasi Matahari selama sekitar satu jam.

    Wilayah Inggris bagian utara, Skotlandia, dan Irlandia Utara memiliki kondisi yang lebih berawan. Meski demikian, cuaca tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk datang ke berbagai landmark terkenal di seluruh negeri.

    Sebagian orang berhasil mendapatkan kacamata khusus untuk melihat gerhana Matahari. Namun, alat pelindung mata yang sangat penting itu sulit diperoleh menjelang peristiwa tersebut. Toko optik, toko perkakas, hingga toko roti dilaporkan kehabisan persediaan.

    Kondisi itu tidak menyurutkan antusiasme masyarakat. Saringan dapur, kotak sereal, dan potongan kertas digunakan sebagai cara untuk melihat gerhana sebagian dengan aman.

    Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi, sehingga menghalangi sebagian atau seluruh cahaya Matahari dan menghasilkan bayangan di permukaan Bumi.

    Seiring waktu berlalu, Bulan secara perlahan tetapi pasti menutupi semakin banyak bagian Matahari, seolah-olah berfungsi seperti sakelar peredup cahaya.

    Jika dilihat dari Inggris, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tidak sepenuhnya berada dalam satu garis lurus.

    Akibatnya, yang terjadi adalah gerhana sebagian, dengan Bulan menutupi sekitar 90% permukaan Matahari di sebagian besar wilayah Inggris. Ini menjadi gerhana paling dramatis yang dialami negara tersebut sejak 1999. Di Cornwall, tingkat cakupannya bahkan mencapai 95%.

    Sebagian wilayah Spanyol mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan sesuatu yang lebih spektakuler.

    Sekitar pukul 19.30 BST atau 20.30 waktu setempat, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada tepat dalam satu garis lurus, menghasilkan gerhana Matahari total.

    Ilmuwan asal Chile, Yasmin Catricheo, menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju A Coruña, di barat laut Spanyol, untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

    “Ketika fase totalitas terjadi, semua orang bersorak dan berbagi kegembiraan atas apa yang kami saksikan. Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan perasaan itu,” ujarnya.

    “Alam semesta ini menakjubkan.”

    Gerhana Matahari total terjadi di suatu tempat di Bumi kira-kira setiap 18 bulan.

    Namun, fenomena tersebut jauh lebih jarang terjadi di lokasi tertentu, yakni hanya sekitar sekali dalam 400 tahun.

    Masyarakat yang berada di sepanjang jalur gerhana total di Spanyol mendapat kesempatan menyaksikan peristiwa langka tersebut, lengkap dengan semburat merah Matahari yang terlihat di balik Bulan.

    Cahaya yang muncul dari balik kegelapan itu berasal dari korona Matahari, berupa aliran gas superpanas yang terlontar hingga ribuan kilometer ke luar angkasa.

    Bagi mereka yang mengamati dengan saksama, mungkin juga terlihat lingkaran-lingkaran kecil gas berwarna merah muda yang disebut prominensa, mengikuti medan magnet Matahari yang bergejolak.

    Kemudian, Bulan mulai menyingkap kembali Matahari yang sebelumnya tertutup.

    Fase gerhana total berlangsung kurang dari dua menit, tetapi bagi banyak orang, pengalaman tersebut menjadi momen yang tidak terlupakan.

    Fakta bahwa manusia dapat menyaksikan gerhana Matahari total merupakan sebuah kebetulan kosmologis yang luar biasa.

    Matahari berjarak sekitar 150 juta kilometer dari Bumi, atau sekitar 400 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bulan dari Bumi.

    Namun, karena diameter Bulan sekitar 400 kali lebih kecil daripada diameter Matahari, keduanya tampak memiliki ukuran yang hampir sama jika dilihat dari langit Bumi.

    Jika Bulan sedikit lebih kecil atau orbitnya sedikit lebih jauh dari Bumi, manusia tidak akan pernah dapat menyaksikan gerhana Matahari total.

    Kita akan segera memasuki “zaman keemasan” gerhana Matahari total antara 2026 dan 2028.

    Para pemburu gerhana dapat bepergian ke berbagai penjuru dunia untuk menyaksikan tiga gerhana Matahari total dalam beberapa tahun mendatang.

    Namun, tidak satu pun dari ketiganya dapat disaksikan dari Inggris. Fenomena terbaik yang akan terlihat dari negara tersebut adalah gerhana sebagian pada 2027, ketika di sejumlah wilayah sekitar 45% permukaan Matahari akan tertutup.

    Masyarakat Inggris masih harus menunggu beberapa dekade sebelum dapat menyaksikan gerhana Matahari dengan cakupan yang lebih besar dibandingkan peristiwa kali ini.

    alam gerhana matahari keindahan peristiwa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Travis Kelce Ungkap Kisah Pernikahannya dengan Taylor Swift: “Malam Terbaik dalam Hidup Saya”

    13/08/2026
    Bisnis

    Twitch Diserang Pengguna setelah Amazon Gunakan Konten Siaran untuk Melatih AI

    13/08/2026
    Kesehatan

    WHO: Wabah Ebola di Kongo Berpotensi Menjadi yang Paling Mematikan dalam Sejarah

    13/08/2026
    Hukum Kriminal

    Keluarga Palestina di Tepi Barat Dikepung Pemukim Israel, Pasokan Makanan dan Air Menipis

    13/08/2026
    Gaya Hidup

    Program Dukungan Disabilitas Australia yang Revolusioner Kini Dilanda Krisis, Apa yang Salah?

    13/08/2026
    Hukum Kriminal

    Thailand Hentikan Penerbitan Izin Senjata Baru Usai Penembakan di Sekolah

    12/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Travis Kelce Ungkap Kisah Pernikahannya dengan Taylor Swift: “Malam Terbaik dalam Hidup Saya”

    13/08/2026

    Twitch Diserang Pengguna setelah Amazon Gunakan Konten Siaran untuk Melatih AI

    13/08/2026

    WHO: Wabah Ebola di Kongo Berpotensi Menjadi yang Paling Mematikan dalam Sejarah

    13/08/2026

    Keluarga Palestina di Tepi Barat Dikepung Pemukim Israel, Pasokan Makanan dan Air Menipis

    13/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.