Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

    08/08/2026

    Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Bersama

    08/08/2026

    ‘Saya Berlari karena Tahu Akan Mati’: Drone Rusia Memburu Tenaga Medis di Ukraina

    08/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

      08/08/2026

      Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Bersama

      08/08/2026

      ‘Saya Berlari karena Tahu Akan Mati’: Drone Rusia Memburu Tenaga Medis di Ukraina

      08/08/2026

      Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berdiri di Depan Guru Saat Dia Ditembak

      08/08/2026

      PM Thailand Janji Perketat Aturan Senjata Api Usai Penembakan Tewaskan Delapan Orang

      08/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

      08/08/2026

      Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

      07/08/2026

      Meta Didenda Hampir Rp15,4 Triliun, Hakim AS Sebut Platformnya Jadi Ancaman bagi Keselamatan Anak

      07/08/2026

      Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

      06/08/2026

      Uji Keamanan Inggris Temukan AI Gunakan Penipuan dan Bertindak Mandiri untuk Mengelabui Manusia

      05/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berdiri di Depan Guru Saat Dia Ditembak
    Hukum Kriminal

    Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berdiri di Depan Guru Saat Dia Ditembak

    joveBy jove08/08/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pada Jumat pagi, ketika kelas-kelas terakhir pada pekan itu sedang berlangsung, para siswa yang panik mulai berhamburan keluar dari sebuah sekolah bergengsi di luar Bangkok.

    Di dalam gedung, polisi mengatakan seorang remaja berusia 14 tahun telah melepaskan tembakan.

    “Saya berdiri di depan guru ketika dia ditembak,” kata seorang siswi kelas tujuh dengan suara bergetar, di dekat gerbang Sekolah Debsirin di Nonthaburi. “Dia sedang berbicara kepada saya ketika [pelaku] muncul.”

    Masih mengenakan seragam sekolah dan didampingi ibunya, siswi tersebut menceritakan bagaimana pelaku berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya sambil menembak.

    Pihak berwenang mengatakan pelaku menewaskan lima guru dan melukai 23 orang, termasuk sejumlah siswa, sebelum mengarahkan senjata ke dirinya sendiri. Sebelumnya, dia telah menembak dan membunuh kakek serta neneknya.

    “Saya harus memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri bersama teman-teman yang lain,” lanjut siswi tersebut, yang tidak disebutkan namanya

    Ibunya mengatakan putrinya sempat berpikir bahwa dirinya akan meninggal. “[Dia berkata], ‘Saya kira saya tidak akan pernah bertemu Ibu lagi’.”

    Seorang siswa berusia 18 tahun mengatakan kepada Reuters bahwa pada awalnya dia mengira suara tembakan tersebut merupakan suara petasan.

    “Saya awalnya tidak mengira itu suara senjata,” katanya. “Ada banyak tembakan, dor dor dor. Kemudian suasananya hening. Lalu suara tembakan kembali terdengar.”

    Beberapa meter dari gerbang sekolah, petugas medis memasukkan para korban luka ke ambulans untuk segera dibawa ke rumah sakit, sementara kerumunan orang yang berkumpul terlihat saling berpelukan dan menangis.

    Petugas penyelamat Kiatikhun Verapongpradith bergegas menuju lokasi setelah mendengar bahwa anak-anak berusia 12 tahun juga menjadi korban.

    “Saya melihat siswa-siswa yang tertembak, ada yang terkena di lengan, punggung, dan dada. Jadi saya segera membantu membawa mereka ke rumah sakit terlebih dahulu,” kata petugas penyelamat berusia 47 tahun itu kepada kantor berita Reuters

    “Usianya sama dengan saya. Kami bersekolah bersama di sini sebagai siswa. Kemudian kami berdua menjadi guru di sekolah ini,” kata pria berusia 31 tahun tersebut, yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

    Penyelidikan masih berada pada tahap awal dan polisi belum mengungkapkan motif penembakan tersebut.

    Polisi meyakini pistol 9 mm yang digunakan pelaku merupakan milik kakeknya. Petugas forensik menemukan bahwa tembakan pelaku “cukup akurat”, dengan beberapa peluru mengenai “bagian vital” tubuh para korban.

    Sejumlah pihak mulai memberikan informasi untuk melengkapi gambaran mengenai pelaku. Seorang guru di sekolah tersebut mengatakan pelaku merupakan siswa yang baik, tidak agresif, dan memiliki nilai akademik yang bagus. Otoritas pendidikan juga menggambarkannya sebagai seorang yang gemar bermain gim.

    Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan tekanan dalam belajar mungkin turut berperan.

    “Kami mengetahui bahwa neneknya adalah seorang guru dan mungkin bersikap tegas terhadapnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi dari teman dekatnya, mereka mengetahui bahwa dia cukup tertekan karena hal tersebut,” kata Anutin.

    Sudah jelas bahwa pihak berwenang akan menghadapi banyak pertanyaan dalam beberapa hari mendatang, termasuk mengenai perubahan apa yang harus dilakukan setelah kejahatan tersebut.

    Desakan Reformasi Pengendalian Senjata Kembali Menguat

    Ini merupakan penembakan massal paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi kasus kedua yang terjadi di sekolah sepanjang tahun ini.

    Pada Februari lalu, seorang kepala sekolah dan seorang siswi ditembak oleh pria bersenjata berusia 18 tahun dalam sebuah penyanderaan di sekolah di wilayah selatan Thailand.

    Empat tahun lalu, seorang pria berusia 34 tahun di Provinsi Nong Bua Lamphu, Thailand timur, menewaskan 37 orang, sebagian besar merupakan anak-anak prasekolah, dalam aksi penembakan dan penusukan di sebuah tempat penitipan anak.

    Rangkaian kejahatan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengendalian senjata api di Thailand.

    “Ini seharusnya tidak terjadi,” kata kekasih salah satu guru yang tewas kepada wartawan. Dia terlihat sangat terpukul dan berusaha menahan tangis.

    Lebih dari tujuh juta orang diyakini memiliki senjata api di Thailand, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata tertinggi di dunia. Dari jumlah tersebut, lebih dari satu juta merupakan pemilik yang tidak memiliki izin.

    Meskipun Thailand memberlakukan pembatasan terhadap kepemilikan izin senjata api, masyarakat masih relatif mudah memperoleh senjata, baik secara legal maupun ilegal.

    Pasar gelap senjata juga berkembang pesat, didukung oleh perbatasan darat Thailand yang terbuka dengan empat negara lain. Masalah korupsi serta lemahnya regulasi di lingkungan kepolisian dan militer membuat sejumlah senjata akhirnya jatuh ke tangan yang salah.

    Perdana Menteri Anutin mengatakan dirinya telah memperketat regulasi ketika menjabat sebagai menteri dalam negeri tiga tahun lalu, termasuk dengan menangguhkan penerbitan izin senjata baru.

    Namun, kejahatan yang melibatkan senjata api masih marak, sementara angka kematian akibat tembakan senjata api termasuk yang tertinggi di kawasan tersebut. Sejumlah pihak di masyarakat pun menyerukan langkah yang lebih tegas.

    “Tindakan kekerasan di lembaga pendidikan, yang seharusnya menjadi salah satu tempat paling aman dalam masyarakat kita, menjadi pengingat keras bagi masyarakat Thailand untuk meninjau langkah-langkah pengendalian senjata secara serius dan sistematis,” tulis Natthaphong Ruengpanyawut, pemimpin Partai Rakyat, partai oposisi Thailand, dalam unggahan di Facebook.

    anak anak kriminal pembunuhan sekolah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Gaya Hidup

    Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

    08/08/2026
    Lain Lain

    Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Bersama

    08/08/2026
    Kesehatan

    ‘Saya Berlari karena Tahu Akan Mati’: Drone Rusia Memburu Tenaga Medis di Ukraina

    08/08/2026
    Lain Lain

    Spanyol Perketat Perbatasan dari Italia di Tengah Memanasnya Sengketa Migran Ceuta

    08/08/2026
    Hukum Kriminal

    PM Thailand Janji Perketat Aturan Senjata Api Usai Penembakan Tewaskan Delapan Orang

    08/08/2026
    Ekonomi & Pasar

    Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Ancam Penjara Pembocor Informasi

    07/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Saya Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Tubuh, Hasilnya Bikin Terkejut

    08/08/2026

    Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Bersama

    08/08/2026

    ‘Saya Berlari karena Tahu Akan Mati’: Drone Rusia Memburu Tenaga Medis di Ukraina

    08/08/2026

    Spanyol Perketat Perbatasan dari Italia di Tengah Memanasnya Sengketa Migran Ceuta

    08/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.